<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Raih Akreditasi Green Climate Fund, IIF Dapat Akses Pendanaan Global</title><description>PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) memperoleh status Accredited Entity (AE) dari Green Climate Fund (GCF) per 1 Juli 2026.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/17/320/3242676/raih-akreditasi-green-climate-fund-iif-dapat-akses-pendanaan-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/17/320/3242676/raih-akreditasi-green-climate-fund-iif-dapat-akses-pendanaan-global"/><item><title>Raih Akreditasi Green Climate Fund, IIF Dapat Akses Pendanaan Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/17/320/3242676/raih-akreditasi-green-climate-fund-iif-dapat-akses-pendanaan-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/17/320/3242676/raih-akreditasi-green-climate-fund-iif-dapat-akses-pendanaan-global</guid><pubDate>Kamis 17 September 2026 18:38 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/17/320/3242676/iif-xocd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Raih Akreditasi Green Climate Fund, IFF Dapat Akses Pendanaan Global (Foto: Dokumentasi IIF)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/17/320/3242676/iif-xocd_large.jpg</image><title>Raih Akreditasi Green Climate Fund, IFF Dapat Akses Pendanaan Global (Foto: Dokumentasi IIF)</title></images><description>JAKARTA - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) memperoleh status Accredited Entity (AE) dari Green Climate Fund (GCF) per 1 Juli 2026. GCF merupakan dana iklim terbesar di dunia yang dibentuk di bawah United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).&#13;
&#13;
IIF kini dapat mengakses pendanaan GCF hingga USD250 juta per proposal untuk instrumen pinjaman dan penjaminan, serta hingga USD50 juta per proposal untuk instrumen penyertaan modal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Akses ini memungkinkan IIF untuk mengembangkan struktur pembiayaan yang inovatif, termasuk skema blended finance, guna meningkatkan kelayakan proyek dan mempercepat implementasi proyek infrastruktur hijau yang mendukung agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia.&#13;
&#13;
Presiden Direktur &amp;amp; CEO IIF Rizki Pribadi Hasan, menyampaikan bahwa akreditasi ini akan memperkuat kemampuan IIF dalam memberikan solusi yang lebih komprehensif bagi nasabah dan mitra proyek infrastruktur.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perolehan status accredited entity dari Green Climate Fund merupakan langkah strategis bagi IIF untuk memperluas akses terhadap sumber pendanaan global,&amp;quot; kata Rizki dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (17/9/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Akreditasi ini memperkuat kapasitas kami dalam menyediakan solusi pembiayaan yang lebih inovatif dan terintegrasi bagi nasabah dan mitra, guna membantu percepatan pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Capaian ini sejalan dengan kinerja bisnis IIF yang solid sepanjang tahun 2026. Hingga Agustus 2026, IIF telah membukukan 9 transaksi pembiayaan baru dengan total nilai Rp3,2 triliun di sektor-sektor strategis, meliputi kesehatan, kepelabuhanan dan logistik, energi terbarukan, telekomunikasi dan pusat data, serta pengelolaan limbah dan air.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada semester I-2026, IIF juga memperoleh 8 mandat advisory baru, termasuk keterlibatannya dalam program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)/Waste-to-Energy (WTE).&#13;
&#13;
Dari sisi pendanaan, IIF semakin memperkuat struktur pendanaannya melalui fasilitas pinjaman sebesar USD30 juta, fasilitas term loan &amp;amp; treasury line sebesar Rp500 miliar, serta penerbitan penawaran umum berkelanjutan obligasi perpetual tahap I sebesar Rp220 miliar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan dukungan dari para pemegang saham, regulator, lembaga keuangan, investor, dan mitra strategis, kami akan terus memperkuat peran IIF sebagai mitra pembangunan yang menjembatani kebutuhan infrastruktur Indonesia dengan sumber pendanaan dan keahlian global,&amp;rdquo; kata Rizki.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) memperoleh status Accredited Entity (AE) dari Green Climate Fund (GCF) per 1 Juli 2026. GCF merupakan dana iklim terbesar di dunia yang dibentuk di bawah United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).&#13;
&#13;
IIF kini dapat mengakses pendanaan GCF hingga USD250 juta per proposal untuk instrumen pinjaman dan penjaminan, serta hingga USD50 juta per proposal untuk instrumen penyertaan modal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Akses ini memungkinkan IIF untuk mengembangkan struktur pembiayaan yang inovatif, termasuk skema blended finance, guna meningkatkan kelayakan proyek dan mempercepat implementasi proyek infrastruktur hijau yang mendukung agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia.&#13;
&#13;
Presiden Direktur &amp;amp; CEO IIF Rizki Pribadi Hasan, menyampaikan bahwa akreditasi ini akan memperkuat kemampuan IIF dalam memberikan solusi yang lebih komprehensif bagi nasabah dan mitra proyek infrastruktur.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perolehan status accredited entity dari Green Climate Fund merupakan langkah strategis bagi IIF untuk memperluas akses terhadap sumber pendanaan global,&amp;quot; kata Rizki dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (17/9/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Akreditasi ini memperkuat kapasitas kami dalam menyediakan solusi pembiayaan yang lebih inovatif dan terintegrasi bagi nasabah dan mitra, guna membantu percepatan pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Capaian ini sejalan dengan kinerja bisnis IIF yang solid sepanjang tahun 2026. Hingga Agustus 2026, IIF telah membukukan 9 transaksi pembiayaan baru dengan total nilai Rp3,2 triliun di sektor-sektor strategis, meliputi kesehatan, kepelabuhanan dan logistik, energi terbarukan, telekomunikasi dan pusat data, serta pengelolaan limbah dan air.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada semester I-2026, IIF juga memperoleh 8 mandat advisory baru, termasuk keterlibatannya dalam program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)/Waste-to-Energy (WTE).&#13;
&#13;
Dari sisi pendanaan, IIF semakin memperkuat struktur pendanaannya melalui fasilitas pinjaman sebesar USD30 juta, fasilitas term loan &amp;amp; treasury line sebesar Rp500 miliar, serta penerbitan penawaran umum berkelanjutan obligasi perpetual tahap I sebesar Rp220 miliar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan dukungan dari para pemegang saham, regulator, lembaga keuangan, investor, dan mitra strategis, kami akan terus memperkuat peran IIF sebagai mitra pembangunan yang menjembatani kebutuhan infrastruktur Indonesia dengan sumber pendanaan dan keahlian global,&amp;rdquo; kata Rizki.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
