<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Amran Lantik 3 Pejabat Bapanas, Beri Tugas Berantas Beras Fortifikasi Bermasalah </title><description>Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman melantik tiga pejabat baru pada Senin (14/9/2026).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/14/320/3242026/amran-lantik-3-pejabat-bapanas-beri-tugas-berantas-beras-fortifikasi-bermasalah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/14/320/3242026/amran-lantik-3-pejabat-bapanas-beri-tugas-berantas-beras-fortifikasi-bermasalah"/><item><title>Amran Lantik 3 Pejabat Bapanas, Beri Tugas Berantas Beras Fortifikasi Bermasalah </title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/14/320/3242026/amran-lantik-3-pejabat-bapanas-beri-tugas-berantas-beras-fortifikasi-bermasalah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/14/320/3242026/amran-lantik-3-pejabat-bapanas-beri-tugas-berantas-beras-fortifikasi-bermasalah</guid><pubDate>Senin 14 September 2026 18:03 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/14/320/3242026/mentan_amran-ilxI_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan Amran  (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/14/320/3242026/mentan_amran-ilxI_large.jpg</image><title>Mentan Amran  (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman melantik tiga pejabat baru pada Senin (14/9/2026).&#13;
&#13;
Adapun tiga pejabat tersebut antara lain Mayjen TNI (Purn) Ito Hediarto sebagai Sekretaris Utama, Brigjen Pol Hermawan sebagai Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Aulia Sofyan sebagai Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi.&#13;
&#13;
Amran meminta pejabat yang baru dilantik segera bekerja menjaga stabilitas harga pangan serta memberantas pelanggaran pada produk beras fortifikasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami beri tugas sederhana, tapi berat.Stabilkan harga. Kemudian, pelanggaran fortifikasi beras premium, itu dituntaskan. Ini enggak boleh. Kita harus jaga pangan kita dan jangan dipermainkan oknum-oknum tertentu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Amran mengungkap sebanyak 93 persen sampel beras fortifikasi yang diuji laboratorium tidak memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku. Temuan tersebut berasal dari pengawasan terhadap 178 sampel beras fortifikasi di 11 provinsi.&#13;
&#13;
Amran mengatakan, hasil pengujian menunjukkan sebagian besar produk yang mengklaim sebagai beras fortifikasi tidak memenuhi persyaratan kandungan gizi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masalahnya adalah sementara kita selidiki, tapi sesuai hasil lab, 93 persen yang kita cek fortifikasi melanggar. Bayangkan itu disampaikan bahwa fortifikasi ini beras bervitamin, ternyata tidak ada,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Amran menilai temuan tersebut menjadi persoalan serius karena sejumlah produk beras fortifikasi dipasarkan dengan harga jauh lebih tinggi dibandingkan beras biasa. Menurutnya, konsumen membeli produk dengan harapan memperoleh nilai tambah berupa kandungan vitamin dan mineral tertentu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Katakanlah harganya Rp 13.500, dijual dengan harga Rp 40.000. Kasihan ini konsumen,&amp;rdquo; tegas Amran.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, apabila produk dengan klaim fortifikasi dijual dengan harga jauh lebih tinggi tetapi tidak memenuhi kandungan gizi yang dipersyaratkan, konsumen berpotensi mengalami kerugian secara ekonomi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bayangkan per kilo selisih Rp 22.000 atau Rp 20.000 ini bukan harga keuntungan, tapi penipuan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain kandungan gizi, Bapanas juga menemukan persoalan pada pelabelan. Terdapat produk yang hanya mencantumkan dua jenis zat gizi pada kemasan meskipun dipasarkan dengan klaim sebagai beras yang diperkaya zat gizi.&#13;
&#13;
