<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rutin Bagi Dividen, Siap-Siap Dilirik Investor</title><description>Potensi dividen menjadi salah satu daya tarik saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU). Dalam risetnya, Trimegah Sekuritas memperkirakan dividend yield TUGU sekitar 7%&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/26/622/3244359/rutin-bagi-dividen-siap-siap-dilirik-investor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/26/622/3244359/rutin-bagi-dividen-siap-siap-dilirik-investor"/><item><title>Rutin Bagi Dividen, Siap-Siap Dilirik Investor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/26/622/3244359/rutin-bagi-dividen-siap-siap-dilirik-investor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/26/622/3244359/rutin-bagi-dividen-siap-siap-dilirik-investor</guid><pubDate>Sabtu 26 September 2026 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/26/622/3244359/ihsg-H4ZP_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rutin Bagi Dividen, Siap-Siap Dilirik Investor (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/26/622/3244359/ihsg-H4ZP_large.jpg</image><title>Rutin Bagi Dividen, Siap-Siap Dilirik Investor (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Potensi dividen menjadi salah satu daya tarik saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU). Dalam risetnya, Trimegah Sekuritas memperkirakan dividend yield TUGU sekitar 7% berdasarkan harga saham saat riset diterbitkan pada 26 Agustus 2026.&#13;
&#13;
Dividend yield mengukur besarnya dividen per saham dibandingkan harga sahamnya. Estimasi tersebut memberi gambaran potensi pendapatan tunai bagi investor. Imbal hasil yang terealisasi dapat berubah mengikuti harga saham dan besaran dividen yang ditetapkan perusahaan.&#13;
&#13;
Trimegah menilai kemampuan TUGU membagikan dividen didukung portofolio investasi yang terdiversifikasi serta profil risiko yang berhati-hati. Keduanya turut menopang ketahanan keuangan perusahaan di tengah perubahan kondisi pasar. Demikian dikutip dari riset, Jakarta, Sabtu (26/9/2026).&#13;
&#13;
Bagi perusahaan asuransi, hasil investasi merupakan sumber pendapatan penting selain premi. Dana yang dihimpun dari premi ditempatkan pada berbagai instrumen investasi, sehingga pengelolaan portofolio yang hati-hati ikut menentukan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan membagikan dividen.&#13;
&#13;
Dengan profil tersebut, daya tarik TUGU bagi investor tidak hanya bertumpu pada potensi kenaikan harga saham. Dividen juga menjadi bagian dari perhitungan hasil investasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Trimegah memperkirakan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk TUGU mencapai Rp790 miliar pada 2026, meningkat dari sekitar Rp712 miliar pada 2025,&amp;quot; tulisnya.&#13;
&#13;
Trimegah memperkirakan tren kenaikan itu berlanjut, dengan laba bersih diproyeksikan mencapai Rp874 miliar pada 2027 dan Rp959 miliar pada 2028. Karena dividen dibagikan dari laba, pertumbuhan laba membuka peluang bagi nilai dividen yang lebih besar di masa depan.&#13;
&#13;
Pertumbuhan tersebut diperkirakan berlanjut seiring peningkatan aktivitas investasi di sektor minyak dan gas Indonesia, salah satu bidang keahlian asuransi TUGU. Trimegah juga memperkirakan rasio klaim dan biaya perusahaan relatif terjaga.&#13;
&#13;
Kinerja tahun berjalan pun cukup solid. Pada semester I 2026, TUGU membukukan laba bersih Rp480,3 miliar, melonjak 76,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sisi valuasi, saham TUGU diperdagangkan pada sekitar 0,5 kali price-to-book value proyeksi 2026 menurut riset Trimegah. Angka itu berada di bawah rata-rata perusahaan asuransi umum domestik pembanding yang mencapai sekitar 1,3 kali.&#13;
&#13;
