<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dari Bawah Bumi ke Era Digital, Elnusa Menggerakkan Energi Masa Depan</title><description>PT Elnusa Tbk (ELSA) berkembang menjadi perusahaan jasa energi terintegrasi yang menggabungkan teknologi, kompetensi, dan kemampuan eksekusi untuk menjawab kebutuhan industri energi yang terus berubah.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/17/320/3242605/dari-bawah-bumi-ke-era-digital-elnusa-menggerakkan-energi-masa-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/17/320/3242605/dari-bawah-bumi-ke-era-digital-elnusa-menggerakkan-energi-masa-depan"/><item><title>Dari Bawah Bumi ke Era Digital, Elnusa Menggerakkan Energi Masa Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/17/320/3242605/dari-bawah-bumi-ke-era-digital-elnusa-menggerakkan-energi-masa-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/17/320/3242605/dari-bawah-bumi-ke-era-digital-elnusa-menggerakkan-energi-masa-depan</guid><pubDate>Kamis 17 September 2026 13:58 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/17/320/3242605/elnusa-Oxn3_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dari Bawah Bumi ke Era Digital, Elnusa Menggerakkan Energi Masa Depan (Foto: Dokumentasi Elnusa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/17/320/3242605/elnusa-Oxn3_large.jpg</image><title>Dari Bawah Bumi ke Era Digital, Elnusa Menggerakkan Energi Masa Depan (Foto: Dokumentasi Elnusa)</title></images><description>JAKARTA - Energi tidak selalu dimulai dari sesuatu yang terlihat. Jauh di bawah permukaan bumi, tersimpan cadangan yang harus ditemukan.&#13;
&#13;
Di atasnya, terdapat ribuan aset yang harus dipetakan, dipantau, dan dijaga. Di antara keduanya, terbentang rantai panjang yang memastikan energi tetap mengalir hingga ke masyarakat.&#13;
&#13;
Di setiap mata rantai itu, teknologi memainkan peran yang semakin menentukan.&#13;
&#13;
Berangkat dari kompetensi jasa hulu migas, PT Elnusa Tbk (ELSA) berkembang menjadi perusahaan jasa energi terintegrasi yang menggabungkan teknologi, kompetensi, dan kemampuan eksekusi untuk menjawab kebutuhan industri energi yang terus berubah.&#13;
&#13;
Memasuki usia ke-57 tahun, perjalanan Elnusa menunjukkan satu benang merah: inovasi bukan sekadar proyek sesaat, melainkan DNA yang terus berevolusi mengikuti zaman.&#13;
&#13;
Corporate Secretary Elnusa Rustam Aji mengatakan, perjalanan panjang perusahaan tidak dapat dilepaskan dari kemampuan beradaptasi melalui teknologi dan penguatan kompetensi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;DNA inovasi telah menjadi bagian dari perjalanan Elnusa sejak perusahaan ini didirikan. Berangkat dari kompetensi inti di sektor hulu energi, Elnusa terus berkembang dengan memperkuat teknologi, sumber daya manusia, dan kapabilitas operasional untuk menghadirkan solusi yang semakin lengkap bagi industri energi,&amp;rdquo; ujar Rustam di Jakarta belum lama ini.&#13;
&#13;
Menurut dia, semangat tersebut terus dikembangkan melalui prinsip Rediscover, Innovate, Elevate untuk memastikan teknologi dan kompetensi yang dibangun perusahaan mampu menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, pemegang saham, dan Indonesia.&#13;
&#13;
Dari Membaca Perut Bumi ke Data Digital&#13;
&#13;
Jejak inovasi itu terlihat dari cara Elnusa membantu industri membaca potensi yang tersembunyi di bawah permukaan bumi.&#13;
&#13;
Kompetensi jasa hulu yang selama puluhan tahun menjadi fondasi perusahaan kini diperkuat dengan teknologi akuisisi data yang semakin maju.&#13;
&#13;
Pada 2026, Elnusa melanjutkan sejumlah pekerjaan seismic onshore dan offshore, antara lain Seismic Onshore 2D/3D Tedong, Seismic Onshore 3D Mangatal Juata, serta Seismic Offshore 3D Kandawulo.&#13;
&#13;
Teknologi menjadi pembeda penting dalam proses tersebut. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi akuisisi data seismik nirkabel Stryde yang memungkinkan kegiatan survei dilakukan secara lebih efektif dan efisien.&#13;
