<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Uang Beredar di Indonesia Capai Rp10.448 Triliun di Agustus 2026</title><description>Angka tersebut tumbuh 8,2% secara tahunan (year on year/yoy), melanjutkan pertumbuhan 8,3% pada Juli 2026.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/24/320/3243976/uang-beredar-di-indonesia-capai-rp10-448-triliun-di-agustus-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/24/320/3243976/uang-beredar-di-indonesia-capai-rp10-448-triliun-di-agustus-2026"/><item><title>Uang Beredar di Indonesia Capai Rp10.448 Triliun di Agustus 2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/24/320/3243976/uang-beredar-di-indonesia-capai-rp10-448-triliun-di-agustus-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/24/320/3243976/uang-beredar-di-indonesia-capai-rp10-448-triliun-di-agustus-2026</guid><pubDate>Kamis 24 September 2026 17:04 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/24/320/3243976/rupiah-k6NF_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp10.448,1 triliun pada Agustus 2026. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/24/320/3243976/rupiah-k6NF_large.jpg</image><title>Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp10.448,1 triliun pada Agustus 2026. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp10.448,1 triliun pada Agustus 2026. Angka tersebut tumbuh 8,2% secara tahunan (year on year/yoy), melanjutkan pertumbuhan 8,3% pada Juli 2026.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 9,0% yoy dan uang kuasi sebesar 6,5% yoy,&amp;rdquo; tulis Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Kamis (24/9/2026).&#13;
&#13;
BI menjelaskan peningkatan M2 pada Agustus 2026 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit.&#13;
&#13;
Penyaluran kredit tumbuh 13,3% secara tahunan pada Agustus 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Juli 2026 sebesar 13,0% secara tahunan.&#13;
&#13;
Sebagai catatan, kredit yang diberikan hanya dalam bentuk pinjaman (loans) dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (debt securities), tagihan akseptasi (banker&amp;#39;s acceptances), dan tagihan repo.&#13;
&#13;
Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang disalurkan oleh kantor bank umum yang berkedudukan di luar negeri serta kredit yang disalurkan kepada pemerintah pusat dan bukan penduduk.&#13;
&#13;
Adapun uang primer (M0) adjusted pada Agustus 2026 tumbuh 16,3% secara tahunan, melanjutkan pertumbuhan pada Juli 2026 sebesar 17,1%. Dengan pertumbuhan tersebut, M0 adjusted tercatat sebesar Rp2.281,5 triliun.&#13;
&#13;
Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal yang diedarkan sebesar 12,9% secara tahunan dan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 19,0% secara tahunan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted),&amp;rdquo; tulis laporan BI tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp10.448,1 triliun pada Agustus 2026. Angka tersebut tumbuh 8,2% secara tahunan (year on year/yoy), melanjutkan pertumbuhan 8,3% pada Juli 2026.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 9,0% yoy dan uang kuasi sebesar 6,5% yoy,&amp;rdquo; tulis Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Kamis (24/9/2026).&#13;
&#13;
BI menjelaskan peningkatan M2 pada Agustus 2026 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit.&#13;
&#13;
Penyaluran kredit tumbuh 13,3% secara tahunan pada Agustus 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Juli 2026 sebesar 13,0% secara tahunan.&#13;
&#13;
Sebagai catatan, kredit yang diberikan hanya dalam bentuk pinjaman (loans) dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (debt securities), tagihan akseptasi (banker&amp;#39;s acceptances), dan tagihan repo.&#13;
&#13;
Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang disalurkan oleh kantor bank umum yang berkedudukan di luar negeri serta kredit yang disalurkan kepada pemerintah pusat dan bukan penduduk.&#13;
&#13;
Adapun uang primer (M0) adjusted pada Agustus 2026 tumbuh 16,3% secara tahunan, melanjutkan pertumbuhan pada Juli 2026 sebesar 17,1%. Dengan pertumbuhan tersebut, M0 adjusted tercatat sebesar Rp2.281,5 triliun.&#13;
&#13;
Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal yang diedarkan sebesar 12,9% secara tahunan dan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 19,0% secara tahunan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted),&amp;rdquo; tulis laporan BI tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
