<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Daftar Saham Top Gainers dan Losers dalam Sepekan&amp;nbsp;</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat saham-saham yang masuk top gainers dan losers dalam perdagangan pekan lalu.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/26/278/3244308/daftar-saham-top-gainers-dan-losers-dalam-sepekan-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/26/278/3244308/daftar-saham-top-gainers-dan-losers-dalam-sepekan-nbsp"/><item><title> Daftar Saham Top Gainers dan Losers dalam Sepekan&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/26/278/3244308/daftar-saham-top-gainers-dan-losers-dalam-sepekan-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/26/278/3244308/daftar-saham-top-gainers-dan-losers-dalam-sepekan-nbsp</guid><pubDate>Sabtu 26 September 2026 11:05 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/26/278/3244308/ihsg-QOrL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Daftar Saham Top Gainers dan Losers dalam Sepekan&amp;nbsp;(Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/26/278/3244308/ihsg-QOrL_large.jpg</image><title> Daftar Saham Top Gainers dan Losers dalam Sepekan&amp;nbsp;(Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat saham-saham yang masuk top gainers dan losers dalam perdagangan pekan lalu. Pergerakan saham ini di tengah anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 3,09 persen menjadi 6.241.&#13;
&#13;
Tekanan jual yang mendominasi turut membuat kapitalisasi pasar turun Rp361 trilun menjadi Rp10.905 triliun &amp;nbsp;dalam sepakan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sepanjang pekan perdagangan 21-25 September 2026, investor domestik mencatatkan net buy Rp3,16 triliun, dengan nilai beli Rp41,08 triliun dan jual Rp37,92 triliun. Sementara itu, investor asing mencatatkan net sell Rp3,16 triliun atau sekitar USD176,53 juta, dengan nilai beli Rp18,81 triliun dan jual Rp21,97 triliun.&#13;
&#13;
Berikut ini daftar saham top gainers dan losers seperti dikutip data BEI, Jakarta, Sabtu (26/9/2026).&#13;
&#13;
Saham Top Gainers&#13;
&#13;
Adapun top gainers dalam perdagangan pekan ini di tengah tekanan indeks antara lain, FORU melonjak dari Rp154 menjadi Rp360, atau meningkat 133,72 persen. TRUK naik dari Rp1.420 menjadi Rp2.580, atau menguat 81,69 persen.&#13;
&#13;
Selanjutnya, INTD mencatat kenaikan 67,48 persen menjadi Rp412, UNSP juga menguat 63,11 menjadi Rp336, WAPO naik 51,72 persen menjadi Rp352, SMLE naik 34,29 menjadi Rp282, sedangkan ASLI menguat 34,25 persen menjadi Rp486.&#13;
&#13;
Penguatan juga terjadi pada saham MBTO yang naik 33,77 persen dari Rp154 menjadi Rp206. Kemudian MPXL meningkat 31,33 persen menjadi Rp218, sementara PKPK menguat 29,65 persen dari Rp4.300 menjadi Rp5.575.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saham Top Losers&#13;
&#13;
Di sisi lain, sejumlah saham mengalami tekanan cukup dalam dan masuk jajaran top losers pekan ini. Antara lain, SAFE turun dari Rp1.045 menjadi Rp625, atau merosot 40,19 persen.&#13;
&#13;
Selanjutnya, MSIN terkoreksi 31,03 persen dari Rp290 menjadi Rp200. MNCN turun 27,66 persen dari Rp188 menjadi Rp136, sedangkan KPIG melemah 26,47 persen dari Rp68 menjadi Rp50.&#13;
&#13;
SDMU juga mencatat penurunan sebesar 26,09 persen dari Rp92 menjadi Rp68. Kemudian BMTR turun 25,22 persen dari Rp115 menjadi Rp86, dan JGLE terkoreksi 25 persen dari Rp72 menjadi Rp54.&#13;
&#13;
Saham COCO menyusul dengan penurunan 23,31 menjadi Rp102. Sementara YPAS turun 22,39 persen menjadi Rp1.040 dan TRIN melemah 22,35 persen &amp;nbsp;menjadi Rp278.&#13;
&#13;
Di tengah pelemahan indeks, aktivitas volume perdagangan justru meningkat. Rata-rata volume transaksi harian BEI naik 2,04 persen menjadi 29,20 miliar saham dari 28,61 miliar saham pada pekan sebelumnya. Namun, rata-rata nilai transaksi harian turun 21,32 persen menjadi Rp11,98 triliun dari Rp15,22 triliun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sepanjang pekan perdagangan 21-25 September 2026, hampir seluruh sektor saham di BEI mengalami pelemahan. Sektor industrials mencatat koreksi terdalam dengan melemah 5,48 persen, disusul infrastructures yang melemah 4,10 persen dan technology sebesar 3,96 persen.&#13;