&#13;
Dari data tersebut, gambaran bawah permukaan dapat diperoleh secara lebih komprehensif untuk mendukung kegiatan eksplorasi dan pencarian sumber daya energi.&#13;
&#13;
Namun, jika teknologi membantu Elnusa membaca apa yang tersembunyi di bawah tanah, digitalisasi membantunya memahami apa yang berada di permukaan.&#13;
&#13;
Melalui Pertapixel, Elnusa mengintegrasikan drone, aerial mapping, Geographic Information System (GIS), LiDAR, cloud database, hingga pengembangan analisis berbasis Artificial Intelligence (AI).&#13;
&#13;
Data yang sebelumnya tersebar kemudian diolah menjadi informasi yang lebih mudah digunakan untuk pengambilan keputusan.&#13;
&#13;
Pertapixel mencakup layanan Aerial Mapping Service, Inspection, Surveillance and Facility Monitoring, serta Aerial Mapping Database System. Kapabilitas tersebut telah digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan digitalisasi aset di lingkungan Pertamina Group, mulai dari lahan, rumah dinas, terminal BBM, depot, SPBU, jalur pipa, fasilitas produksi, gedung, hingga berbagai infrastruktur pendukung.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan kapabilitas tersebut, Elnusa siap menjadi mitra strategis pelanggan dalam mendorong pengelolaan aset yang lebih efisien, aman, dan berbasis data,&amp;rdquo; kata Direktur Operasi Elnusa Andri Haribowo.&#13;
&#13;
Di titik ini, transformasi digital menemukan maknanya. Bukan sekadar memindahkan proses manual ke sistem digital, melainkan mengubah data menjadi dasar untuk mengambil keputusan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketika Chemical Jadi Teknologi Tingkatkan Produksi&#13;
&#13;
Teknologi juga dibutuhkan ketika minyak sudah ditemukan dan lapangan mulai berproduksi. Tantangannya kemudian berubah: bagaimana mempertahankan sekaligus meningkatkan perolehan dari aset yang telah ada.&#13;
&#13;
Elnusa menjawab kebutuhan tersebut melalui pengembangan Integrated Chemical Services yang dijalankan melalui anak usahanya, PT Elnusa Petrofin.&#13;
&#13;
Portofolio tersebut mencakup specialty chemical, drilling fluid, fluid separation, flow assurance, asset integrity assurance, water treatment, hingga Enhanced Oil Recovery (EOR).&#13;
&#13;
Salah satu pengembangannya adalah Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) melalui kolaborasi dengan Pertamina Technology &amp;amp; Innovation (TI). Sinergi tersebut mempertemukan kemampuan riset dan pengembangan teknologi dengan kompetensi engineering serta implementasi operasional di lapangan.&#13;
&#13;
Perjalanan itu antara lain diwujudkan melalui Project CEOR Rama pada Juli 2026.&#13;
&#13;
Teknologi polymer flooding digunakan untuk membantu meningkatkan perolehan minyak dari aset yang telah berproduksi. Bagi industri hulu, teknologi semacam ini menjadi bagian dari upaya memperpanjang produktivitas aset sekaligus mengoptimalkan sumber daya yang telah tersedia.&#13;
&#13;
Di balik teknologi tersebut terdapat pekerjaan yang lebih mendasar. Sebelum minyak dapat dioptimalkan perolehannya, sumur harus dibor dengan presisi dan aman.&#13;
&#13;
Research &amp;amp; Development Specialty &amp;amp; Refinery Chemical Elnusa Ihsan Arifin menjelaskan, bisnis Chemicals memiliki tiga lini utama, yakni Drilling Fluid Chemicals, Specialty Chemicals, dan Enhanced Oil Recovery (EOR).&#13;
&#13;
Ketiganya bekerja pada tahapan berbeda dalam perjalanan minyak dari dalam bumi hingga menjadi energi yang digunakan masyarakat.&#13;
&#13;
Pada tahap pengeboran, misalnya, diperlukan drilling fluid atau lumpur pemboran. Berbeda dengan sumur air, sumur minyak memiliki kedalaman dan tekanan yang jauh lebih tinggi sehingga membutuhkan lumpur dengan formulasi khusus.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Lumpur ini punya spesifikasi khusus, yang ternyata tidak sembarangan. Dan di sinilah lumpur ini diformulasikan atau dibuat,&amp;rdquo; kata Ihsan.&#13;
&#13;
