<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Purbaya Minta LPEI Sediakan Pembiayaan Bunga Murah untuk Sektor Tekstil hingga Furnitur</title><description>Dirinya menginstruksikan LPEI agar aktif memberikan intervensi pembiayaan dengan suku bunga murah bagi sektor-sektor manufaktur padat karya&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/13/320/3241786/purbaya-minta-lpei-sediakan-pembiayaan-bunga-murah-untuk-sektor-tekstil-hingga-furnitur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/13/320/3241786/purbaya-minta-lpei-sediakan-pembiayaan-bunga-murah-untuk-sektor-tekstil-hingga-furnitur"/><item><title>Purbaya Minta LPEI Sediakan Pembiayaan Bunga Murah untuk Sektor Tekstil hingga Furnitur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/13/320/3241786/purbaya-minta-lpei-sediakan-pembiayaan-bunga-murah-untuk-sektor-tekstil-hingga-furnitur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/13/320/3241786/purbaya-minta-lpei-sediakan-pembiayaan-bunga-murah-untuk-sektor-tekstil-hingga-furnitur</guid><pubDate>Minggu 13 September 2026 14:42 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/13/320/3241786/purbaya-qSrK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mengoptimalkan perannya sebagai policy bank pemerintah. (Foto: Okezone.com/LPEI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/13/320/3241786/purbaya-qSrK_large.jpg</image><title>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mengoptimalkan perannya sebagai policy bank pemerintah. (Foto: Okezone.com/LPEI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mengoptimalkan perannya sebagai policy bank pemerintah. Dirinya menginstruksikan LPEI agar aktif memberikan intervensi pembiayaan dengan suku bunga murah bagi sektor-sektor manufaktur padat karya yang tengah tertekan oleh persaingan global, seperti industri tekstil, alas kaki (sepatu), dan furnitur.&#13;
&#13;
Purbaya juga menegaskan bahwa dirinya tak ragu untuk menyesuaikan indikator kinerja utama (Key Performance Indicator/KPI) pendapatan bunga LPEI agar lembaga tersebut tidak semata-mata mengejar profitabilitas, melainkan benar-benar hadir membantu pelaku usaha domestik yang kesulitan mengakses kredit perbankan komersial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita lihat lagi sektor-sektor kita yang terdesak oleh globalisasi yang dahulu unggul, seperti tekstil, sepatu, dan baja, apakah bisa kita bantu, karena mereka menyatakan saat ini sulit mendapatkan pinjaman. Sebagai lembaga pembiayaan ekspor, coba bicara dengan industri, tekstil, furniture dan lain-lain, dan coba tawarkan bunga pembiayaan yang murah,&amp;quot; ujar Purbaya dalam keterangan resmi LPEI pada Indonesia Eximbank Connect, Minggu (13/9/2026).&#13;
&#13;
Purbaya menambahkan bahwa parameter keberhasilan kelembagaan LPEI berada di bawah wewenangnya sebagai Bendahara Negara, sehingga efektivitas dampak bagi dunia usaha menjadi prioritas utama.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bila masih ketinggian juga, nanti saya lihat, apakah KPI pendapatan bunga LPEI perlu diturunkan, tidak perlu tinggi tapi efektif menjawab harapan pelaku usaha. Kan saya yang menentukan parameter kinerjanya,&amp;quot; tegas Purbaya.&#13;
&#13;
Direktur Eksekutif LPEI, Sukatmo Padmosukarso, merespons arahan Menteri Keuangan dengan menegaskan kesiapan LPEI untuk terus bertransformasi mengisi celah pasar (fill in the market gap) yang belum terlayani sepenuhnya oleh perbankan komersial. Memasuki usia 17 tahun sejak dibentuk melalui UU No. 2 Tahun 2009, LPEI memperkuat fokusnya pada Beyond Financing, Developmental Impact, dan Sustainability.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nilai yang kami bawa tidak berhenti pada pembiayaan, tetapi dirumuskan melalui Beyond Financing, Developmental Impact, dan Sustainability,&amp;rdquo; kata Sukatmo.&#13;
&#13;
