<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begini Upaya Indonesia Kembalikan Kejayaan Kelapa Lewat Hilirisasi</title><description>Pemerintah mendorong hilirisasi kelapa untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat industri pengolahan, dan menambah nilai ekonomi komoditas yang menjadi sumber penghidupan jutaan petani&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/18/320/3242810/begini-upaya-indonesia-kembalikan-kejayaan-kelapa-lewat-hilirisasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/18/320/3242810/begini-upaya-indonesia-kembalikan-kejayaan-kelapa-lewat-hilirisasi"/><item><title>Begini Upaya Indonesia Kembalikan Kejayaan Kelapa Lewat Hilirisasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/18/320/3242810/begini-upaya-indonesia-kembalikan-kejayaan-kelapa-lewat-hilirisasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/18/320/3242810/begini-upaya-indonesia-kembalikan-kejayaan-kelapa-lewat-hilirisasi</guid><pubDate>Jum'at 18 September 2026 14:03 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/18/320/3242810/kelapa-7jCa_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan kelapa merupakan komoditas strategis nasional yang memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat. (Foto: Okezone.com/Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/18/320/3242810/kelapa-7jCa_large.jpg</image><title>Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan kelapa merupakan komoditas strategis nasional yang memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat. (Foto: Okezone.com/Kementan)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Pemerintah mendorong hilirisasi kelapa untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat industri pengolahan, dan menambah nilai ekonomi komoditas yang menjadi sumber penghidupan jutaan petani. Upaya tersebut diarahkan untuk mengembangkan industri kelapa dari sektor hulu hingga hilir sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di wilayah perdesaan dan pesisir.&#13;
&#13;
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan kelapa merupakan komoditas strategis nasional yang memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kelapa adalah komoditas rakyat yang melibatkan jutaan petani. Pengembangannya harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, agar memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan petani,&amp;rdquo; ujar Amran.&#13;
&#13;
Pengembangan kelapa nasional masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain produktivitas yang cenderung stagnan di kisaran 1,1 ton kopra per hektare per tahun, penurunan produksi dan luas areal, tingginya jumlah tanaman tua dan rusak, keterbatasan benih unggul, serta rendahnya penerapan Good Agricultural Practices (GAP).&#13;
&#13;
Panjangya rantai pasok juga menjadi persoalan karena berdampak pada posisi tawar petani. Di sisi hilir, industri menghadapi tantangan pemenuhan bahan baku, diversifikasi produk, pemanfaatan inovasi, serta biaya logistik.&#13;
&#13;
Meski menghadapi berbagai kendala, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas kelapa. Luas areal kelapa nasional mencapai lebih dari 3,3 juta hektare dengan produksi sekitar 2,8 juta ton dan melibatkan lebih dari 5,5 juta keluarga petani.&#13;
&#13;
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga telah menyusun Peta Jalan Hilirisasi Kelapa 2025-2045. Peta jalan tersebut menjadi acuan untuk mengonsolidasikan pengembangan kelapa dari hulu hingga hilir.&#13;
&#13;
Dalam peta jalan tersebut, pemerintah mengidentifikasi sejumlah persoalan di sektor hulu, seperti rendahnya produktivitas, keterbatasan akses terhadap benih unggul, praktik budidaya yang masih tradisional, lemahnya organisasi petani, serta dampak perubahan iklim.&#13;
&#13;
Sementara di sektor hilir, tantangannya mencakup pemenuhan bahan baku untuk industri dalam negeri, diversifikasi produk melalui inovasi, dan tingginya biaya logistik.&#13;
&#13;
Peta jalan tersebut memuat sejumlah rencana aksi, antara lain peningkatan produktivitas melalui pertanian regeneratif, diversifikasi produk, serta penguatan riset dan inovasi kelapa. Pemerintah menargetkan konsolidasi berbagai program tersebut berlangsung pada periode 2025-2029 sebagai bagian dari upaya menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemasok utama kelapa dan produk turunannya di pasar global.&#13;
&#13;
Sejalan dengan agenda tersebut, PT Royal Agro Industri (RAI) memperkuat kapasitas pengolahan kelapa dengan menambah fasilitas produksi di sejumlah wilayah.&#13;