Kapabilitas tersebut turut mendukung milestone operational excellence dalam perjalanan lima tahun alih kelola sejumlah Wilayah Kerja Rokan oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR), termasuk proyek CEOR di Sumatra Light North dan Sumatra Light South.&#13;
&#13;
Bagi Elnusa, rangkaian teknologi tersebut menunjukkan bahwa inovasi tidak berhenti ketika cadangan ditemukan. Inovasi justru terus dibutuhkan untuk menjaga agar sumber daya yang telah ditemukan dapat memberikan nilai lebih panjang.&#13;
&#13;
Rustam menilai integrasi berbagai kapabilitas dalam ekosistem Pertamina menjadi kekuatan penting perusahaan dalam menjawab kebutuhan industri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Target peningkatan produksi minyak nasional membutuhkan orkestrasi seluruh kapabilitas dalam ekosistem hulu. Elnusa mengambil peran melalui integrasi teknologi, kompetensi, dan eksekusi operasional agar setiap solusi yang kami hadirkan dapat memberikan kontribusi terukur terhadap peningkatan produktivitas aset,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mengubah Teknologi Menjadi Efisiensi&#13;
&#13;
Rangkaian inovasi tersebut kemudian bermuara pada satu tuntutan yang semakin penting dalam industri energi: bagaimana teknologi menghasilkan operasi yang lebih efisien tanpa mengorbankan keandalan dan keselamatan.&#13;
&#13;
Direktur Utama Elnusa Litta Ariesca menyatakan, Elnusa terus mengembangkan kompetensi, teknologi, dan inovasi untuk memastikan setiap pekerjaan memberikan nilai tambah bagi ketahanan energi dan mendukung Indonesia semakin mandiri.&#13;
&#13;
Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Elnusa mendukung kegiatan eksplorasi, produksi, pengembangan, hingga pemeliharaan aset hulu migas melalui kapabilitas jasa energi terintegrasi.&#13;
&#13;
Teknologi dan inovasi menjadi penggerak penting untuk meningkatkan efektivitas, produktivitas, dan efisiensi operasi. Elnusa mendorong digitalisasi, optimalisasi data, serta pengembangan solusi berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan industri yang semakin dinamis.&#13;
&#13;
Langkah tersebut sekaligus mendukung agenda Low-Cost Operator (LCO) di lingkungan Subholding Upstream Pertamina. Dengan pendekatan ini, teknologi tidak berhenti pada perubahan proses kerja, tetapi diarahkan untuk menghasilkan efisiensi dan nilai tambah.&#13;
&#13;
Litta mengungkapkan, arah transformasi perusahaan juga berfokus pada efisiensi biaya operasi sekaligus optimalisasi lapangan-lapangan marginal, termasuk sumur dengan cadangan terbatas yang membutuhkan kecermatan kalkulasi teknologi agar tetap ekonomis untuk dieksploitasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ke depan, kami akan fokus sebagai low-cost operator untuk menggarap lapangan marginal. Kami menargetkan kegiatan operasi bisa 15 persen hingga 20 persen, bahkan mencapai 25 persen lebih efisien dibandingkan operasi migas saat ini,&amp;rdquo; kata Litta.&#13;
&#13;
Dari sinilah teknologi bertemu dengan kepentingan yang lebih luas. Efisiensi operasi bukan hanya soal menekan biaya, tetapi juga menjaga agar aset energi tetap produktif dan mampu menopang keberlanjutan pasokan.&#13;
&#13;
Melalui dukungan terhadap rantai pasok dan operasional energi di berbagai wilayah Indonesia, Elnusa turut menjaga keberlangsungan aktivitas yang menjadi penggerak industri dan ekonomi.&#13;
&#13;
Kontribusi tersebut diperkuat melalui pertumbuhan bisnis, pengembangan sumber daya manusia, serta penerapan tata kelola dan prinsip keberlanjutan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Para Perwira Elnusa adalah kekuatan di balik keandalan operasi, layanan, dan inovasi yang kami hadirkan. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, keberanian untuk terus beradaptasi, serta komitmen terhadap keselamatan dan integritas, kami ingin seluruh Perwira Elnusa mengambil bagian dalam perjuangan membangun Indonesia yang semakin mandiri, menghadirkan manfaat yang lebih luas, dan menggerakkan kemakmuran bagi masyarakat,&amp;rdquo; tambah Litta.&#13;