Sukatmo menjelaskan bahwa LPEI siap menjalankan mandat penugasan khusus (countercyclical) untuk menyokong sektor-sektor strategis yang diamanahkan pemerintah di tengah gejolak rantai pasok dan ketidakpastian geopolitik global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di tengah meningkatnya ketidakpastian perdagangan akibat dinamika geopolitik dan ekonomi global, LPEI juga siap mendukung sektor lain yang membutuhkan intervensi kebijakan sesuai mandat countercyclical lembaga,&amp;rdquo; ujar Sukatmo.&#13;
&#13;
Secara rekam jejak, LPEI telah memfasilitasi berbagai proyek ekspor strategis dan penetrasi ke pasar nontradisional, seperti penjaminan proyek kontraktor Indonesia di Arab Saudi dan Malaysia, pembiayaan buyers&amp;rsquo; credit gerbong kereta PT INKA ke Bangladesh dan Selandia Baru, ekspor pesawat PT Dirgantara Indonesia ke Afrika dan Asia Tenggara, hingga ekspansi produk farmasi dan kuliner lokal melalui program Indonesia Spice Up the World.&#13;
&#13;
Selain pembiayaan modal kerja dan penjaminan, LPEI mencatatkan pencapaian program pemberdayaan eksportir. Melalui Coaching Program for New Exporters (CPNE), LPEI mencetak 1.983 pencapaian ekspor baru sejak 2019 hingga Juli 2026. Sementara itu, melalui program Desa Devisa, LPEI telah membina 2.618 desa di seluruh Indonesia, termasuk Desa Devisa Lidi Sawit Riau yang melibatkan 925 petani dan ibu rumah tangga.&#13;
&#13;
Dari sisi dampak ekonomi (agent of development), setiap Rp1 pembiayaan yang disalurkan LPEI per Juni 2026 mencatatkan multiplier effect sosial-ekonomi sebesar 3,49 kali. Dalam agenda tersebut, LPEI juga memberikan penghargaan Indonesia Eximbank Export Champion Award kepada PT Dekor Asia Jayakarya (Jawara Inovasi Ekspor), PT Ungaran Sari Garments (Jawara Ekspor Berkelanjutan), serta Desa Devisa Lidi Sawit Riau (Jawara Penggerak Desa Devisa).&#13;
&#13;
Untuk mendukung fungsi policy bank yang akuntabel, LPEI terus memperkuat fondasi Governance, Risk, and Compliance (GRC) dengan berkolaborasi bersama DJKN Kemenkeu, BPKP, dan OJK. Hal ini dibuktikan melalui raihan predikat Good Practice Phase dalam Risk Maturity Assessment serta sertifikasi SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Transformasi LPEI diarahkan agar perannya sebagai policy bank semakin dirasakan oleh ekosistem ekspor dalam menjalankan mandat mendorong ekspor nasional, terutama dengan menjangkau kebutuhan yang belum dapat dipenuhi mekanisme pasar serta memberikan dampak pembangunan melalui ekspor. Dengan semangat Berkarya, Bermakna, kami ingin memastikan setiap dukungan LPEI memberikan manfaat nyata bagi eksportir dan perekonomian Indonesia,&amp;rdquo; tutup Sukatmo.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mengoptimalkan perannya sebagai policy bank pemerintah. Dirinya menginstruksikan LPEI agar aktif memberikan intervensi pembiayaan dengan suku bunga murah bagi sektor-sektor manufaktur padat karya yang tengah tertekan oleh persaingan global, seperti industri tekstil, alas kaki (sepatu), dan furnitur.&#13;
&#13;
Purbaya juga menegaskan bahwa dirinya tak ragu untuk menyesuaikan indikator kinerja utama (Key Performance Indicator/KPI) pendapatan bunga LPEI agar lembaga tersebut tidak semata-mata mengejar profitabilitas, melainkan benar-benar hadir membantu pelaku usaha domestik yang kesulitan mengakses kredit perbankan komersial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita lihat lagi sektor-sektor kita yang terdesak oleh globalisasi yang dahulu unggul, seperti tekstil, sepatu, dan baja, apakah bisa kita bantu, karena mereka menyatakan saat ini sulit mendapatkan pinjaman. Sebagai lembaga pembiayaan ekspor, coba bicara dengan industri, tekstil, furniture dan lain-lain, dan coba tawarkan bunga pembiayaan yang murah,&amp;quot; ujar Purbaya dalam keterangan resmi LPEI pada Indonesia Eximbank Connect, Minggu (13/9/2026).&#13;
