<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cek Bansos Pakai KTP, 4,33 Juta KPM Baru Masuk Setelah DTSEN Diperbarui</title><description>Pemerintah telah memperbarui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/17/320/3242534/cek-bansos-pakai-ktp-4-33-juta-kpm-baru-masuk-setelah-dtsen-diperbarui</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/17/320/3242534/cek-bansos-pakai-ktp-4-33-juta-kpm-baru-masuk-setelah-dtsen-diperbarui"/><item><title>Cek Bansos Pakai KTP, 4,33 Juta KPM Baru Masuk Setelah DTSEN Diperbarui</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/17/320/3242534/cek-bansos-pakai-ktp-4-33-juta-kpm-baru-masuk-setelah-dtsen-diperbarui</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/17/320/3242534/cek-bansos-pakai-ktp-4-33-juta-kpm-baru-masuk-setelah-dtsen-diperbarui</guid><pubDate>Kamis 17 September 2026 08:33 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/17/320/3242534/bansos-hQiv_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cek Bansos Pakai KTP, 4,33 Juta KPM Baru Masuk Setelah DTSEN Diperbarui. (Foto: Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/17/320/3242534/bansos-hQiv_large.jpg</image><title>Cek Bansos Pakai KTP, 4,33 Juta KPM Baru Masuk Setelah DTSEN Diperbarui. (Foto: Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA - Pengecekan bantuan sosial (bansos) menggunakan KTP menjadi salah satu cara masyarakat mengetahui status kepesertaan dan jenis bantuan yang diterima. Hal penting untuk diperiksa karena pemerintah telah memperbarui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang mencatat 4,33 juta keluarga penerima manfaat (KPM) baru masuk dalam program bansos.&#13;
&#13;
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan penambahan penerima tersebut menunjukkan dampak pemutakhiran data terhadap penyaluran bansos. Menurut dia, DTSEN membantu pemerintah mengidentifikasi masyarakat yang sebelumnya belum tercatat sebagai penerima bantuan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sejak DTSEN diimplementasikan, tercatat 4,33 juta keluarga penerima manfaat baru pada program bansos,&amp;quot; ujar Qodari.&#13;
&#13;
Ia mencontohkan Mistam Rizwandi, warga Jawa Barat yang masuk desil 1 atau kelompok 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan terbawah. Sebelum penerapan DTSEN, Mistam tidak menerima bansos. Setelah data diperbarui, ia tercatat memperoleh Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako.&#13;
&#13;
Hal serupa dialami Juriah dari Kabupaten Brebes. Warga yang juga berada di desil 1 tersebut sebelumnya tidak menerima bansos. Setelah penerapan DTSEN, Juriah dapat memperoleh bantuan PKH dan sembako.&#13;
&#13;
&amp;quot;Peristiwa yang dialami Pak Mistam Rizwandi dan Ibu Juriah merupakan cerminan nyata akibat fragmentasi data antar-lembaga sebelum penerapan DTSEN. Dengan satu basis data yang terus diperbarui, pemerintah memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mengurangi warga yang terlewat sekaligus mencegah bantuan tidak tepat sasaran,&amp;quot; kata Qodari.&#13;
&#13;
Qodari menegaskan DTSEN bukan daftar otomatis seluruh penerima program pemerintah. DTSEN merupakan social registry, sedangkan penetapan penerima bantuan tetap dilakukan kementerian dan lembaga sesuai kriteria masing-masing program.&#13;
&#13;
Artinya, masyarakat yang ingin mengetahui status bansos tidak cukup hanya melihat data kependudukan. Status kepesertaan juga dipengaruhi pemeringkatan kesejahteraan dan kriteria program bantuan yang berlaku.&#13;
&#13;
Saat ini, masyarakat dapat melakukan pengecekan melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos atau lewat aplikasi resmi Cek Bansos&#13;
&#13;
Cara Cek Bansos Lewat Situs Web&#13;
&#13;
Buka laman resmi Cek Bansos Kemensos melalui browser di HP atau komputer.&#13;
&#13;
Masukkan data wilayah domisili, meliputi provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan.&#13;