&#13;
Teknologi Tidak Berhenti di Hulu&#13;
&#13;
Jika hulu adalah akar perjalanan Elnusa, teknologi membuat kapabilitas tersebut dapat menjalar ke berbagai mata rantai energi.&#13;
&#13;
Portofolio Elnusa kini mencakup jasa penunjang migas, engineering procurement construction (EPC), operation &amp;amp; maintenance, distribusi dan logistik energi, hingga solusi digital.&#13;
&#13;
Salah satu implementasinya terlihat pada pengembangan sistem Road Traffic Control (RTC).&#13;
&#13;
Sistem tersebut mengintegrasikan GPS, AI-based CCTV, data perjalanan, kondisi lalu lintas, serta perilaku pengemudi ke dalam sistem monitoring. Teknologi diarahkan untuk mendukung keselamatan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.&#13;
&#13;
Pada sisi infrastruktur energi, Elnusa juga mengerjakan pembangunan Fuel Terminal Palaran berkapasitas 37.500 kiloliter serta Terminal LPG Kolaka.&#13;
&#13;
Dengan demikian, inovasi tidak hanya hadir dalam bentuk perangkat digital. Ia juga hadir dalam engineering, pengelolaan aset, keselamatan, efisiensi operasi, hingga pembangunan infrastruktur yang memastikan energi dapat didistribusikan.&#13;
&#13;
Ketika Inovasi Berubah Menjadi Pertumbuhan&#13;
&#13;
Pada akhirnya, perjalanan teknologi harus dapat diterjemahkan menjadi kinerja.&#13;
&#13;
Hingga semester I-2026, Elnusa membukukan pendapatan Rp7,58 triliun dan laba bersih Rp435 miliar. Pada periode yang sama, nilai carry forward contract mencapai Rp18,8 triliun.&#13;
&#13;
Aktivitas operasional juga mencakup survei seismik 3D seluas 1.757,08 kilometer persegi, transportasi energi sebesar 14 juta kiloliter, serta distribusi BBM mencapai 1.918 ribu kiloliter.&#13;
&#13;
Angka-angka tersebut memperlihatkan bagaimana inovasi bergerak dari ruang pengembangan teknologi menuju aktivitas bisnis yang nyata.&#13;
&#13;
Bagi Elnusa, teknologi bukan hanya enabler, tetapi semakin ditempatkan sebagai sumber keunggulan kompetitif dan penciptaan nilai baru.&#13;
&#13;
Karena itu, strategi Technology and Innovation Edge menjadi bagian penting dari arah pertumbuhan perusahaan. Penguatan teknologi berjalan berdampingan dengan keunggulan operasional, efisiensi, kompetensi sumber daya manusia, dan kolaborasi lintas lini bisnis.&#13;
&#13;
Fondasi tersebut diperkuat dengan tata kelola. Sebagai perusahaan terbuka, Elnusa mencatatkan ACGS Assessment Score 96,66 dengan predikat Very Good.&#13;
&#13;
Bagi perusahaan yang telah melewati perjalanan lebih dari setengah abad, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar pertumbuhan tidak hanya berbicara mengenai angka, tetapi juga kepercayaan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
57 Tahun dan Babak Berikutnya&#13;
&#13;
57 tahun adalah perjalanan panjang bagi sebuah perusahaan. Namun, bagi Elnusa, usia tersebut bukan sekadar penanda waktu.&#13;
&#13;
Dari kemampuan membaca data seismik untuk menemukan potensi energi, mengembangkan teknologi digital untuk memetakan aset, menghadirkan chemical solution untuk meningkatkan perolehan minyak, hingga membangun sistem monitoring dan infrastruktur energi, Elnusa terus memperluas definisi mengenai apa yang dapat dilakukan teknologi.&#13;
&#13;
Perubahan itu sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah perusahaan dapat tumbuh tanpa meninggalkan kompetensi yang menjadi fondasinya.&#13;
&#13;
Hulu energi tetap menjadi akar. Teknologi menjadi penggerak. Inovasi menjadi cara untuk beradaptasi. Sementara kolaborasi membuka ruang bagi lahirnya solusi baru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami percaya bahwa keberlanjutan perusahaan dibangun melalui keseimbangan antara kinerja, inovasi, tata kelola, dan kepercayaan para pemangku kepentingan. Karena itu, Elnusa akan terus memperkuat kompetensi, mengembangkan teknologi, dan menghadirkan solusi yang relevan bagi industri energi, sekaligus memastikan setiap langkah pertumbuhan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,&amp;rdquo; tutur Rustam.&#13;
