<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kementan Ungkap Alasan Harga Cabai dan Bawang Mahal</title><description>Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap sejumlah faktor yang membuat harga produk hortikultura seperti cabai hingga bawang tidak stabil. Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan, Freddy mengatakan ketidakpastian harga ini juga menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi petani.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/16/320/3242457/kementan-ungkap-alasan-harga-cabai-dan-bawang-mahal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/16/320/3242457/kementan-ungkap-alasan-harga-cabai-dan-bawang-mahal"/><item><title>Kementan Ungkap Alasan Harga Cabai dan Bawang Mahal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/16/320/3242457/kementan-ungkap-alasan-harga-cabai-dan-bawang-mahal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/16/320/3242457/kementan-ungkap-alasan-harga-cabai-dan-bawang-mahal</guid><pubDate>Rabu 16 September 2026 18:15 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/16/320/3242457/harga_cabai-AZ3r_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Harga Cabai (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/16/320/3242457/harga_cabai-AZ3r_large.png</image><title>Harga Cabai (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap sejumlah faktor yang membuat harga produk hortikultura seperti cabai hingga bawang tidak stabil. Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan, Freddy mengatakan ketidakpastian harga ini juga menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi petani.&#13;
&#13;
Freddy menjelaskan, persoalan tersebut tidak terlepas dari karakteristik usaha tani hortikultura yang masih didominasi petani individual. Di sisi lain, skala lahan yang kecil dan tidak adanya jadwal tanam turut membuat produksi dan pasokan menjadi kurang terencana.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketidakpastian itu disebabkan oleh karena pertama, petani di hortikultura masih dominannya individual. Terus lahan usahanya masih kecil-kecil di bawah 1 hektar, tidak terbuat jadwal tanam, sehingga ini yang membuat dia ketidakpastian,&amp;quot; terang Freddy dalam acara International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exposition (IDLEX) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (16/9/2026).&#13;
&#13;
Namun demikian, Kementan, kata Freddy terus mendorong hilirisasi agar petani hortikultura dapat meningkatkan kapasitas dan skala usahanya. Petani juga diarahkan untuk membangun pola usaha secara kolektif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi kami percaya Kementerian Pertanian berdasarkan arahan dan juga semangat dari Bapak Menteri Pertanian, kita sekarang mau mencoba membuat itu, hilirisasi bagaimana ini bisa naik kelas petani hortikultura pengembangan kapasitasnya. Bahwa tidak bisa bertani sendiri, dia harus kolektif,&amp;quot; lanjut Freddy.&#13;
&#13;
Menurutnya, kepastian permintaan dari pembeli atau buyer juga diperlukan sebelum petani menentukan jadwal produksi. Dengan mengetahui permintaan pasar, petani dapat menyesuaikan kualitas, kuantitas, hingga harga produk yang akan dihasilkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Harus ada kepastian permintaan dulu dari buyer, dari pembeli. Baru dia membuat jadwal tanam dan juga mengetahui kualitas, kuantitas, dan juga harga untuk pasar yang memang sudah diketahui,&amp;quot; ucap Freddy.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain persoalan harga, Kementan juga tengah menyiapkan sejumlah komoditas hortikultura yang menjadi fokus pengembangan. Salah satunya bawang putih yang diarahkan untuk mencapai swasembada melalui penguatan ketersediaan benih.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang kita mau memperkuat swasembada bibit benih, benih bawang putih. Jadi kita mau rencananya setelah benih kita banjir di Indonesia, 1 sampai 3 tahun ke depan, itu akan memperkuat fondasi kita nanti bisa swasembada bawang putih,&amp;quot; ungkap Freddy.&#13;
&#13;
Sementara untuk komoditas buah, pemerintah mendorong durian agar lebih berorientasi ekspor. Freddy mengatakan pengembangan varietas unggulan terus dilakukan agar durian Indonesia dapat bersaing dan diminati pasar luar negeri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang kedua, orientasi ekspor durian kita rajanya. Raja buah. Jadi ini sesuai arahan dari Bapak Presiden melalui Bapak Menteri Pertanian dan di kami, kalau di komoditas buah, kita ke diminta agar orientasi ekspornya durian,&amp;quot; tutup Freddy.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap sejumlah faktor yang membuat harga produk hortikultura seperti cabai hingga bawang tidak stabil. Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan, Freddy mengatakan ketidakpastian harga ini juga menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi petani.&#13;
&#13;
Freddy menjelaskan, persoalan tersebut tidak terlepas dari karakteristik usaha tani hortikultura yang masih didominasi petani individual. Di sisi lain, skala lahan yang kecil dan tidak adanya jadwal tanam turut membuat produksi dan pasokan menjadi kurang terencana.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketidakpastian itu disebabkan oleh karena pertama, petani di hortikultura masih dominannya individual. Terus lahan usahanya masih kecil-kecil di bawah 1 hektar, tidak terbuat jadwal tanam, sehingga ini yang membuat dia ketidakpastian,&amp;quot; terang Freddy dalam acara International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exposition (IDLEX) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (16/9/2026).&#13;
&#13;
Namun demikian, Kementan, kata Freddy terus mendorong hilirisasi agar petani hortikultura dapat meningkatkan kapasitas dan skala usahanya. Petani juga diarahkan untuk membangun pola usaha secara kolektif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi kami percaya Kementerian Pertanian berdasarkan arahan dan juga semangat dari Bapak Menteri Pertanian, kita sekarang mau mencoba membuat itu, hilirisasi bagaimana ini bisa naik kelas petani hortikultura pengembangan kapasitasnya. Bahwa tidak bisa bertani sendiri, dia harus kolektif,&amp;quot; lanjut Freddy.&#13;
&#13;
Menurutnya, kepastian permintaan dari pembeli atau buyer juga diperlukan sebelum petani menentukan jadwal produksi. Dengan mengetahui permintaan pasar, petani dapat menyesuaikan kualitas, kuantitas, hingga harga produk yang akan dihasilkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Harus ada kepastian permintaan dulu dari buyer, dari pembeli. Baru dia membuat jadwal tanam dan juga mengetahui kualitas, kuantitas, dan juga harga untuk pasar yang memang sudah diketahui,&amp;quot; ucap Freddy.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain persoalan harga, Kementan juga tengah menyiapkan sejumlah komoditas hortikultura yang menjadi fokus pengembangan. Salah satunya bawang putih yang diarahkan untuk mencapai swasembada melalui penguatan ketersediaan benih.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang kita mau memperkuat swasembada bibit benih, benih bawang putih. Jadi kita mau rencananya setelah benih kita banjir di Indonesia, 1 sampai 3 tahun ke depan, itu akan memperkuat fondasi kita nanti bisa swasembada bawang putih,&amp;quot; ungkap Freddy.&#13;
&#13;
Sementara untuk komoditas buah, pemerintah mendorong durian agar lebih berorientasi ekspor. Freddy mengatakan pengembangan varietas unggulan terus dilakukan agar durian Indonesia dapat bersaing dan diminati pasar luar negeri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang kedua, orientasi ekspor durian kita rajanya. Raja buah. Jadi ini sesuai arahan dari Bapak Presiden melalui Bapak Menteri Pertanian dan di kami, kalau di komoditas buah, kita ke diminta agar orientasi ekspornya durian,&amp;quot; tutup Freddy.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
