<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DJP Tegaskan Tak Ada Kenaikan Tarif PPN di Era Menkeu Suahasil</title><description>Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan pemerintah tidak menyiapkan kebijakan kenaikan tarif PPN.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/19/320/3242996/djp-tegaskan-tak-ada-kenaikan-tarif-ppn-di-era-menkeu-suahasil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/19/320/3242996/djp-tegaskan-tak-ada-kenaikan-tarif-ppn-di-era-menkeu-suahasil"/><item><title>DJP Tegaskan Tak Ada Kenaikan Tarif PPN di Era Menkeu Suahasil</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/19/320/3242996/djp-tegaskan-tak-ada-kenaikan-tarif-ppn-di-era-menkeu-suahasil</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/19/320/3242996/djp-tegaskan-tak-ada-kenaikan-tarif-ppn-di-era-menkeu-suahasil</guid><pubDate>Sabtu 19 September 2026 11:42 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/19/320/3242996/pajak-4gL6_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memastikan tidak ada kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN). (Foto ;Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/19/320/3242996/pajak-4gL6_large.jpg</image><title>Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memastikan tidak ada kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN). (Foto ;Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memastikan tidak ada kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Suahasil Nazara.&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan pemerintah tidak menyiapkan kebijakan kenaikan tarif PPN.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Enggak ada (kenaikan PPN), enggak,&amp;rdquo; kata Bimo saat ditemui awak media seusai konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (18/9/2026).&#13;
&#13;
Di sisi lain, penerimaan pajak hingga Agustus 2026 mencapai Rp1.409,9 triliun. Angka tersebut tumbuh 24,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan setara dengan 59,8% dari target penerimaan pajak dalam APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun.&#13;
&#13;
Suahasil merinci, penerimaan tersebut berasal dari Pajak Penghasilan (PPh) nonmigas sebesar Rp722,2 triliun atau tumbuh 16,6%, PPh migas Rp39 triliun atau tumbuh 63,8%, serta PPN dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar Rp591,5 triliun atau tumbuh 38,9%.&#13;
&#13;
Sementara itu, penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak lainnya tercatat Rp56,4 triliun atau terkoreksi 15,7%.&#13;
&#13;
Menurut Suahasil, pertumbuhan penerimaan PPN dan PPnBM dipengaruhi oleh kuatnya konsumsi domestik dan aktivitas ekonomi nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertumbuhannya ada, transaksinya ada. Tadi di slide Anda lihat, permintaan semen itu tumbuh, permintaan listrik tumbuh, permintaan mobil dan motor tumbuh. Karena itu, pajak juga menerima,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Meski mencatatkan pertumbuhan positif hingga Agustus, penerimaan pajak sepanjang 2026 masih menghadapi potensi tidak mencapai target akhir tahun atau shortfall.&#13;
&#13;
Pemerintah memproyeksikan penerimaan pajak hingga akhir 2026 mencapai Rp2.310,8 triliun atau sekitar 98% dari target Rp2.357,7 triliun. Dengan demikian, terdapat potensi shortfall sekitar Rp46,9 triliun.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memastikan tidak ada kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Suahasil Nazara.&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan pemerintah tidak menyiapkan kebijakan kenaikan tarif PPN.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Enggak ada (kenaikan PPN), enggak,&amp;rdquo; kata Bimo saat ditemui awak media seusai konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (18/9/2026).&#13;
&#13;
Di sisi lain, penerimaan pajak hingga Agustus 2026 mencapai Rp1.409,9 triliun. Angka tersebut tumbuh 24,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan setara dengan 59,8% dari target penerimaan pajak dalam APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun.&#13;
&#13;
Suahasil merinci, penerimaan tersebut berasal dari Pajak Penghasilan (PPh) nonmigas sebesar Rp722,2 triliun atau tumbuh 16,6%, PPh migas Rp39 triliun atau tumbuh 63,8%, serta PPN dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar Rp591,5 triliun atau tumbuh 38,9%.&#13;
&#13;
Sementara itu, penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak lainnya tercatat Rp56,4 triliun atau terkoreksi 15,7%.&#13;
&#13;
Menurut Suahasil, pertumbuhan penerimaan PPN dan PPnBM dipengaruhi oleh kuatnya konsumsi domestik dan aktivitas ekonomi nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertumbuhannya ada, transaksinya ada. Tadi di slide Anda lihat, permintaan semen itu tumbuh, permintaan listrik tumbuh, permintaan mobil dan motor tumbuh. Karena itu, pajak juga menerima,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Meski mencatatkan pertumbuhan positif hingga Agustus, penerimaan pajak sepanjang 2026 masih menghadapi potensi tidak mencapai target akhir tahun atau shortfall.&#13;
&#13;
Pemerintah memproyeksikan penerimaan pajak hingga akhir 2026 mencapai Rp2.310,8 triliun atau sekitar 98% dari target Rp2.357,7 triliun. Dengan demikian, terdapat potensi shortfall sekitar Rp46,9 triliun.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
