<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Keliru! Desil Bukan Penentu Kaya atau Miskin</title><description>Desil pada dasarnya digunakan untuk memetakan posisi kesejahteraan penduduk atau keluarga secara relatif dibandingkan kelompok lainnya.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/13/320/3241738/jangan-keliru-desil-bukan-penentu-kaya-atau-miskin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/13/320/3241738/jangan-keliru-desil-bukan-penentu-kaya-atau-miskin"/><item><title>Jangan Keliru! Desil Bukan Penentu Kaya atau Miskin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/13/320/3241738/jangan-keliru-desil-bukan-penentu-kaya-atau-miskin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/13/320/3241738/jangan-keliru-desil-bukan-penentu-kaya-atau-miskin</guid><pubDate>Minggu 13 September 2026 17:10 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/13/320/3241738/bansos-Y9wh_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masyarakat perlu memahami bahwa posisi desil tidak serta-merta menunjukkan seseorang tergolong kaya atau miskin. (Foto: Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/13/320/3241738/bansos-Y9wh_large.jpg</image><title>Masyarakat perlu memahami bahwa posisi desil tidak serta-merta menunjukkan seseorang tergolong kaya atau miskin. (Foto: Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA - Masyarakat perlu memahami bahwa posisi desil tidak serta-merta menunjukkan seseorang tergolong kaya atau miskin. Desil pada dasarnya digunakan untuk memetakan posisi kesejahteraan penduduk atau keluarga secara relatif dibandingkan kelompok lainnya.&#13;
&#13;
Ekonom UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menjelaskan, desil membagi penduduk atau keluarga ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan relatif. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.&#13;
&#13;
Dengan demikian, seseorang yang berada di desil tertentu tidak otomatis dapat disebut sebagai masyarakat miskin atau kaya secara mutlak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Desil by definition hanya membagi jumlah penduduk atau keluarga dengan box yang sama, dalam hal ini 10 bagian setiap desil,&amp;quot; kata Achmad dalam podcast The Daily Buzz Okezone, Minggu (13/9/2026).&#13;
&#13;
Desil Menunjukkan Posisi Relatif&#13;
&#13;
Achmad menjelaskan, konsep desil lebih tepat dipahami sebagai alat untuk melihat posisi relatif kesejahteraan seseorang atau keluarga di antara populasi.&#13;
&#13;
Artinya, desil tidak secara langsung menetapkan batas bahwa masyarakat di desil tertentu pasti miskin, sedangkan masyarakat di desil lainnya pasti kaya.&#13;
&#13;
Pembagian tersebut dilakukan dengan mengelompokkan penduduk ke dalam 10 bagian. Semakin rendah desil, semakin rendah pula posisi kesejahteraan relatifnya dibandingkan kelompok lain.&#13;
&#13;
Jangan Samakan Desil dengan Status Kaya atau Miskin&#13;
&#13;
Menurut Achmad, persoalan dapat muncul ketika kategori desil digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan apakah seseorang layak mendapatkan bantuan pemerintah.&#13;
&#13;
Ia menilai pemerintah perlu berhati-hati dalam menggunakan data tersebut karena posisi relatif seseorang dalam desil tidak selalu menggambarkan kondisi ekonomi secara mutlak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika desil dijadikan suatu kriteria seseorang untuk tidak dapat bantuan, menurut saya di sinilah ketidakadilannya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Masyarakat Perlu Tahu Posisi Desilnya&#13;
&#13;
Meski demikian, Achmad menilai masyarakat tetap perlu mengetahui posisi desil masing-masing. Hal ini menjadi semakin penting karena kategori desil digunakan dalam berbagai kebijakan pemerintah, termasuk penyaluran bantuan dan bantuan energi.&#13;
&#13;
Menurutnya, masyarakat dapat mengecek posisi desil melalui layanan yang disediakan pemerintah dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau dalam kebijakan baru seseorang menerima atau tidak menerima, dalam hal ini bantuan energi, maka semua orang harus aware, harus mengetahui posisi dia di desil berapa,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Masyarakat perlu memahami bahwa posisi desil tidak serta-merta menunjukkan seseorang tergolong kaya atau miskin. Desil pada dasarnya digunakan untuk memetakan posisi kesejahteraan penduduk atau keluarga secara relatif dibandingkan kelompok lainnya.&#13;
&#13;
Ekonom UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menjelaskan, desil membagi penduduk atau keluarga ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan relatif. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.&#13;
&#13;
Dengan demikian, seseorang yang berada di desil tertentu tidak otomatis dapat disebut sebagai masyarakat miskin atau kaya secara mutlak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Desil by definition hanya membagi jumlah penduduk atau keluarga dengan box yang sama, dalam hal ini 10 bagian setiap desil,&amp;quot; kata Achmad dalam podcast The Daily Buzz Okezone, Minggu (13/9/2026).&#13;
&#13;
Desil Menunjukkan Posisi Relatif&#13;
&#13;
Achmad menjelaskan, konsep desil lebih tepat dipahami sebagai alat untuk melihat posisi relatif kesejahteraan seseorang atau keluarga di antara populasi.&#13;
&#13;
Artinya, desil tidak secara langsung menetapkan batas bahwa masyarakat di desil tertentu pasti miskin, sedangkan masyarakat di desil lainnya pasti kaya.&#13;
&#13;
Pembagian tersebut dilakukan dengan mengelompokkan penduduk ke dalam 10 bagian. Semakin rendah desil, semakin rendah pula posisi kesejahteraan relatifnya dibandingkan kelompok lain.&#13;
&#13;
Jangan Samakan Desil dengan Status Kaya atau Miskin&#13;
&#13;
Menurut Achmad, persoalan dapat muncul ketika kategori desil digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan apakah seseorang layak mendapatkan bantuan pemerintah.&#13;
&#13;
Ia menilai pemerintah perlu berhati-hati dalam menggunakan data tersebut karena posisi relatif seseorang dalam desil tidak selalu menggambarkan kondisi ekonomi secara mutlak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika desil dijadikan suatu kriteria seseorang untuk tidak dapat bantuan, menurut saya di sinilah ketidakadilannya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Masyarakat Perlu Tahu Posisi Desilnya&#13;
&#13;
Meski demikian, Achmad menilai masyarakat tetap perlu mengetahui posisi desil masing-masing. Hal ini menjadi semakin penting karena kategori desil digunakan dalam berbagai kebijakan pemerintah, termasuk penyaluran bantuan dan bantuan energi.&#13;
&#13;
Menurutnya, masyarakat dapat mengecek posisi desil melalui layanan yang disediakan pemerintah dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau dalam kebijakan baru seseorang menerima atau tidak menerima, dalam hal ini bantuan energi, maka semua orang harus aware, harus mengetahui posisi dia di desil berapa,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
