<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo: Indonesia Bertahun-tahun Impor Beras-Jagung, Kini Jadi Eksportir!</title><description>Prabowo menegaskan Indonesia mengalami perubahan penting dari negara yang selama bertahun-tahun bergantung pada impor kini jadi ekspor.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/14/320/3241913/prabowo-indonesia-bertahun-tahun-impor-beras-jagung-kini-jadi-eksportir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/14/320/3241913/prabowo-indonesia-bertahun-tahun-impor-beras-jagung-kini-jadi-eksportir"/><item><title>Prabowo: Indonesia Bertahun-tahun Impor Beras-Jagung, Kini Jadi Eksportir!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/14/320/3241913/prabowo-indonesia-bertahun-tahun-impor-beras-jagung-kini-jadi-eksportir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/14/320/3241913/prabowo-indonesia-bertahun-tahun-impor-beras-jagung-kini-jadi-eksportir</guid><pubDate>Senin 14 September 2026 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/14/320/3241913/prabowo_subianto-g4Hy_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prabowo: Indonesia Bertahun-tahun Impor Beras-Jagung, Kini Jadi Eksportir! (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/14/320/3241913/prabowo_subianto-g4Hy_large.jpg</image><title>Prabowo: Indonesia Bertahun-tahun Impor Beras-Jagung, Kini Jadi Eksportir! (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menceritakan transformasi sektor pangan Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu (13/9/2026).&#13;
&#13;
Dalam sesi pertemuan bertema Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth, Prabowo menegaskan Indonesia telah mengalami perubahan penting dari negara yang selama bertahun-tahun bergantung pada impor sejumlah komoditas pangan menjadi negara yang mulai mampu melakukan ekspor.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selama bertahun-tahun, Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor terbesar untuk komoditas pangan seperti gandum, beras, dan jagung,&amp;rdquo; kata Prabowo.&#13;
&#13;
Menurutnya, kondisi tersebut kini mulai berubah seiring penguatan sektor pangan nasional. Indonesia bertekad untuk berkontribusi dalam menyediakan pangan bagi dunia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kini, kita telah menjadi negara pengekspor dan ke depan kita akan mampu meningkatkan kontribusi serta dukungan bagi dunia,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Prabowo juga mengungkap perubahan tersebut tidak hanya penting bagi ketahanan pangan dalam negeri di Indonesia, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk mengambil peran dalam rantai nilai global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini dapat menjadikan sektor pangan dan perdagangan komoditas biji-bijian sebagai sebuah peluang, sekaligus memperkuat posisi kita dalam rantai nilai global,&amp;rdquo; kata Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di hadapan para pemimpin negara BRICS, Prabowo juga menekankan pentingnya membangun konektivitas rantai pasok antarnegara anggota BRICS. Menurutnya, BRICS sebenarnya telah memiliki kekuatan rantai pasok yang besar.&#13;
&#13;
Tantangannya adalah bagaimana kekuatan tersebut dihubungkan dan dioptimalkan agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi seluruh negara anggota.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tugas kita adalah menghubungkan dan mengoptimalkannya, sehingga kekuatan yang sudah kita miliki ini dapat menghasilkan nilai yang lebih besar bagi kita semua,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Prabowo menawarkan langkah konkret berupa penguatan industrialisasi bersama di antara negara-negara BRICS.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena itu, izinkan saya menawarkan sesuatu yang konkret. Mari kita melakukan industrialisasi bersama. Mari kita mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas yang kita miliki bersama,&amp;rdquo; kata Prabowo.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menceritakan transformasi sektor pangan Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu (13/9/2026).&#13;
&#13;
Dalam sesi pertemuan bertema Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth, Prabowo menegaskan Indonesia telah mengalami perubahan penting dari negara yang selama bertahun-tahun bergantung pada impor sejumlah komoditas pangan menjadi negara yang mulai mampu melakukan ekspor.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selama bertahun-tahun, Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor terbesar untuk komoditas pangan seperti gandum, beras, dan jagung,&amp;rdquo; kata Prabowo.&#13;
&#13;
Menurutnya, kondisi tersebut kini mulai berubah seiring penguatan sektor pangan nasional. Indonesia bertekad untuk berkontribusi dalam menyediakan pangan bagi dunia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kini, kita telah menjadi negara pengekspor dan ke depan kita akan mampu meningkatkan kontribusi serta dukungan bagi dunia,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Prabowo juga mengungkap perubahan tersebut tidak hanya penting bagi ketahanan pangan dalam negeri di Indonesia, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk mengambil peran dalam rantai nilai global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini dapat menjadikan sektor pangan dan perdagangan komoditas biji-bijian sebagai sebuah peluang, sekaligus memperkuat posisi kita dalam rantai nilai global,&amp;rdquo; kata Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di hadapan para pemimpin negara BRICS, Prabowo juga menekankan pentingnya membangun konektivitas rantai pasok antarnegara anggota BRICS. Menurutnya, BRICS sebenarnya telah memiliki kekuatan rantai pasok yang besar.&#13;
&#13;
Tantangannya adalah bagaimana kekuatan tersebut dihubungkan dan dioptimalkan agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi seluruh negara anggota.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tugas kita adalah menghubungkan dan mengoptimalkannya, sehingga kekuatan yang sudah kita miliki ini dapat menghasilkan nilai yang lebih besar bagi kita semua,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Prabowo menawarkan langkah konkret berupa penguatan industrialisasi bersama di antara negara-negara BRICS.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena itu, izinkan saya menawarkan sesuatu yang konkret. Mari kita melakukan industrialisasi bersama. Mari kita mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas yang kita miliki bersama,&amp;rdquo; kata Prabowo.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
