<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil Bakal Bikin Aturan Baru soal Beli BBM Subsidi</title><description>Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah tengah memformulasikan aturan baru terkait pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/16/320/3242459/bahlil-bakal-bikin-aturan-baru-soal-beli-bbm-subsidi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/16/320/3242459/bahlil-bakal-bikin-aturan-baru-soal-beli-bbm-subsidi"/><item><title>Bahlil Bakal Bikin Aturan Baru soal Beli BBM Subsidi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/16/320/3242459/bahlil-bakal-bikin-aturan-baru-soal-beli-bbm-subsidi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/16/320/3242459/bahlil-bakal-bikin-aturan-baru-soal-beli-bbm-subsidi</guid><pubDate>Rabu 16 September 2026 17:38 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/16/320/3242459/menteri_esdm_bahlil-1tFR_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/16/320/3242459/menteri_esdm_bahlil-1tFR_large.jpg</image><title>Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah tengah memformulasikan aturan baru terkait pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan, kebijakan tersebut disiapkan untuk mencegah peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi yang turut memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.&#13;
&#13;
Bahlil mengatakan peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan antrean pembelian BBM subsidi di sejumlah daerah, termasuk di Makassar, Sulawesi Selatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya memang kita lagi ada memformulasikan aturannya. Makanya dalam berbagai kesempatan kan saya menganjurkan agar saudara-saudara saya yang mampu, yang mobilnya bagus, tolonglah kita jangan sampai memakai BBM subsidi,&amp;quot; ujar Bahlil saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/9/2026).&#13;
&#13;
Menurut dia, pemerintah perlu mengatur konsumsi BBM subsidi agar penyalurannya tetap tepat sasaran. Bahlil juga meminta masyarakat yang dinilai mampu untuk tidak menggunakan BBM yang mendapatkan subsidi pemerintah.&#13;
&#13;
Selain perubahan pola konsumsi, Bahlil menyebut antrean BBM di Sulawesi Selatan terjadi karena sejumlah faktor lainnya. Dia mengindikasikan terdapat pihak-pihak yang sengaja mengantre di SPBU untuk kepentingan tertentu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian yang terjadi di Sulawesi Selatan kemarin itu menjadi antrian panjang karena banyak faktor. Salah satu di antaranya adalah ada memang pihak-pihak, kan teman-teman media kan udah punya data. Ngantri di pompa bensin hanya untuk, ya ada maksud lain lah kira-kira begitu,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sisi lain, Bahlil memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM secara nasional. Dia menyebut stok BBM nasional masih berada di atas batas minimal yang ditetapkan pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;BBM itu kan secara cadangan stok nasional kita kan dalam batas minimal nasional, 18-20 hari,&amp;quot; ujar Bahlil.&#13;
&#13;
Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Laode Sulaeman mengungkapkan pemerintah bersama aparat penegak hukum dan PT Pertamina (Persero) tengah menggali dugaan penimbunan BBM di Makassar.&#13;
&#13;
Laode mengatakan salah satu modus yang ditemukan adalah memodifikasi atau memperbesar kapasitas tangki kendaraan sehingga dapat menampung BBM dalam jumlah lebih besar dari kapasitas standar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya dia ngisi tapi tangkinya diperbesar, contohnya kayak gitu. Tangkinya ditambah yang harusnya kapasitasnya X, ditambah X plus 50%, X plus 75%. Contohnya gitu,&amp;quot; kata Laode.&#13;
&#13;
Pemerintah kini melakukan penelusuran terhadap dugaan praktik tersebut sebagai bagian dari upaya mengatasi antrean BBM subsidi sekaligus memastikan penyaluran BBM subsidi sesuai peruntukannya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah tengah memformulasikan aturan baru terkait pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan, kebijakan tersebut disiapkan untuk mencegah peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi yang turut memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.&#13;
&#13;
Bahlil mengatakan peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan antrean pembelian BBM subsidi di sejumlah daerah, termasuk di Makassar, Sulawesi Selatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya memang kita lagi ada memformulasikan aturannya. Makanya dalam berbagai kesempatan kan saya menganjurkan agar saudara-saudara saya yang mampu, yang mobilnya bagus, tolonglah kita jangan sampai memakai BBM subsidi,&amp;quot; ujar Bahlil saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/9/2026).&#13;
&#13;
Menurut dia, pemerintah perlu mengatur konsumsi BBM subsidi agar penyalurannya tetap tepat sasaran. Bahlil juga meminta masyarakat yang dinilai mampu untuk tidak menggunakan BBM yang mendapatkan subsidi pemerintah.&#13;
&#13;
Selain perubahan pola konsumsi, Bahlil menyebut antrean BBM di Sulawesi Selatan terjadi karena sejumlah faktor lainnya. Dia mengindikasikan terdapat pihak-pihak yang sengaja mengantre di SPBU untuk kepentingan tertentu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian yang terjadi di Sulawesi Selatan kemarin itu menjadi antrian panjang karena banyak faktor. Salah satu di antaranya adalah ada memang pihak-pihak, kan teman-teman media kan udah punya data. Ngantri di pompa bensin hanya untuk, ya ada maksud lain lah kira-kira begitu,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sisi lain, Bahlil memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM secara nasional. Dia menyebut stok BBM nasional masih berada di atas batas minimal yang ditetapkan pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;BBM itu kan secara cadangan stok nasional kita kan dalam batas minimal nasional, 18-20 hari,&amp;quot; ujar Bahlil.&#13;
&#13;
Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Laode Sulaeman mengungkapkan pemerintah bersama aparat penegak hukum dan PT Pertamina (Persero) tengah menggali dugaan penimbunan BBM di Makassar.&#13;
&#13;
Laode mengatakan salah satu modus yang ditemukan adalah memodifikasi atau memperbesar kapasitas tangki kendaraan sehingga dapat menampung BBM dalam jumlah lebih besar dari kapasitas standar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya dia ngisi tapi tangkinya diperbesar, contohnya kayak gitu. Tangkinya ditambah yang harusnya kapasitasnya X, ditambah X plus 50%, X plus 75%. Contohnya gitu,&amp;quot; kata Laode.&#13;
&#13;
Pemerintah kini melakukan penelusuran terhadap dugaan praktik tersebut sebagai bagian dari upaya mengatasi antrean BBM subsidi sekaligus memastikan penyaluran BBM subsidi sesuai peruntukannya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