&#13;
Memasuki babak berikutnya, Elnusa membawa modal yang sama sekaligus terus diperbarui: pengalaman 57 tahun, kompetensi energi, teknologi yang berkembang, dan keberanian untuk menemukan cara baru.&#13;
&#13;
Dari bawah bumi tempat energi ditemukan, hingga ruang digital tempat data diolah menjadi keputusan, perjalanan Elnusa menunjukkan bahwa teknologi terus mengubah cara energi ditemukan, dikelola, dan digerakkan.&#13;
&#13;
57 tahun mungkin menjadi penanda perjalanan. Namun, bagi Elnusa, babak berikutnya adalah tentang bagaimana pengalaman terus diubah menjadi kemampuan baru, inovasi menjadi nilai, dan teknologi menjadi energi bagi masa depan Indonesia.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Energi tidak selalu dimulai dari sesuatu yang terlihat. Jauh di bawah permukaan bumi, tersimpan cadangan yang harus ditemukan.&#13;
&#13;
Di atasnya, terdapat ribuan aset yang harus dipetakan, dipantau, dan dijaga. Di antara keduanya, terbentang rantai panjang yang memastikan energi tetap mengalir hingga ke masyarakat.&#13;
&#13;
Di setiap mata rantai itu, teknologi memainkan peran yang semakin menentukan.&#13;
&#13;
Berangkat dari kompetensi jasa hulu migas, PT Elnusa Tbk (ELSA) berkembang menjadi perusahaan jasa energi terintegrasi yang menggabungkan teknologi, kompetensi, dan kemampuan eksekusi untuk menjawab kebutuhan industri energi yang terus berubah.&#13;
&#13;
Memasuki usia ke-57 tahun, perjalanan Elnusa menunjukkan satu benang merah: inovasi bukan sekadar proyek sesaat, melainkan DNA yang terus berevolusi mengikuti zaman.&#13;
&#13;
Corporate Secretary Elnusa Rustam Aji mengatakan, perjalanan panjang perusahaan tidak dapat dilepaskan dari kemampuan beradaptasi melalui teknologi dan penguatan kompetensi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;DNA inovasi telah menjadi bagian dari perjalanan Elnusa sejak perusahaan ini didirikan. Berangkat dari kompetensi inti di sektor hulu energi, Elnusa terus berkembang dengan memperkuat teknologi, sumber daya manusia, dan kapabilitas operasional untuk menghadirkan solusi yang semakin lengkap bagi industri energi,&amp;rdquo; ujar Rustam di Jakarta belum lama ini.&#13;
&#13;
Menurut dia, semangat tersebut terus dikembangkan melalui prinsip Rediscover, Innovate, Elevate untuk memastikan teknologi dan kompetensi yang dibangun perusahaan mampu menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, pemegang saham, dan Indonesia.&#13;
&#13;
Dari Membaca Perut Bumi ke Data Digital&#13;
&#13;
Jejak inovasi itu terlihat dari cara Elnusa membantu industri membaca potensi yang tersembunyi di bawah permukaan bumi.&#13;
&#13;
Kompetensi jasa hulu yang selama puluhan tahun menjadi fondasi perusahaan kini diperkuat dengan teknologi akuisisi data yang semakin maju.&#13;
&#13;
Pada 2026, Elnusa melanjutkan sejumlah pekerjaan seismic onshore dan offshore, antara lain Seismic Onshore 2D/3D Tedong, Seismic Onshore 3D Mangatal Juata, serta Seismic Offshore 3D Kandawulo.&#13;
&#13;
Teknologi menjadi pembeda penting dalam proses tersebut. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi akuisisi data seismik nirkabel Stryde yang memungkinkan kegiatan survei dilakukan secara lebih efektif dan efisien.&#13;
&#13;
Dari data tersebut, gambaran bawah permukaan dapat diperoleh secara lebih komprehensif untuk mendukung kegiatan eksplorasi dan pencarian sumber daya energi.&#13;
&#13;
Namun, jika teknologi membantu Elnusa membaca apa yang tersembunyi di bawah tanah, digitalisasi membantunya memahami apa yang berada di permukaan.&#13;
&#13;
Melalui Pertapixel, Elnusa mengintegrasikan drone, aerial mapping, Geographic Information System (GIS), LiDAR, cloud database, hingga pengembangan analisis berbasis Artificial Intelligence (AI).&#13;
&#13;
Data yang sebelumnya tersebar kemudian diolah menjadi informasi yang lebih mudah digunakan untuk pengambilan keputusan.&#13;
&#13;
