<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai 31 Desember</title><description>Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga 31 Desember 2026.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/15/320/3242157/bahlil-jamin-harga-bbm-subsidi-tak-naik-sampai-31-desember</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/15/320/3242157/bahlil-jamin-harga-bbm-subsidi-tak-naik-sampai-31-desember"/><item><title>Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai 31 Desember</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/15/320/3242157/bahlil-jamin-harga-bbm-subsidi-tak-naik-sampai-31-desember</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/15/320/3242157/bahlil-jamin-harga-bbm-subsidi-tak-naik-sampai-31-desember</guid><pubDate>Selasa 15 September 2026 12:29 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/15/320/3242157/bahlil-kSIL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai 31 Desember (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/15/320/3242157/bahlil-kSIL_large.jpg</image><title>Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai 31 Desember (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga 31 Desember 2026. Meskipun harga minyak dunia diproyeksikan masih akan berfluktuasi hingga akhir tahun mendatang.&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan ketegangan di Timur Tengah yang membuat terhambatnya rantai pasok perdagangan minyak dunia akibat penutupan selat hormuz menjadi salah satu faktor yang mengerek harga minyak dunia. Hal tersebut turut membawa dampak terhadap beban fiskal pemerintah dalam penyediaan BBM subsidi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita sudah berkomitmen untuk harga (BBM) subsidi sampai 31 Desember berapapun harganya (minyak) di dunia, tidak akan kita naikkan,&amp;quot; ujar Bahlil dalam acara InTech SEA 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026).&#13;
&#13;
Bahlil memberikan gambaran bahwa harga minyak dunia saat ini telah mencapai USD106 dolar per barel. Sementara harga rerata acuan nasional dari Januari-September berada di kisaran USD85-90 dolar per barel. Adapun target dari APBN, lebih rendah lagi yaitu USD70 dolar per barel.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi bayangkan berapa subsidi kita. Saya katakan ke Presiden, energi ini urusan orang banyak. Kita harus mampu mengambil kebijakan, sekalipun kondisi global luar biasa, tapi kepastian harga harus kita jamin,&amp;quot; lanjut Bahlil.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pembengkakan beban subsidi ini juga ditambah lagi dengan kondisi lifting minyak di Indonesia yang terus mengalami penyusutan sejak puncaknya pada tahun 1996-1997 lalu. Lifting minyak Indonesia berada di posisi 600-610 barel per hari.&#13;
&#13;
Sementara kebutuhan minyak nasional per hari tembus 1,6 juta barel. Sehingga Pemerintah perlu melakukan impor minyak sekitar 1 juta barel per hari. Pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak dunia menjadi kombinasi yang berpotensi membebani APBN.&#13;
&#13;
Sementara penutupan selat hormuz, cukup berdampak terhadap pasokan minyak dalam negeri. Sebab 20-25 persen minyak yang masuk ke RI didatangkan dari timur tengah yang mana melewati selat hormuz. &amp;quot;Jadi begitu ditutup ada dua tantangannya, satu kepastian suplai dan harga,&amp;quot; kata Bahlil.&#13;
&#13;
Bahlil mengatakan, saat ini suplai minyak nasional dari timur tengah sekitar 20-25 persen telah mendapatkan penggantinya dari negara lain yang tidak melewati selat hormuz. Sehingga tantangan berikutnya setelah suplai adalah mengendalikan harganya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga 31 Desember 2026. Meskipun harga minyak dunia diproyeksikan masih akan berfluktuasi hingga akhir tahun mendatang.&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan ketegangan di Timur Tengah yang membuat terhambatnya rantai pasok perdagangan minyak dunia akibat penutupan selat hormuz menjadi salah satu faktor yang mengerek harga minyak dunia. Hal tersebut turut membawa dampak terhadap beban fiskal pemerintah dalam penyediaan BBM subsidi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita sudah berkomitmen untuk harga (BBM) subsidi sampai 31 Desember berapapun harganya (minyak) di dunia, tidak akan kita naikkan,&amp;quot; ujar Bahlil dalam acara InTech SEA 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026).&#13;
&#13;
Bahlil memberikan gambaran bahwa harga minyak dunia saat ini telah mencapai USD106 dolar per barel. Sementara harga rerata acuan nasional dari Januari-September berada di kisaran USD85-90 dolar per barel. Adapun target dari APBN, lebih rendah lagi yaitu USD70 dolar per barel.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi bayangkan berapa subsidi kita. Saya katakan ke Presiden, energi ini urusan orang banyak. Kita harus mampu mengambil kebijakan, sekalipun kondisi global luar biasa, tapi kepastian harga harus kita jamin,&amp;quot; lanjut Bahlil.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pembengkakan beban subsidi ini juga ditambah lagi dengan kondisi lifting minyak di Indonesia yang terus mengalami penyusutan sejak puncaknya pada tahun 1996-1997 lalu. Lifting minyak Indonesia berada di posisi 600-610 barel per hari.&#13;
&#13;
Sementara kebutuhan minyak nasional per hari tembus 1,6 juta barel. Sehingga Pemerintah perlu melakukan impor minyak sekitar 1 juta barel per hari. Pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak dunia menjadi kombinasi yang berpotensi membebani APBN.&#13;
&#13;
Sementara penutupan selat hormuz, cukup berdampak terhadap pasokan minyak dalam negeri. Sebab 20-25 persen minyak yang masuk ke RI didatangkan dari timur tengah yang mana melewati selat hormuz. &amp;quot;Jadi begitu ditutup ada dua tantangannya, satu kepastian suplai dan harga,&amp;quot; kata Bahlil.&#13;
&#13;
Bahlil mengatakan, saat ini suplai minyak nasional dari timur tengah sekitar 20-25 persen telah mendapatkan penggantinya dari negara lain yang tidak melewati selat hormuz. Sehingga tantangan berikutnya setelah suplai adalah mengendalikan harganya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
