<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengembangan Etanol Buka 8 Juta Lapangan Kerja</title><description>Pengembangan etanol tengah dikebut pemerintah sebagai bagian dari upaya mengejar kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/21/320/3243318/pengembangan-etanol-buka-8-juta-lapangan-kerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/21/320/3243318/pengembangan-etanol-buka-8-juta-lapangan-kerja"/><item><title>Pengembangan Etanol Buka 8 Juta Lapangan Kerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/21/320/3243318/pengembangan-etanol-buka-8-juta-lapangan-kerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/21/320/3243318/pengembangan-etanol-buka-8-juta-lapangan-kerja</guid><pubDate>Senin 21 September 2026 14:42 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/21/320/3243318/etanol-PVeF_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah memperkirakan pengembangan industri etanol nasional dapat membuka sedikitnya 8 juta lapangan kerja permanen. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/21/320/3243318/etanol-PVeF_large.jpg</image><title>Pemerintah memperkirakan pengembangan industri etanol nasional dapat membuka sedikitnya 8 juta lapangan kerja permanen. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah memperkirakan pengembangan industri etanol nasional dapat membuka sedikitnya 8 juta lapangan kerja permanen.&#13;
&#13;
Untuk diketahui, pengembangan etanol tengah dikebut pemerintah sebagai bagian dari upaya mengejar kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar.&#13;
&#13;
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan penciptaan lapangan kerja tersebut menjadi salah satu dampak dari pengembangan industri etanol secara masif di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau ini terjadi, minimal itu 8 juta tenaga kerja tercipta, dan tenaga kerja permanen. Hebat kan? Iya, hebat Indonesiaku. Sangat optimis, bisa,&amp;quot; katanya dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (21/9/2026).&#13;
&#13;
Amran mengungkapkan, pemerintah bakal membuka lahan baru seluas 1&amp;ndash;2 juta hektare untuk mendukung produksi etanol berbahan baku singkong, tebu, dan jagung.&#13;
&#13;
Ia mengatakan lahan tersebut diperlukan untuk mendukung produksi bahan bakar E20 pada 2029. Ia menyebut pemerintah akan mengonsolidasikan penyediaan lahan bersama pemerintah daerah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang pangan selesai, protein sudah selesai. Sekarang etanol kita kejar. Etanol ini butuh lahan 1 sampai 2 juta hektare dengan tiga komoditas strategis. Insyaallah kita akan bangun pabriknya. Kita gerakan masif seluruh Indonesia,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Amran menyebut, pengembangan etanol dalam jangka panjang ditargetkan hingga E50. Ia memperkirakan penerapan E50 bersama B50 berpotensi menghemat devisa hingga US$30 miliar atau sekitar Rp500 triliun per tahun apabila seluruh target dapat terealisasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mimpi kita adalah B50 sudah jadi kenyataan. Tidak impor solar kan sekarang? Insyaallah ke depan E50. Nilai kita bisa hemat kalau seluruhnya bisa selesai E50 dengan B50 itu US$30 miliar. Artinya kurang lebih Rp500 triliun per tahun kita hemat devisa kita,&amp;quot; kata Amran.&#13;
&#13;
Adapun untuk mendukung produksi tersebut, pemerintah, kata Amran, akan menggunakan skema pendanaan pembangunan dari BUMN sebesar 30 persen dan swasta 70 persen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Anggarannya mungkin 30 persen dari BUMN, 70 persen dari swasta. Dan pasti swasta mau, karena tanahnya disiapkan oleh negara,&amp;quot; pungkas Amran.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah memperkirakan pengembangan industri etanol nasional dapat membuka sedikitnya 8 juta lapangan kerja permanen.&#13;
&#13;
Untuk diketahui, pengembangan etanol tengah dikebut pemerintah sebagai bagian dari upaya mengejar kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar.&#13;
&#13;
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan penciptaan lapangan kerja tersebut menjadi salah satu dampak dari pengembangan industri etanol secara masif di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau ini terjadi, minimal itu 8 juta tenaga kerja tercipta, dan tenaga kerja permanen. Hebat kan? Iya, hebat Indonesiaku. Sangat optimis, bisa,&amp;quot; katanya dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (21/9/2026).&#13;
&#13;
Amran mengungkapkan, pemerintah bakal membuka lahan baru seluas 1&amp;ndash;2 juta hektare untuk mendukung produksi etanol berbahan baku singkong, tebu, dan jagung.&#13;
&#13;
Ia mengatakan lahan tersebut diperlukan untuk mendukung produksi bahan bakar E20 pada 2029. Ia menyebut pemerintah akan mengonsolidasikan penyediaan lahan bersama pemerintah daerah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang pangan selesai, protein sudah selesai. Sekarang etanol kita kejar. Etanol ini butuh lahan 1 sampai 2 juta hektare dengan tiga komoditas strategis. Insyaallah kita akan bangun pabriknya. Kita gerakan masif seluruh Indonesia,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Amran menyebut, pengembangan etanol dalam jangka panjang ditargetkan hingga E50. Ia memperkirakan penerapan E50 bersama B50 berpotensi menghemat devisa hingga US$30 miliar atau sekitar Rp500 triliun per tahun apabila seluruh target dapat terealisasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mimpi kita adalah B50 sudah jadi kenyataan. Tidak impor solar kan sekarang? Insyaallah ke depan E50. Nilai kita bisa hemat kalau seluruhnya bisa selesai E50 dengan B50 itu US$30 miliar. Artinya kurang lebih Rp500 triliun per tahun kita hemat devisa kita,&amp;quot; kata Amran.&#13;
&#13;
Adapun untuk mendukung produksi tersebut, pemerintah, kata Amran, akan menggunakan skema pendanaan pembangunan dari BUMN sebesar 30 persen dan swasta 70 persen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Anggarannya mungkin 30 persen dari BUMN, 70 persen dari swasta. Dan pasti swasta mau, karena tanahnya disiapkan oleh negara,&amp;quot; pungkas Amran.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