Adapun secara standar, beras fortifikasi wajib memenuhi ketentuan SNI 9372:2025 tentang Beras Fortifikasi. Dalam setiap 100 gram beras fortifikasi, ditetapkan kandungan vitamin B1 minimal 0,25 miligram, asam folat 0,25&amp;ndash;0,38 miligram, vitamin B12 1,0&amp;ndash;1,5 mikrogram, zat besi 3,50&amp;ndash;5,25 miligram, dan seng 3,0&amp;ndash;4,5 miligram.&#13;
&#13;
SNI 9372:2025 juga mengatur kesesuaian kandungan vitamin dan mineral dengan informasi yang tercantum pada label. Kandungan vitamin dan mineral dalam produk sekurang-kurangnya harus mencapai 80 persen dari nilai yang dicantumkan pada label, sementara kandungan mineral seperti zat besi dan seng tidak boleh melebihi 120 persen dari nilai yang tertera pada label.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman melantik tiga pejabat baru pada Senin (14/9/2026).&#13;
&#13;
Adapun tiga pejabat tersebut antara lain Mayjen TNI (Purn) Ito Hediarto sebagai Sekretaris Utama, Brigjen Pol Hermawan sebagai Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Aulia Sofyan sebagai Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi.&#13;
&#13;
Amran meminta pejabat yang baru dilantik segera bekerja menjaga stabilitas harga pangan serta memberantas pelanggaran pada produk beras fortifikasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami beri tugas sederhana, tapi berat.Stabilkan harga. Kemudian, pelanggaran fortifikasi beras premium, itu dituntaskan. Ini enggak boleh. Kita harus jaga pangan kita dan jangan dipermainkan oknum-oknum tertentu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Amran mengungkap sebanyak 93 persen sampel beras fortifikasi yang diuji laboratorium tidak memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku. Temuan tersebut berasal dari pengawasan terhadap 178 sampel beras fortifikasi di 11 provinsi.&#13;
&#13;
Amran mengatakan, hasil pengujian menunjukkan sebagian besar produk yang mengklaim sebagai beras fortifikasi tidak memenuhi persyaratan kandungan gizi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masalahnya adalah sementara kita selidiki, tapi sesuai hasil lab, 93 persen yang kita cek fortifikasi melanggar. Bayangkan itu disampaikan bahwa fortifikasi ini beras bervitamin, ternyata tidak ada,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Amran menilai temuan tersebut menjadi persoalan serius karena sejumlah produk beras fortifikasi dipasarkan dengan harga jauh lebih tinggi dibandingkan beras biasa. Menurutnya, konsumen membeli produk dengan harapan memperoleh nilai tambah berupa kandungan vitamin dan mineral tertentu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Katakanlah harganya Rp 13.500, dijual dengan harga Rp 40.000. Kasihan ini konsumen,&amp;rdquo; tegas Amran.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, apabila produk dengan klaim fortifikasi dijual dengan harga jauh lebih tinggi tetapi tidak memenuhi kandungan gizi yang dipersyaratkan, konsumen berpotensi mengalami kerugian secara ekonomi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bayangkan per kilo selisih Rp 22.000 atau Rp 20.000 ini bukan harga keuntungan, tapi penipuan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain kandungan gizi, Bapanas juga menemukan persoalan pada pelabelan. Terdapat produk yang hanya mencantumkan dua jenis zat gizi pada kemasan meskipun dipasarkan dengan klaim sebagai beras yang diperkaya zat gizi.&#13;
&#13;
Adapun secara standar, beras fortifikasi wajib memenuhi ketentuan SNI 9372:2025 tentang Beras Fortifikasi. Dalam setiap 100 gram beras fortifikasi, ditetapkan kandungan vitamin B1 minimal 0,25 miligram, asam folat 0,25&amp;ndash;0,38 miligram, vitamin B12 1,0&amp;ndash;1,5 mikrogram, zat besi 3,50&amp;ndash;5,25 miligram, dan seng 3,0&amp;ndash;4,5 miligram.&#13;
&#13;
SNI 9372:2025 juga mengatur kesesuaian kandungan vitamin dan mineral dengan informasi yang tercantum pada label. Kandungan vitamin dan mineral dalam produk sekurang-kurangnya harus mencapai 80 persen dari nilai yang dicantumkan pada label, sementara kandungan mineral seperti zat besi dan seng tidak boleh melebihi 120 persen dari nilai yang tertera pada label.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