Pertapixel mencakup layanan Aerial Mapping Service, Inspection, Surveillance and Facility Monitoring, serta Aerial Mapping Database System. Kapabilitas tersebut telah digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan digitalisasi aset di lingkungan Pertamina Group, mulai dari lahan, rumah dinas, terminal BBM, depot, SPBU, jalur pipa, fasilitas produksi, gedung, hingga berbagai infrastruktur pendukung.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan kapabilitas tersebut, Elnusa siap menjadi mitra strategis pelanggan dalam mendorong pengelolaan aset yang lebih efisien, aman, dan berbasis data,&amp;rdquo; kata Direktur Operasi Elnusa Andri Haribowo.&#13;
&#13;
Di titik ini, transformasi digital menemukan maknanya. Bukan sekadar memindahkan proses manual ke sistem digital, melainkan mengubah data menjadi dasar untuk mengambil keputusan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketika Chemical Jadi Teknologi Tingkatkan Produksi&#13;
&#13;
Teknologi juga dibutuhkan ketika minyak sudah ditemukan dan lapangan mulai berproduksi. Tantangannya kemudian berubah: bagaimana mempertahankan sekaligus meningkatkan perolehan dari aset yang telah ada.&#13;
&#13;
Elnusa menjawab kebutuhan tersebut melalui pengembangan Integrated Chemical Services yang dijalankan melalui anak usahanya, PT Elnusa Petrofin.&#13;
&#13;
Portofolio tersebut mencakup specialty chemical, drilling fluid, fluid separation, flow assurance, asset integrity assurance, water treatment, hingga Enhanced Oil Recovery (EOR).&#13;
&#13;
Salah satu pengembangannya adalah Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) melalui kolaborasi dengan Pertamina Technology &amp;amp; Innovation (TI). Sinergi tersebut mempertemukan kemampuan riset dan pengembangan teknologi dengan kompetensi engineering serta implementasi operasional di lapangan.&#13;
&#13;
Perjalanan itu antara lain diwujudkan melalui Project CEOR Rama pada Juli 2026.&#13;
&#13;
Teknologi polymer flooding digunakan untuk membantu meningkatkan perolehan minyak dari aset yang telah berproduksi. Bagi industri hulu, teknologi semacam ini menjadi bagian dari upaya memperpanjang produktivitas aset sekaligus mengoptimalkan sumber daya yang telah tersedia.&#13;
&#13;
Di balik teknologi tersebut terdapat pekerjaan yang lebih mendasar. Sebelum minyak dapat dioptimalkan perolehannya, sumur harus dibor dengan presisi dan aman.&#13;
&#13;
Research &amp;amp; Development Specialty &amp;amp; Refinery Chemical Elnusa Ihsan Arifin menjelaskan, bisnis Chemicals memiliki tiga lini utama, yakni Drilling Fluid Chemicals, Specialty Chemicals, dan Enhanced Oil Recovery (EOR).&#13;
&#13;
Ketiganya bekerja pada tahapan berbeda dalam perjalanan minyak dari dalam bumi hingga menjadi energi yang digunakan masyarakat.&#13;
&#13;
Pada tahap pengeboran, misalnya, diperlukan drilling fluid atau lumpur pemboran. Berbeda dengan sumur air, sumur minyak memiliki kedalaman dan tekanan yang jauh lebih tinggi sehingga membutuhkan lumpur dengan formulasi khusus.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Lumpur ini punya spesifikasi khusus, yang ternyata tidak sembarangan. Dan di sinilah lumpur ini diformulasikan atau dibuat,&amp;rdquo; kata Ihsan.&#13;
&#13;
Kapabilitas tersebut turut mendukung milestone operational excellence dalam perjalanan lima tahun alih kelola sejumlah Wilayah Kerja Rokan oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR), termasuk proyek CEOR di Sumatra Light North dan Sumatra Light South.&#13;
&#13;
Bagi Elnusa, rangkaian teknologi tersebut menunjukkan bahwa inovasi tidak berhenti ketika cadangan ditemukan. Inovasi justru terus dibutuhkan untuk menjaga agar sumber daya yang telah ditemukan dapat memberikan nilai lebih panjang.&#13;
&#13;
