<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transformasi Ekonomi Digital, Keamanan Siber Jadi Tantangan Utama</title><description>Kesadaran pekerja mengenai keamanan siber perlu diikuti dengan penyediaan perangkat dan sistem yang dapat mendukung penerapan keamanan dalam aktivitas kerja sehari-hari.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/16/320/3242438/transformasi-ekonomi-digital-keamanan-siber-jadi-tantangan-utama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/16/320/3242438/transformasi-ekonomi-digital-keamanan-siber-jadi-tantangan-utama"/><item><title>Transformasi Ekonomi Digital, Keamanan Siber Jadi Tantangan Utama</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/16/320/3242438/transformasi-ekonomi-digital-keamanan-siber-jadi-tantangan-utama</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/16/320/3242438/transformasi-ekonomi-digital-keamanan-siber-jadi-tantangan-utama</guid><pubDate>Rabu 16 September 2026 16:06 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/16/320/3242438/siber-JDmH_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Keamanan siber sangat perlu diperkuat secara menyeluruh. (Foto: Okezone.com/Medcity)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/16/320/3242438/siber-JDmH_large.jpg</image><title>Keamanan siber sangat perlu diperkuat secara menyeluruh. (Foto: Okezone.com/Medcity)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Keamanan siber sangat perlu diperkuat secara menyeluruh, tidak hanya dengan meningkatkan kesadaran sumber daya manusia (SDM), tetapi melalui dukungan teknologi, infrastruktur dan proses kerja yang terintegrasi.&#13;
&#13;
Direktur Digital Business PERURI Edwin Purwandesi menjelaskan, kesadaran pekerja mengenai keamanan siber perlu diikuti dengan penyediaan perangkat dan sistem yang dapat mendukung penerapan keamanan dalam aktivitas kerja sehari-hari.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau kita berikan awareness tapi tidak kita sediakan tools dan platform, awareness-nya akan kehilangan makna. Mari kita teruskan awareness, namun juga kita siapkan framework dan platform yang sesuai dan mendukung awareness tersebut,&amp;rdquo; ujar Edwin di Jakarta, Rabu (16/9/2026).&#13;
&#13;
Menurut Edwin, keamanan siber juga perlu diterapkan sejak tahap awal pengembangan sistem melalui pendekatan security by design. Dengan demikian, perlindungan sistem tidak sepenuhnya bergantung pada kepatuhan individu terhadap prosedur keamanan.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan pendekatan tersebut penting terutama ketika pekerja menghadapi kondisi mendesak yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kesalahan atau terlewatnya prosedur keamanan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Security by design menjadi penting karena kita tidak bisa selalu mengandalkan manusia untuk mengikuti seluruh prosedur dalam setiap kondisi,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Dalam penerapannya, setiap pengembangan sistem perlu melalui sejumlah tahapan pengujian sebelum digunakan. Proses tersebut mencakup pengujian kualitas, fungsi, hingga keamanan sebelum sistem masuk ke tahap produksi.&#13;
&#13;
Selain penguatan proses, pemanfaatan teknologi juga dinilai dapat membantu mengantisipasi risiko keamanan siber. PERURI mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan Large Risk Model (LRM) untuk membantu mendeteksi serta memprediksi potensi celah keamanan pada kode pemrograman.&#13;
&#13;
Edwin mengatakan kombinasi antara kesiapan SDM, teknologi, dan proses yang terintegrasi diperlukan untuk menghadapi meningkatnya risiko keamanan seiring dengan percepatan transformasi digital.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Awareness, teknologi, dan proses harus berjalan bersama. Ketiganya menjadi bagian penting agar keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi terintegrasi dalam setiap proses digital,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Keamanan siber sangat perlu diperkuat secara menyeluruh, tidak hanya dengan meningkatkan kesadaran sumber daya manusia (SDM), tetapi melalui dukungan teknologi, infrastruktur dan proses kerja yang terintegrasi.&#13;
&#13;
Direktur Digital Business PERURI Edwin Purwandesi menjelaskan, kesadaran pekerja mengenai keamanan siber perlu diikuti dengan penyediaan perangkat dan sistem yang dapat mendukung penerapan keamanan dalam aktivitas kerja sehari-hari.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau kita berikan awareness tapi tidak kita sediakan tools dan platform, awareness-nya akan kehilangan makna. Mari kita teruskan awareness, namun juga kita siapkan framework dan platform yang sesuai dan mendukung awareness tersebut,&amp;rdquo; ujar Edwin di Jakarta, Rabu (16/9/2026).&#13;
&#13;
Menurut Edwin, keamanan siber juga perlu diterapkan sejak tahap awal pengembangan sistem melalui pendekatan security by design. Dengan demikian, perlindungan sistem tidak sepenuhnya bergantung pada kepatuhan individu terhadap prosedur keamanan.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan pendekatan tersebut penting terutama ketika pekerja menghadapi kondisi mendesak yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kesalahan atau terlewatnya prosedur keamanan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Security by design menjadi penting karena kita tidak bisa selalu mengandalkan manusia untuk mengikuti seluruh prosedur dalam setiap kondisi,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Dalam penerapannya, setiap pengembangan sistem perlu melalui sejumlah tahapan pengujian sebelum digunakan. Proses tersebut mencakup pengujian kualitas, fungsi, hingga keamanan sebelum sistem masuk ke tahap produksi.&#13;
&#13;
Selain penguatan proses, pemanfaatan teknologi juga dinilai dapat membantu mengantisipasi risiko keamanan siber. PERURI mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan Large Risk Model (LRM) untuk membantu mendeteksi serta memprediksi potensi celah keamanan pada kode pemrograman.&#13;
&#13;
Edwin mengatakan kombinasi antara kesiapan SDM, teknologi, dan proses yang terintegrasi diperlukan untuk menghadapi meningkatnya risiko keamanan seiring dengan percepatan transformasi digital.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Awareness, teknologi, dan proses harus berjalan bersama. Ketiganya menjadi bagian penting agar keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi terintegrasi dalam setiap proses digital,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