&#13;
Selanjutnya, consumer non-cyclicals melemah 3,50 persen, properties &amp;amp; real estate melemah 2,95 persen, energy melemah 2,94 persen, dan basic materials melemah 2,59 persen.&#13;
&#13;
Sektor transportation &amp;amp; logistic tercatat melemah 2,47 persen, diikuti financials yang melemah 2,41 persen dan healthcare sebesar 2,37 persen.&#13;
&#13;
Sementara itu, consumer cyclicals menjadi satu-satunya sektor yang mencatat penguatan, meski tipis, yakni sebesar 0,02 persen.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat saham-saham yang masuk top gainers dan losers dalam perdagangan pekan lalu. Pergerakan saham ini di tengah anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 3,09 persen menjadi 6.241.&#13;
&#13;
Tekanan jual yang mendominasi turut membuat kapitalisasi pasar turun Rp361 trilun menjadi Rp10.905 triliun &amp;nbsp;dalam sepakan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sepanjang pekan perdagangan 21-25 September 2026, investor domestik mencatatkan net buy Rp3,16 triliun, dengan nilai beli Rp41,08 triliun dan jual Rp37,92 triliun. Sementara itu, investor asing mencatatkan net sell Rp3,16 triliun atau sekitar USD176,53 juta, dengan nilai beli Rp18,81 triliun dan jual Rp21,97 triliun.&#13;
&#13;
Berikut ini daftar saham top gainers dan losers seperti dikutip data BEI, Jakarta, Sabtu (26/9/2026).&#13;
&#13;
Saham Top Gainers&#13;
&#13;
Adapun top gainers dalam perdagangan pekan ini di tengah tekanan indeks antara lain, FORU melonjak dari Rp154 menjadi Rp360, atau meningkat 133,72 persen. TRUK naik dari Rp1.420 menjadi Rp2.580, atau menguat 81,69 persen.&#13;
&#13;
Selanjutnya, INTD mencatat kenaikan 67,48 persen menjadi Rp412, UNSP juga menguat 63,11 menjadi Rp336, WAPO naik 51,72 persen menjadi Rp352, SMLE naik 34,29 menjadi Rp282, sedangkan ASLI menguat 34,25 persen menjadi Rp486.&#13;
&#13;
Penguatan juga terjadi pada saham MBTO yang naik 33,77 persen dari Rp154 menjadi Rp206. Kemudian MPXL meningkat 31,33 persen menjadi Rp218, sementara PKPK menguat 29,65 persen dari Rp4.300 menjadi Rp5.575.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saham Top Losers&#13;
&#13;
Di sisi lain, sejumlah saham mengalami tekanan cukup dalam dan masuk jajaran top losers pekan ini. Antara lain, SAFE turun dari Rp1.045 menjadi Rp625, atau merosot 40,19 persen.&#13;
&#13;
Selanjutnya, MSIN terkoreksi 31,03 persen dari Rp290 menjadi Rp200. MNCN turun 27,66 persen dari Rp188 menjadi Rp136, sedangkan KPIG melemah 26,47 persen dari Rp68 menjadi Rp50.&#13;
&#13;
SDMU juga mencatat penurunan sebesar 26,09 persen dari Rp92 menjadi Rp68. Kemudian BMTR turun 25,22 persen dari Rp115 menjadi Rp86, dan JGLE terkoreksi 25 persen dari Rp72 menjadi Rp54.&#13;
&#13;
Saham COCO menyusul dengan penurunan 23,31 menjadi Rp102. Sementara YPAS turun 22,39 persen menjadi Rp1.040 dan TRIN melemah 22,35 persen &amp;nbsp;menjadi Rp278.&#13;
&#13;
Di tengah pelemahan indeks, aktivitas volume perdagangan justru meningkat. Rata-rata volume transaksi harian BEI naik 2,04 persen menjadi 29,20 miliar saham dari 28,61 miliar saham pada pekan sebelumnya. Namun, rata-rata nilai transaksi harian turun 21,32 persen menjadi Rp11,98 triliun dari Rp15,22 triliun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sepanjang pekan perdagangan 21-25 September 2026, hampir seluruh sektor saham di BEI mengalami pelemahan. Sektor industrials mencatat koreksi terdalam dengan melemah 5,48 persen, disusul infrastructures yang melemah 4,10 persen dan technology sebesar 3,96 persen.&#13;
&#13;
Selanjutnya, consumer non-cyclicals melemah 3,50 persen, properties &amp;amp; real estate melemah 2,95 persen, energy melemah 2,94 persen, dan basic materials melemah 2,59 persen.&#13;
&#13;
Sektor transportation &amp;amp; logistic tercatat melemah 2,47 persen, diikuti financials yang melemah 2,41 persen dan healthcare sebesar 2,37 persen.&#13;
&#13;
Sementara itu, consumer cyclicals menjadi satu-satunya sektor yang mencatat penguatan, meski tipis, yakni sebesar 0,02 persen.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