Rustam menilai integrasi berbagai kapabilitas dalam ekosistem Pertamina menjadi kekuatan penting perusahaan dalam menjawab kebutuhan industri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Target peningkatan produksi minyak nasional membutuhkan orkestrasi seluruh kapabilitas dalam ekosistem hulu. Elnusa mengambil peran melalui integrasi teknologi, kompetensi, dan eksekusi operasional agar setiap solusi yang kami hadirkan dapat memberikan kontribusi terukur terhadap peningkatan produktivitas aset,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mengubah Teknologi Menjadi Efisiensi&#13;
&#13;
Rangkaian inovasi tersebut kemudian bermuara pada satu tuntutan yang semakin penting dalam industri energi: bagaimana teknologi menghasilkan operasi yang lebih efisien tanpa mengorbankan keandalan dan keselamatan.&#13;
&#13;
Direktur Utama Elnusa Litta Ariesca menyatakan, Elnusa terus mengembangkan kompetensi, teknologi, dan inovasi untuk memastikan setiap pekerjaan memberikan nilai tambah bagi ketahanan energi dan mendukung Indonesia semakin mandiri.&#13;
&#13;
Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Elnusa mendukung kegiatan eksplorasi, produksi, pengembangan, hingga pemeliharaan aset hulu migas melalui kapabilitas jasa energi terintegrasi.&#13;
&#13;
Teknologi dan inovasi menjadi penggerak penting untuk meningkatkan efektivitas, produktivitas, dan efisiensi operasi. Elnusa mendorong digitalisasi, optimalisasi data, serta pengembangan solusi berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan industri yang semakin dinamis.&#13;
&#13;
Langkah tersebut sekaligus mendukung agenda Low-Cost Operator (LCO) di lingkungan Subholding Upstream Pertamina. Dengan pendekatan ini, teknologi tidak berhenti pada perubahan proses kerja, tetapi diarahkan untuk menghasilkan efisiensi dan nilai tambah.&#13;
&#13;
Litta mengungkapkan, arah transformasi perusahaan juga berfokus pada efisiensi biaya operasi sekaligus optimalisasi lapangan-lapangan marginal, termasuk sumur dengan cadangan terbatas yang membutuhkan kecermatan kalkulasi teknologi agar tetap ekonomis untuk dieksploitasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ke depan, kami akan fokus sebagai low-cost operator untuk menggarap lapangan marginal. Kami menargetkan kegiatan operasi bisa 15 persen hingga 20 persen, bahkan mencapai 25 persen lebih efisien dibandingkan operasi migas saat ini,&amp;rdquo; kata Litta.&#13;
&#13;
Dari sinilah teknologi bertemu dengan kepentingan yang lebih luas. Efisiensi operasi bukan hanya soal menekan biaya, tetapi juga menjaga agar aset energi tetap produktif dan mampu menopang keberlanjutan pasokan.&#13;
&#13;
Melalui dukungan terhadap rantai pasok dan operasional energi di berbagai wilayah Indonesia, Elnusa turut menjaga keberlangsungan aktivitas yang menjadi penggerak industri dan ekonomi.&#13;
&#13;
Kontribusi tersebut diperkuat melalui pertumbuhan bisnis, pengembangan sumber daya manusia, serta penerapan tata kelola dan prinsip keberlanjutan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Para Perwira Elnusa adalah kekuatan di balik keandalan operasi, layanan, dan inovasi yang kami hadirkan. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, keberanian untuk terus beradaptasi, serta komitmen terhadap keselamatan dan integritas, kami ingin seluruh Perwira Elnusa mengambil bagian dalam perjuangan membangun Indonesia yang semakin mandiri, menghadirkan manfaat yang lebih luas, dan menggerakkan kemakmuran bagi masyarakat,&amp;rdquo; tambah Litta.&#13;
&#13;
Teknologi Tidak Berhenti di Hulu&#13;
&#13;
Jika hulu adalah akar perjalanan Elnusa, teknologi membuat kapabilitas tersebut dapat menjalar ke berbagai mata rantai energi.&#13;
&#13;
Portofolio Elnusa kini mencakup jasa penunjang migas, engineering procurement construction (EPC), operation &amp;amp; maintenance, distribusi dan logistik energi, hingga solusi digital.&#13;
&#13;
Salah satu implementasinya terlihat pada pengembangan sistem Road Traffic Control (RTC).&#13;
&#13;
Sistem tersebut mengintegrasikan GPS, AI-based CCTV, data perjalanan, kondisi lalu lintas, serta perilaku pengemudi ke dalam sistem monitoring. Teknologi diarahkan untuk mendukung keselamatan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.&#13;
