<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Geopolitik Memanas, Harga Emas Dunia Diprediksi Tembus USD4.650</title><description>Harga emas dunia pada penutupan perdagangan Jumat (11/9/2026) berada di posisi USD4.348 per troy ounce.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/13/320/3241760/geopolitik-memanas-harga-emas-dunia-diprediksi-tembus-usd4-650</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/13/320/3241760/geopolitik-memanas-harga-emas-dunia-diprediksi-tembus-usd4-650"/><item><title>Geopolitik Memanas, Harga Emas Dunia Diprediksi Tembus USD4.650</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/13/320/3241760/geopolitik-memanas-harga-emas-dunia-diprediksi-tembus-usd4-650</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/13/320/3241760/geopolitik-memanas-harga-emas-dunia-diprediksi-tembus-usd4-650</guid><pubDate>Minggu 13 September 2026 18:10 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/13/320/3241760/emas-3jnP_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Harga emas dunia pada perdagangan pekan depan diprediksi berada dalam kisaran USD4.102 hingga USD4.650 per troy ounce. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/13/320/3241760/emas-3jnP_large.jpg</image><title> Harga emas dunia pada perdagangan pekan depan diprediksi berada dalam kisaran USD4.102 hingga USD4.650 per troy ounce. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Harga emas dunia pada perdagangan pekan depan diprediksi berada dalam kisaran USD4.102 hingga USD4.650 per troy ounce. Harga emas dunia pada penutupan perdagangan Jumat (11/9/2026) berada di posisi USD4.348 per troy ounce.&#13;
&#13;
Apabila terjadi tekanan jual pada perdagangan pekan depan, level support pertama yang patut dicermati berada di area USD4.245 per troy ounce.&#13;
&#13;
&amp;quot;Apabila mengalami koreksi, support pertama itu di USD4.245 per troy ounce. Kemudian kalau seandainya turun lagi, kemungkinan di USD4.102 per troy ounce,&amp;quot; kata Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, dalam risetnya, Minggu (13/9/2026).&#13;
&#13;
Sebaliknya, jika harga emas melanjutkan tren kenaikan, Ibrahim mengukur level resistance pertama berada di posisi USD4.479 per troy ounce. Apabila momentum penguatan bertahan solid, pergerakan harga berpotensi menuju batas resistance berikutnya di level USD4.650 per troy ounce.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi dalam pekan depan harga emas dunia kemungkinan ditransaksikan di USD4.102 sampai di USD4.650,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Ibrahim menjelaskan, volatilitas pergerakan harga emas dunia masih didominasi oleh memanasnya tensi geopolitik global di kawasan Eropa Timur serta Timur Tengah.&#13;
&#13;
Di Eropa Timur, konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina diprediksi memerlukan waktu lama untuk mereda lantaran perebutan wilayah yang kompleks.&#13;
&#13;
Situasi tersebut memicu eskalasi serangan balasan di berbagai daerah strategis penyangga energi minyak dan gas alam hingga menyasar kota-kota besar seperti Kyiv.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tahu bahwa perang Rusia dan Ukraina itu kemungkinan besar akan lama. Ya bisa saja 3-4 tahun ke depan masih akan terjadi perang karena permasalahan wilayah Ukraina yang dikuasai oleh Rusia,&amp;quot; ungkap Ibrahim.&#13;
&#13;
Sementara itu, perselisihan militer di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran turut memicu disrupsi pada jalur perdagangan vital dunia. Hambatan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, yang kini tercatat hanya dilintasi sekitar 7 hingga 10 kapal, turut mengerek kenaikan harga komoditas minyak mentah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya apa, bahwa perang antara Amerika dan Iran ini masih akan terus panjang sehingga membuat harga minyak mentah terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan,&amp;quot; pungkas Ibrahim.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Harga emas dunia pada perdagangan pekan depan diprediksi berada dalam kisaran USD4.102 hingga USD4.650 per troy ounce. Harga emas dunia pada penutupan perdagangan Jumat (11/9/2026) berada di posisi USD4.348 per troy ounce.&#13;
&#13;
Apabila terjadi tekanan jual pada perdagangan pekan depan, level support pertama yang patut dicermati berada di area USD4.245 per troy ounce.&#13;
&#13;
&amp;quot;Apabila mengalami koreksi, support pertama itu di USD4.245 per troy ounce. Kemudian kalau seandainya turun lagi, kemungkinan di USD4.102 per troy ounce,&amp;quot; kata Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, dalam risetnya, Minggu (13/9/2026).&#13;
&#13;
Sebaliknya, jika harga emas melanjutkan tren kenaikan, Ibrahim mengukur level resistance pertama berada di posisi USD4.479 per troy ounce. Apabila momentum penguatan bertahan solid, pergerakan harga berpotensi menuju batas resistance berikutnya di level USD4.650 per troy ounce.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi dalam pekan depan harga emas dunia kemungkinan ditransaksikan di USD4.102 sampai di USD4.650,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Ibrahim menjelaskan, volatilitas pergerakan harga emas dunia masih didominasi oleh memanasnya tensi geopolitik global di kawasan Eropa Timur serta Timur Tengah.&#13;
&#13;
Di Eropa Timur, konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina diprediksi memerlukan waktu lama untuk mereda lantaran perebutan wilayah yang kompleks.&#13;
&#13;
Situasi tersebut memicu eskalasi serangan balasan di berbagai daerah strategis penyangga energi minyak dan gas alam hingga menyasar kota-kota besar seperti Kyiv.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tahu bahwa perang Rusia dan Ukraina itu kemungkinan besar akan lama. Ya bisa saja 3-4 tahun ke depan masih akan terjadi perang karena permasalahan wilayah Ukraina yang dikuasai oleh Rusia,&amp;quot; ungkap Ibrahim.&#13;
&#13;
Sementara itu, perselisihan militer di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran turut memicu disrupsi pada jalur perdagangan vital dunia. Hambatan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, yang kini tercatat hanya dilintasi sekitar 7 hingga 10 kapal, turut mengerek kenaikan harga komoditas minyak mentah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya apa, bahwa perang antara Amerika dan Iran ini masih akan terus panjang sehingga membuat harga minyak mentah terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan,&amp;quot; pungkas Ibrahim.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
