<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Dibuka Melemah ke 6.533</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 7,51 poin atau 0,11 persen ke posisi 6.533,87 pada perdagangan hari ini, Senin (14/9/2026).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/14/278/3241890/ihsg-dibuka-melemah-ke-6-533</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/14/278/3241890/ihsg-dibuka-melemah-ke-6-533"/><item><title>IHSG Dibuka Melemah ke 6.533</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/14/278/3241890/ihsg-dibuka-melemah-ke-6-533</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/14/278/3241890/ihsg-dibuka-melemah-ke-6-533</guid><pubDate>Senin 14 September 2026 09:15 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/14/278/3241890/ihsg-hlr7_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IHSG Dibuka Melemah ke 6.533 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/14/278/3241890/ihsg-hlr7_large.jpg</image><title>IHSG Dibuka Melemah ke 6.533 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 7,51 poin atau 0,11 persen ke posisi 6.533,87 pada perdagangan hari ini, Senin (14/9/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,74 poin atau 0,11 persen ke posisi 648,98.&#13;
&#13;
Sebelumnya, IHSG diproyeksikan bakal menghadapi pergerakan dengan katalis yang cenderung variatif (mixed) pada perdagangan pekan 14-18 September 2026. Arah pergerakan indeks domestik akan sangat dipengaruhi oleh pengumuman kebijakan moneter dari dua bank sentral utama dunia, yakni The Fed dan Bank of Japan (BoJ).&#13;
&#13;
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi menjelaskan bahwa konsensus pasar memproyeksikan Bank Sentral AS (The Fed) akan mengerek suku bunga acuan sebesar 25 basis poin akibat kenaikan inflasi, sementara BoJ diperkirakan turut menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25 persen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kenaikan suku bunga kedua bank sentral berpotensi menekan appetite terhadap aset berisiko, terutama apabila komunikasi keduanya lebih hawkish dari ekspektasi,&amp;quot; ujar Imam.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Secara analisis teknikal, Imam menerangkan bahwa IHSG memang mengalami pelemahan jangka pendek setelah ditutup di bawah MA20 di sekitar 6.623. Namun, kondisi tersebut belum mengonfirmasi pembalikan arah menjadi bearish.&#13;
&#13;
Pada pekan 7-11 September 2026 lalu, IHSG ditutup di level 6.541,37 atau terkoreksi -1,43 persen secara mingguan akibat kombinasi aksi ambil untung (profit taking) dan meningkatnya ketidakpastian global.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 7,51 poin atau 0,11 persen ke posisi 6.533,87 pada perdagangan hari ini, Senin (14/9/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,74 poin atau 0,11 persen ke posisi 648,98.&#13;
&#13;
Sebelumnya, IHSG diproyeksikan bakal menghadapi pergerakan dengan katalis yang cenderung variatif (mixed) pada perdagangan pekan 14-18 September 2026. Arah pergerakan indeks domestik akan sangat dipengaruhi oleh pengumuman kebijakan moneter dari dua bank sentral utama dunia, yakni The Fed dan Bank of Japan (BoJ).&#13;
&#13;
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi menjelaskan bahwa konsensus pasar memproyeksikan Bank Sentral AS (The Fed) akan mengerek suku bunga acuan sebesar 25 basis poin akibat kenaikan inflasi, sementara BoJ diperkirakan turut menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25 persen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kenaikan suku bunga kedua bank sentral berpotensi menekan appetite terhadap aset berisiko, terutama apabila komunikasi keduanya lebih hawkish dari ekspektasi,&amp;quot; ujar Imam.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Secara analisis teknikal, Imam menerangkan bahwa IHSG memang mengalami pelemahan jangka pendek setelah ditutup di bawah MA20 di sekitar 6.623. Namun, kondisi tersebut belum mengonfirmasi pembalikan arah menjadi bearish.&#13;
&#13;
Pada pekan 7-11 September 2026 lalu, IHSG ditutup di level 6.541,37 atau terkoreksi -1,43 persen secara mingguan akibat kombinasi aksi ambil untung (profit taking) dan meningkatnya ketidakpastian global.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