&#13;
Masukkan nama lengkap sesuai KTP.&#13;
&#13;
Ketikkan empat huruf kode verifikasi (captcha) yang muncul di layar.&#13;
&#13;
Klik tombol Cari Data.&#13;
&#13;
Cara Cek Bansos Lewat Aplikasi HP&#13;
&#13;
Unduh aplikasi resmi Cek Bansos melalui Google Play Store.&#13;
&#13;
Buat akun baru dengan mendaftarkan nomor Kartu Keluarga (KK), NIK KTP, dan swafoto.&#13;
&#13;
Setelah berhasil login, pilih menu Cek Bansos di halaman utama.&#13;
&#13;
Masukkan data wilayah dan NIK sesuai KTP untuk melihat status kepesertaan serta jenis bantuan yang diterima.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pengecekan bantuan sosial (bansos) menggunakan KTP menjadi salah satu cara masyarakat mengetahui status kepesertaan dan jenis bantuan yang diterima. Hal penting untuk diperiksa karena pemerintah telah memperbarui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang mencatat 4,33 juta keluarga penerima manfaat (KPM) baru masuk dalam program bansos.&#13;
&#13;
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan penambahan penerima tersebut menunjukkan dampak pemutakhiran data terhadap penyaluran bansos. Menurut dia, DTSEN membantu pemerintah mengidentifikasi masyarakat yang sebelumnya belum tercatat sebagai penerima bantuan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sejak DTSEN diimplementasikan, tercatat 4,33 juta keluarga penerima manfaat baru pada program bansos,&amp;quot; ujar Qodari.&#13;
&#13;
Ia mencontohkan Mistam Rizwandi, warga Jawa Barat yang masuk desil 1 atau kelompok 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan terbawah. Sebelum penerapan DTSEN, Mistam tidak menerima bansos. Setelah data diperbarui, ia tercatat memperoleh Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako.&#13;
&#13;
Hal serupa dialami Juriah dari Kabupaten Brebes. Warga yang juga berada di desil 1 tersebut sebelumnya tidak menerima bansos. Setelah penerapan DTSEN, Juriah dapat memperoleh bantuan PKH dan sembako.&#13;
&#13;
&amp;quot;Peristiwa yang dialami Pak Mistam Rizwandi dan Ibu Juriah merupakan cerminan nyata akibat fragmentasi data antar-lembaga sebelum penerapan DTSEN. Dengan satu basis data yang terus diperbarui, pemerintah memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mengurangi warga yang terlewat sekaligus mencegah bantuan tidak tepat sasaran,&amp;quot; kata Qodari.&#13;
&#13;
Qodari menegaskan DTSEN bukan daftar otomatis seluruh penerima program pemerintah. DTSEN merupakan social registry, sedangkan penetapan penerima bantuan tetap dilakukan kementerian dan lembaga sesuai kriteria masing-masing program.&#13;
&#13;
Artinya, masyarakat yang ingin mengetahui status bansos tidak cukup hanya melihat data kependudukan. Status kepesertaan juga dipengaruhi pemeringkatan kesejahteraan dan kriteria program bantuan yang berlaku.&#13;
&#13;
Saat ini, masyarakat dapat melakukan pengecekan melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos atau lewat aplikasi resmi Cek Bansos&#13;
&#13;
Cara Cek Bansos Lewat Situs Web&#13;
&#13;
Buka laman resmi Cek Bansos Kemensos melalui browser di HP atau komputer.&#13;
&#13;
Masukkan data wilayah domisili, meliputi provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan.&#13;
&#13;
Masukkan nama lengkap sesuai KTP.&#13;
&#13;
Ketikkan empat huruf kode verifikasi (captcha) yang muncul di layar.&#13;
&#13;
Klik tombol Cari Data.&#13;
&#13;
Cara Cek Bansos Lewat Aplikasi HP&#13;
&#13;
Unduh aplikasi resmi Cek Bansos melalui Google Play Store.&#13;
&#13;
Buat akun baru dengan mendaftarkan nomor Kartu Keluarga (KK), NIK KTP, dan swafoto.&#13;
&#13;
Setelah berhasil login, pilih menu Cek Bansos di halaman utama.&#13;
&#13;
Masukkan data wilayah dan NIK sesuai KTP untuk melihat status kepesertaan serta jenis bantuan yang diterima.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
