<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Danantara Terus Benahi BUMN, dari 1.000 Jadi 250-300 Perusahaan</title><description>Danantara telah membantu menyelesaikan sekitar setengah dari permasalahan yang selama ini dihadapi Badan Usaha Milik Negara (BUMN)&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/23/320/3243705/danantara-terus-benahi-bumn-dari-1-000-jadi-250-300-perusahaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/23/320/3243705/danantara-terus-benahi-bumn-dari-1-000-jadi-250-300-perusahaan"/><item><title>Danantara Terus Benahi BUMN, dari 1.000 Jadi 250-300 Perusahaan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/23/320/3243705/danantara-terus-benahi-bumn-dari-1-000-jadi-250-300-perusahaan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/23/320/3243705/danantara-terus-benahi-bumn-dari-1-000-jadi-250-300-perusahaan</guid><pubDate>Rabu 23 September 2026 13:49 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/23/320/3243705/wakil_kepala_bp_bumn-DhLN_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Tedi Bharata. (Foto: Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/23/320/3243705/wakil_kepala_bp_bumn-DhLN_large.jpg</image><title>Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Tedi Bharata. (Foto: Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA - Danantara telah membantu menyelesaikan sekitar setengah dari permasalahan yang selama ini dihadapi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Posisi Danantara sebagai holding BUMN membuat pemerintah memiliki ruang yang lebih besar untuk melakukan berbagai langkah penataan dan transformasi yang sebelumnya sulit dilakukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alhamdulillah, menurut saya, Danantara ini menyelesaikan setengah dari permasalahan BUMN. Banyak hal yang dulu tidak bisa dilakukan, sekarang dengan Danantara karena ini merupakan holding, banyak yang bisa kita lakukan,&amp;quot; kata Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Tedi Bharata dalam acara Antara Business Forum 2026 di Jakarta, Rabu (23/9/2026).&#13;
&#13;
Tedi mengatakan transformasi BUMN saat ini tidak hanya diarahkan pada perbaikan kondisi keuangan perusahaan. Pemerintah juga mulai membedah proses bisnis masing-masing BUMN secara lebih rinci.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dilihat satu-satu mana yang perlu diperbaiki. Sehingga tidak hanya cukup dari sisi keuangan saja, itu yang sekarang terjadi di Perumnas. Jadi kita lihat satu-satu, tidak hanya kita bantu dari sisi keuangan, tapi juga business process-nya kita lihat, kita bantu,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Selain pembenahan proses bisnis, pemerintah juga melakukan konsolidasi terhadap jumlah BUMN beserta anak usahanya. Tedi menyebut saat ini terdapat lebih dari 1.000 entitas dalam ekosistem BUMN yang akan dipangkas menjadi sekitar 250-300 perusahaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lebih dari 1.000 perusahaan kita turunkan menjadi 250 sampai dengan 300 nantinya. Dan kita masih on the track untuk tahun ini kita lakukan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Konsolidasi tersebut, lanjut Tedi, juga ditujukan untuk menghindari adanya perusahaan dalam satu ekosistem BUMN yang menjalankan bisnis serupa dan saling bersaing.&#13;
&#13;
Perusahaan-perusahaan dengan kegiatan usaha yang sama akan didorong untuk digabungkan sehingga memiliki skala usaha yang lebih besar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Perusahaan yang sama bersaing, enggak perlu, jadilah satu. Sehingga skalanya lebih besar,&amp;quot; kata Tedi.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Danantara telah membantu menyelesaikan sekitar setengah dari permasalahan yang selama ini dihadapi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Posisi Danantara sebagai holding BUMN membuat pemerintah memiliki ruang yang lebih besar untuk melakukan berbagai langkah penataan dan transformasi yang sebelumnya sulit dilakukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alhamdulillah, menurut saya, Danantara ini menyelesaikan setengah dari permasalahan BUMN. Banyak hal yang dulu tidak bisa dilakukan, sekarang dengan Danantara karena ini merupakan holding, banyak yang bisa kita lakukan,&amp;quot; kata Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Tedi Bharata dalam acara Antara Business Forum 2026 di Jakarta, Rabu (23/9/2026).&#13;
&#13;
Tedi mengatakan transformasi BUMN saat ini tidak hanya diarahkan pada perbaikan kondisi keuangan perusahaan. Pemerintah juga mulai membedah proses bisnis masing-masing BUMN secara lebih rinci.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dilihat satu-satu mana yang perlu diperbaiki. Sehingga tidak hanya cukup dari sisi keuangan saja, itu yang sekarang terjadi di Perumnas. Jadi kita lihat satu-satu, tidak hanya kita bantu dari sisi keuangan, tapi juga business process-nya kita lihat, kita bantu,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Selain pembenahan proses bisnis, pemerintah juga melakukan konsolidasi terhadap jumlah BUMN beserta anak usahanya. Tedi menyebut saat ini terdapat lebih dari 1.000 entitas dalam ekosistem BUMN yang akan dipangkas menjadi sekitar 250-300 perusahaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lebih dari 1.000 perusahaan kita turunkan menjadi 250 sampai dengan 300 nantinya. Dan kita masih on the track untuk tahun ini kita lakukan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Konsolidasi tersebut, lanjut Tedi, juga ditujukan untuk menghindari adanya perusahaan dalam satu ekosistem BUMN yang menjalankan bisnis serupa dan saling bersaing.&#13;
&#13;
Perusahaan-perusahaan dengan kegiatan usaha yang sama akan didorong untuk digabungkan sehingga memiliki skala usaha yang lebih besar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Perusahaan yang sama bersaing, enggak perlu, jadilah satu. Sehingga skalanya lebih besar,&amp;quot; kata Tedi.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