&#13;
Purbaya menambahkan bahwa parameter keberhasilan kelembagaan LPEI berada di bawah wewenangnya sebagai Bendahara Negara, sehingga efektivitas dampak bagi dunia usaha menjadi prioritas utama.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bila masih ketinggian juga, nanti saya lihat, apakah KPI pendapatan bunga LPEI perlu diturunkan, tidak perlu tinggi tapi efektif menjawab harapan pelaku usaha. Kan saya yang menentukan parameter kinerjanya,&amp;quot; tegas Purbaya.&#13;
&#13;
Direktur Eksekutif LPEI, Sukatmo Padmosukarso, merespons arahan Menteri Keuangan dengan menegaskan kesiapan LPEI untuk terus bertransformasi mengisi celah pasar (fill in the market gap) yang belum terlayani sepenuhnya oleh perbankan komersial. Memasuki usia 17 tahun sejak dibentuk melalui UU No. 2 Tahun 2009, LPEI memperkuat fokusnya pada Beyond Financing, Developmental Impact, dan Sustainability.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nilai yang kami bawa tidak berhenti pada pembiayaan, tetapi dirumuskan melalui Beyond Financing, Developmental Impact, dan Sustainability,&amp;rdquo; kata Sukatmo.&#13;
&#13;
Sukatmo menjelaskan bahwa LPEI siap menjalankan mandat penugasan khusus (countercyclical) untuk menyokong sektor-sektor strategis yang diamanahkan pemerintah di tengah gejolak rantai pasok dan ketidakpastian geopolitik global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di tengah meningkatnya ketidakpastian perdagangan akibat dinamika geopolitik dan ekonomi global, LPEI juga siap mendukung sektor lain yang membutuhkan intervensi kebijakan sesuai mandat countercyclical lembaga,&amp;rdquo; ujar Sukatmo.&#13;
&#13;
Secara rekam jejak, LPEI telah memfasilitasi berbagai proyek ekspor strategis dan penetrasi ke pasar nontradisional, seperti penjaminan proyek kontraktor Indonesia di Arab Saudi dan Malaysia, pembiayaan buyers&amp;rsquo; credit gerbong kereta PT INKA ke Bangladesh dan Selandia Baru, ekspor pesawat PT Dirgantara Indonesia ke Afrika dan Asia Tenggara, hingga ekspansi produk farmasi dan kuliner lokal melalui program Indonesia Spice Up the World.&#13;
&#13;
Selain pembiayaan modal kerja dan penjaminan, LPEI mencatatkan pencapaian program pemberdayaan eksportir. Melalui Coaching Program for New Exporters (CPNE), LPEI mencetak 1.983 pencapaian ekspor baru sejak 2019 hingga Juli 2026. Sementara itu, melalui program Desa Devisa, LPEI telah membina 2.618 desa di seluruh Indonesia, termasuk Desa Devisa Lidi Sawit Riau yang melibatkan 925 petani dan ibu rumah tangga.&#13;
&#13;
Dari sisi dampak ekonomi (agent of development), setiap Rp1 pembiayaan yang disalurkan LPEI per Juni 2026 mencatatkan multiplier effect sosial-ekonomi sebesar 3,49 kali. Dalam agenda tersebut, LPEI juga memberikan penghargaan Indonesia Eximbank Export Champion Award kepada PT Dekor Asia Jayakarya (Jawara Inovasi Ekspor), PT Ungaran Sari Garments (Jawara Ekspor Berkelanjutan), serta Desa Devisa Lidi Sawit Riau (Jawara Penggerak Desa Devisa).&#13;
&#13;
Untuk mendukung fungsi policy bank yang akuntabel, LPEI terus memperkuat fondasi Governance, Risk, and Compliance (GRC) dengan berkolaborasi bersama DJKN Kemenkeu, BPKP, dan OJK. Hal ini dibuktikan melalui raihan predikat Good Practice Phase dalam Risk Maturity Assessment serta sertifikasi SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Transformasi LPEI diarahkan agar perannya sebagai policy bank semakin dirasakan oleh ekosistem ekspor dalam menjalankan mandat mendorong ekspor nasional, terutama dengan menjangkau kebutuhan yang belum dapat dipenuhi mekanisme pasar serta memberikan dampak pembangunan melalui ekspor. Dengan semangat Berkarya, Bermakna, kami ingin memastikan setiap dukungan LPEI memberikan manfaat nyata bagi eksportir dan perekonomian Indonesia,&amp;rdquo; tutup Sukatmo.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