&#13;
CEO RAI Johanna mengatakan perusahaan mendatangkan mesin produksi baru dari Beyond, Tiongkok, yang akan ditempatkan di pabrik pengolahan kelapa milik perusahaan di Manado, Sulawesi Utara, Sampit, Kalimantan Tengah, serta pabrik baru yang tengah dibangun di Riau.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena permintaan hasil pengolahan kelapa di dunia terus meningkat, saat ini kami sedang membangun satu pabrik lagi di Riau, yakni PT Garuda Coco Industri,&amp;rdquo; kata Johanna kepada wartawan, Jumat (18/9/2026).&#13;
&#13;
RAI saat ini menaungi tiga pabrik pengolahan kelapa, yakni PT Dewa Agricoco Industri (DAI) di Halmahera, Maluku Utara, PT Tri Mustika Cocomanaesa di Manado, Sulawesi Utara, dan PT Samuda Coco Indonesia di Sampit, Kalimantan Tengah.&#13;
&#13;
Johanna mengatakan mesin baru tersebut akan digunakan untuk menambah jalur produksi di pabrik Manado dan Sampit. Sementara itu, mesin yang ditempatkan di Riau akan menjadi bagian dari fasilitas produksi pabrik baru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tahun depan, semua alat baru sudah bisa digunakan untuk produksi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dengan penambahan fasilitas tersebut, pabrik RAI di Riau diproyeksikan memiliki kapasitas pengolahan hingga 1 juta butir kelapa per hari. Pabrik Manado memiliki kapasitas sekitar 500.000 butir per hari, Sampit 350.000 butir, dan Halmahera 250.000 butir per hari.&#13;
&#13;
Dengan demikian, total kapasitas pengolahan empat pabrik RAI diproyeksikan mencapai lebih dari 2 juta butir kelapa per hari mulai 2027.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Artinya, PT RAI memiliki kapasitas untuk mengolah lebih dari 2 juta butir kelapa per hari,&amp;rdquo; kata Johanna.&#13;
&#13;
Peningkatan kapasitas tersebut juga akan digunakan untuk memperluas produksi sejumlah produk turunan kelapa, seperti desiccated coconut low fat, desiccated coconut high fat, santan, arang, cocofiber, cocopeat, dan crude coconut oil.&#13;
&#13;
Pemilik PT RAI Jerry Hermawan Lo mengatakan pengembangan industri pengolahan kelapa merupakan bagian dari upaya meningkatkan nilai ekonomi komoditas tersebut sebelum dipasarkan ke luar negeri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau dulu kelapa Indonesia diekspor dalam bentuk utuh atau kelapa bulat dengan harga murah, sekarang dengan pabrik ini kami bisa olah dulu sebelum diekspor. Tentu saja olahan kelapa memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi. Ini yang dinamakan hilirisasi kelapa,&amp;rdquo; kata Jerry.&#13;
&#13;
Menurut Jerry, pengolahan kelapa di dalam negeri dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka lapangan pekerjaan dan memperluas keterlibatan petani dalam rantai industri.&#13;
&#13;
Seiring dengan peningkatan kapasitas produksi, ketersediaan bahan baku menjadi salah satu faktor penting. RAI bekerja sama dengan petani kelapa di sejumlah daerah dan menjalankan program pendampingan serta pelatihan untuk meningkatkan produktivitas.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Pemerintah mendorong hilirisasi kelapa untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat industri pengolahan, dan menambah nilai ekonomi komoditas yang menjadi sumber penghidupan jutaan petani. Upaya tersebut diarahkan untuk mengembangkan industri kelapa dari sektor hulu hingga hilir sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di wilayah perdesaan dan pesisir.&#13;
&#13;
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan kelapa merupakan komoditas strategis nasional yang memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kelapa adalah komoditas rakyat yang melibatkan jutaan petani. Pengembangannya harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, agar memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan petani,&amp;rdquo; ujar Amran.&#13;
&#13;
Pengembangan kelapa nasional masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain produktivitas yang cenderung stagnan di kisaran 1,1 ton kopra per hektare per tahun, penurunan produksi dan luas areal, tingginya jumlah tanaman tua dan rusak, keterbatasan benih unggul, serta rendahnya penerapan Good Agricultural Practices (GAP).&#13;
&#13;
Panjangya rantai pasok juga menjadi persoalan karena berdampak pada posisi tawar petani. Di sisi hilir, industri menghadapi tantangan pemenuhan bahan baku, diversifikasi produk, pemanfaatan inovasi, serta biaya logistik.&#13;
&#13;
