<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Perkuat Infrastruktur Pembayaran Lintas Negara&amp;nbsp;</title><description>Pembayaran digital Indonesia memasuki fase baru dengan semakin kuatnya kolaborasi antara pemain lokal dan jaringan pembayaran global.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/25/320/3244191/ri-perkuat-infrastruktur-pembayaran-lintas-negara-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/25/320/3244191/ri-perkuat-infrastruktur-pembayaran-lintas-negara-nbsp"/><item><title>RI Perkuat Infrastruktur Pembayaran Lintas Negara&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/25/320/3244191/ri-perkuat-infrastruktur-pembayaran-lintas-negara-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/25/320/3244191/ri-perkuat-infrastruktur-pembayaran-lintas-negara-nbsp</guid><pubDate>Jum'at 25 September 2026 15:40 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/25/320/3244191/pembayaran-P4Rs_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI Perkuat Infrastruktur Pembayaran Lintas Negara&amp;nbsp;(Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/25/320/3244191/pembayaran-P4Rs_large.jpg</image><title>RI Perkuat Infrastruktur Pembayaran Lintas Negara&amp;nbsp;(Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Pembayaran digital Indonesia memasuki fase baru dengan semakin kuatnya kolaborasi antara pemain lokal dan jaringan pembayaran global. Penguatan infrastruktur ini diarahkan untuk mendukung transaksi lintas negara sekaligus membuka peluang bagi bisnis Indonesia memperluas jangkauan ke pasar Asia Tenggara dan global.&#13;
&#13;
CEO Doku sekaligus Head of Antom Indonesia Himelda Renuat mengatakan, perkembangan perdagangan digital saat ini membutuhkan infrastruktur pembayaran yang mampu menghubungkan bisnis dengan pasar internasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Perluasan layanan keuangan, mencakup pengembangan multi-currency dan pemrosesan pembayaran lintas negara, serta penjajakan solusi pembiayaan (lending) dan pengelolaan treasury untuk mendukung kebutuhan merchant,&amp;quot; katanya dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (25/9/2026).&#13;
&#13;
Penguatan infrastruktur pembayaran lintas negara ini melalui peningkatan investasi strategis Antom, yang menghubungkan metode pembayaran lokal, relasi merchant, serta posisi DOKU secara regulasi di Indonesia dengan platform merchant acquiring global Antom dan ekosistem produk Ant International yang lebih luas, termasuk Alipay+ sebagai unified wallet gateway.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, perluasan kolaborasi dengan 2C2P. Sebagai anak perusahaan Antom untuk layanan payment gateway regional, 2C2P akan memperkuat kolaborasi dengan Doku untuk menghadirkan solusi pembayaran yang lebih komprehensif dan sesuai kebutuhan, baik bagi merchant Indonesia yang berekspansi ke Asia Tenggara maupun pelaku bisnis internasional yang memasuki pasar Indonesia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan dukungan Antom dan 2C2P, kami dapat melayani merchant yang telah mempercayai kami dengan lebih baik, menjangkau lebih jauh industri-industri yang paling membutuhkan kami, serta membantu lebih banyak bisnis Indonesia mengambil langkah pertama untuk berekspansi ke pasar internasional,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara, CEO Antom dan Senior Vice President Ant International Gary Liu mengatakan, langkah ini merupakan kelanjutan yang natural dari kemitraan yang diumumkan awal tahun ini, bukan perubahan arah dari komitmen tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Menempatkan pada posisi yang semakin kuat untuk menghadirkan manfaat nyata bagi bisnis di Indonesia dan Asia Tenggara,&amp;quot; katanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pembayaran digital Indonesia memasuki fase baru dengan semakin kuatnya kolaborasi antara pemain lokal dan jaringan pembayaran global. Penguatan infrastruktur ini diarahkan untuk mendukung transaksi lintas negara sekaligus membuka peluang bagi bisnis Indonesia memperluas jangkauan ke pasar Asia Tenggara dan global.&#13;
&#13;
CEO Doku sekaligus Head of Antom Indonesia Himelda Renuat mengatakan, perkembangan perdagangan digital saat ini membutuhkan infrastruktur pembayaran yang mampu menghubungkan bisnis dengan pasar internasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Perluasan layanan keuangan, mencakup pengembangan multi-currency dan pemrosesan pembayaran lintas negara, serta penjajakan solusi pembiayaan (lending) dan pengelolaan treasury untuk mendukung kebutuhan merchant,&amp;quot; katanya dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (25/9/2026).&#13;
&#13;
Penguatan infrastruktur pembayaran lintas negara ini melalui peningkatan investasi strategis Antom, yang menghubungkan metode pembayaran lokal, relasi merchant, serta posisi DOKU secara regulasi di Indonesia dengan platform merchant acquiring global Antom dan ekosistem produk Ant International yang lebih luas, termasuk Alipay+ sebagai unified wallet gateway.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, perluasan kolaborasi dengan 2C2P. Sebagai anak perusahaan Antom untuk layanan payment gateway regional, 2C2P akan memperkuat kolaborasi dengan Doku untuk menghadirkan solusi pembayaran yang lebih komprehensif dan sesuai kebutuhan, baik bagi merchant Indonesia yang berekspansi ke Asia Tenggara maupun pelaku bisnis internasional yang memasuki pasar Indonesia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan dukungan Antom dan 2C2P, kami dapat melayani merchant yang telah mempercayai kami dengan lebih baik, menjangkau lebih jauh industri-industri yang paling membutuhkan kami, serta membantu lebih banyak bisnis Indonesia mengambil langkah pertama untuk berekspansi ke pasar internasional,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara, CEO Antom dan Senior Vice President Ant International Gary Liu mengatakan, langkah ini merupakan kelanjutan yang natural dari kemitraan yang diumumkan awal tahun ini, bukan perubahan arah dari komitmen tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Menempatkan pada posisi yang semakin kuat untuk menghadirkan manfaat nyata bagi bisnis di Indonesia dan Asia Tenggara,&amp;quot; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