&#13;
Pada sisi infrastruktur energi, Elnusa juga mengerjakan pembangunan Fuel Terminal Palaran berkapasitas 37.500 kiloliter serta Terminal LPG Kolaka.&#13;
&#13;
Dengan demikian, inovasi tidak hanya hadir dalam bentuk perangkat digital. Ia juga hadir dalam engineering, pengelolaan aset, keselamatan, efisiensi operasi, hingga pembangunan infrastruktur yang memastikan energi dapat didistribusikan.&#13;
&#13;
Ketika Inovasi Berubah Menjadi Pertumbuhan&#13;
&#13;
Pada akhirnya, perjalanan teknologi harus dapat diterjemahkan menjadi kinerja.&#13;
&#13;
Hingga semester I-2026, Elnusa membukukan pendapatan Rp7,58 triliun dan laba bersih Rp435 miliar. Pada periode yang sama, nilai carry forward contract mencapai Rp18,8 triliun.&#13;
&#13;
Aktivitas operasional juga mencakup survei seismik 3D seluas 1.757,08 kilometer persegi, transportasi energi sebesar 14 juta kiloliter, serta distribusi BBM mencapai 1.918 ribu kiloliter.&#13;
&#13;
Angka-angka tersebut memperlihatkan bagaimana inovasi bergerak dari ruang pengembangan teknologi menuju aktivitas bisnis yang nyata.&#13;
&#13;
Bagi Elnusa, teknologi bukan hanya enabler, tetapi semakin ditempatkan sebagai sumber keunggulan kompetitif dan penciptaan nilai baru.&#13;
&#13;
Karena itu, strategi Technology and Innovation Edge menjadi bagian penting dari arah pertumbuhan perusahaan. Penguatan teknologi berjalan berdampingan dengan keunggulan operasional, efisiensi, kompetensi sumber daya manusia, dan kolaborasi lintas lini bisnis.&#13;
&#13;
Fondasi tersebut diperkuat dengan tata kelola. Sebagai perusahaan terbuka, Elnusa mencatatkan ACGS Assessment Score 96,66 dengan predikat Very Good.&#13;
&#13;
Bagi perusahaan yang telah melewati perjalanan lebih dari setengah abad, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar pertumbuhan tidak hanya berbicara mengenai angka, tetapi juga kepercayaan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
57 Tahun dan Babak Berikutnya&#13;
&#13;
57 tahun adalah perjalanan panjang bagi sebuah perusahaan. Namun, bagi Elnusa, usia tersebut bukan sekadar penanda waktu.&#13;
&#13;
Dari kemampuan membaca data seismik untuk menemukan potensi energi, mengembangkan teknologi digital untuk memetakan aset, menghadirkan chemical solution untuk meningkatkan perolehan minyak, hingga membangun sistem monitoring dan infrastruktur energi, Elnusa terus memperluas definisi mengenai apa yang dapat dilakukan teknologi.&#13;
&#13;
Perubahan itu sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah perusahaan dapat tumbuh tanpa meninggalkan kompetensi yang menjadi fondasinya.&#13;
&#13;
Hulu energi tetap menjadi akar. Teknologi menjadi penggerak. Inovasi menjadi cara untuk beradaptasi. Sementara kolaborasi membuka ruang bagi lahirnya solusi baru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami percaya bahwa keberlanjutan perusahaan dibangun melalui keseimbangan antara kinerja, inovasi, tata kelola, dan kepercayaan para pemangku kepentingan. Karena itu, Elnusa akan terus memperkuat kompetensi, mengembangkan teknologi, dan menghadirkan solusi yang relevan bagi industri energi, sekaligus memastikan setiap langkah pertumbuhan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,&amp;rdquo; tutur Rustam.&#13;
&#13;
Memasuki babak berikutnya, Elnusa membawa modal yang sama sekaligus terus diperbarui: pengalaman 57 tahun, kompetensi energi, teknologi yang berkembang, dan keberanian untuk menemukan cara baru.&#13;
&#13;
Dari bawah bumi tempat energi ditemukan, hingga ruang digital tempat data diolah menjadi keputusan, perjalanan Elnusa menunjukkan bahwa teknologi terus mengubah cara energi ditemukan, dikelola, dan digerakkan.&#13;
&#13;
57 tahun mungkin menjadi penanda perjalanan. Namun, bagi Elnusa, babak berikutnya adalah tentang bagaimana pengalaman terus diubah menjadi kemampuan baru, inovasi menjadi nilai, dan teknologi menjadi energi bagi masa depan Indonesia.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