Meski menghadapi berbagai kendala, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas kelapa. Luas areal kelapa nasional mencapai lebih dari 3,3 juta hektare dengan produksi sekitar 2,8 juta ton dan melibatkan lebih dari 5,5 juta keluarga petani.&#13;
&#13;
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga telah menyusun Peta Jalan Hilirisasi Kelapa 2025-2045. Peta jalan tersebut menjadi acuan untuk mengonsolidasikan pengembangan kelapa dari hulu hingga hilir.&#13;
&#13;
Dalam peta jalan tersebut, pemerintah mengidentifikasi sejumlah persoalan di sektor hulu, seperti rendahnya produktivitas, keterbatasan akses terhadap benih unggul, praktik budidaya yang masih tradisional, lemahnya organisasi petani, serta dampak perubahan iklim.&#13;
&#13;
Sementara di sektor hilir, tantangannya mencakup pemenuhan bahan baku untuk industri dalam negeri, diversifikasi produk melalui inovasi, dan tingginya biaya logistik.&#13;
&#13;
Peta jalan tersebut memuat sejumlah rencana aksi, antara lain peningkatan produktivitas melalui pertanian regeneratif, diversifikasi produk, serta penguatan riset dan inovasi kelapa. Pemerintah menargetkan konsolidasi berbagai program tersebut berlangsung pada periode 2025-2029 sebagai bagian dari upaya menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemasok utama kelapa dan produk turunannya di pasar global.&#13;
&#13;
Sejalan dengan agenda tersebut, PT Royal Agro Industri (RAI) memperkuat kapasitas pengolahan kelapa dengan menambah fasilitas produksi di sejumlah wilayah.&#13;
&#13;
CEO RAI Johanna mengatakan perusahaan mendatangkan mesin produksi baru dari Beyond, Tiongkok, yang akan ditempatkan di pabrik pengolahan kelapa milik perusahaan di Manado, Sulawesi Utara, Sampit, Kalimantan Tengah, serta pabrik baru yang tengah dibangun di Riau.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena permintaan hasil pengolahan kelapa di dunia terus meningkat, saat ini kami sedang membangun satu pabrik lagi di Riau, yakni PT Garuda Coco Industri,&amp;rdquo; kata Johanna kepada wartawan, Jumat (18/9/2026).&#13;
&#13;
RAI saat ini menaungi tiga pabrik pengolahan kelapa, yakni PT Dewa Agricoco Industri (DAI) di Halmahera, Maluku Utara, PT Tri Mustika Cocomanaesa di Manado, Sulawesi Utara, dan PT Samuda Coco Indonesia di Sampit, Kalimantan Tengah.&#13;
&#13;
Johanna mengatakan mesin baru tersebut akan digunakan untuk menambah jalur produksi di pabrik Manado dan Sampit. Sementara itu, mesin yang ditempatkan di Riau akan menjadi bagian dari fasilitas produksi pabrik baru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tahun depan, semua alat baru sudah bisa digunakan untuk produksi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dengan penambahan fasilitas tersebut, pabrik RAI di Riau diproyeksikan memiliki kapasitas pengolahan hingga 1 juta butir kelapa per hari. Pabrik Manado memiliki kapasitas sekitar 500.000 butir per hari, Sampit 350.000 butir, dan Halmahera 250.000 butir per hari.&#13;
&#13;
Dengan demikian, total kapasitas pengolahan empat pabrik RAI diproyeksikan mencapai lebih dari 2 juta butir kelapa per hari mulai 2027.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Artinya, PT RAI memiliki kapasitas untuk mengolah lebih dari 2 juta butir kelapa per hari,&amp;rdquo; kata Johanna.&#13;
&#13;
Peningkatan kapasitas tersebut juga akan digunakan untuk memperluas produksi sejumlah produk turunan kelapa, seperti desiccated coconut low fat, desiccated coconut high fat, santan, arang, cocofiber, cocopeat, dan crude coconut oil.&#13;
&#13;
Pemilik PT RAI Jerry Hermawan Lo mengatakan pengembangan industri pengolahan kelapa merupakan bagian dari upaya meningkatkan nilai ekonomi komoditas tersebut sebelum dipasarkan ke luar negeri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau dulu kelapa Indonesia diekspor dalam bentuk utuh atau kelapa bulat dengan harga murah, sekarang dengan pabrik ini kami bisa olah dulu sebelum diekspor. Tentu saja olahan kelapa memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi. Ini yang dinamakan hilirisasi kelapa,&amp;rdquo; kata Jerry.&#13;
&#13;
Menurut Jerry, pengolahan kelapa di dalam negeri dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka lapangan pekerjaan dan memperluas keterlibatan petani dalam rantai industri.&#13;
&#13;
Seiring dengan peningkatan kapasitas produksi, ketersediaan bahan baku menjadi salah satu faktor penting. RAI bekerja sama dengan petani kelapa di sejumlah daerah dan menjalankan program pendampingan serta pelatihan untuk meningkatkan produktivitas.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