Valuasi yang relatif rendah turut menjelaskan tingginya estimasi dividend yield. Ketika harga saham berada di level yang rendah dibandingkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan membagikan dividen, yield yang diperoleh investor menjadi lebih besar.&#13;
&#13;
Kombinasi valuasi dan dividen memberi investor dua hal untuk dicermati: perkembangan harga saham seiring pertumbuhan laba, serta potensi pendapatan tunai dari pembagian keuntungan perusahaan.&#13;
&#13;
Dari sisi rekam jejak, Trimegah mencatat rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) TUGU secara historis berada di kisaran 40% dari laba. Untuk tahun buku 2025, porsinya meningkat menjadi 50%.&#13;
&#13;
Kenaikan DPR tersebut memperkuat daya tarik dividen TUGU. Meski demikian, besaran dividen pada tahun-tahun berikutnya tetap akan bergantung pada laba yang terealisasi dan keputusan pemegang saham.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Potensi dividen menjadi salah satu daya tarik saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU). Dalam risetnya, Trimegah Sekuritas memperkirakan dividend yield TUGU sekitar 7% berdasarkan harga saham saat riset diterbitkan pada 26 Agustus 2026.&#13;
&#13;
Dividend yield mengukur besarnya dividen per saham dibandingkan harga sahamnya. Estimasi tersebut memberi gambaran potensi pendapatan tunai bagi investor. Imbal hasil yang terealisasi dapat berubah mengikuti harga saham dan besaran dividen yang ditetapkan perusahaan.&#13;
&#13;
Trimegah menilai kemampuan TUGU membagikan dividen didukung portofolio investasi yang terdiversifikasi serta profil risiko yang berhati-hati. Keduanya turut menopang ketahanan keuangan perusahaan di tengah perubahan kondisi pasar. Demikian dikutip dari riset, Jakarta, Sabtu (26/9/2026).&#13;
&#13;
Bagi perusahaan asuransi, hasil investasi merupakan sumber pendapatan penting selain premi. Dana yang dihimpun dari premi ditempatkan pada berbagai instrumen investasi, sehingga pengelolaan portofolio yang hati-hati ikut menentukan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan membagikan dividen.&#13;
&#13;
Dengan profil tersebut, daya tarik TUGU bagi investor tidak hanya bertumpu pada potensi kenaikan harga saham. Dividen juga menjadi bagian dari perhitungan hasil investasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Trimegah memperkirakan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk TUGU mencapai Rp790 miliar pada 2026, meningkat dari sekitar Rp712 miliar pada 2025,&amp;quot; tulisnya.&#13;
&#13;
Trimegah memperkirakan tren kenaikan itu berlanjut, dengan laba bersih diproyeksikan mencapai Rp874 miliar pada 2027 dan Rp959 miliar pada 2028. Karena dividen dibagikan dari laba, pertumbuhan laba membuka peluang bagi nilai dividen yang lebih besar di masa depan.&#13;
&#13;
Pertumbuhan tersebut diperkirakan berlanjut seiring peningkatan aktivitas investasi di sektor minyak dan gas Indonesia, salah satu bidang keahlian asuransi TUGU. Trimegah juga memperkirakan rasio klaim dan biaya perusahaan relatif terjaga.&#13;
&#13;
Kinerja tahun berjalan pun cukup solid. Pada semester I 2026, TUGU membukukan laba bersih Rp480,3 miliar, melonjak 76,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sisi valuasi, saham TUGU diperdagangkan pada sekitar 0,5 kali price-to-book value proyeksi 2026 menurut riset Trimegah. Angka itu berada di bawah rata-rata perusahaan asuransi umum domestik pembanding yang mencapai sekitar 1,3 kali.&#13;
&#13;
Valuasi yang relatif rendah turut menjelaskan tingginya estimasi dividend yield. Ketika harga saham berada di level yang rendah dibandingkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan membagikan dividen, yield yang diperoleh investor menjadi lebih besar.&#13;
&#13;
Kombinasi valuasi dan dividen memberi investor dua hal untuk dicermati: perkembangan harga saham seiring pertumbuhan laba, serta potensi pendapatan tunai dari pembagian keuntungan perusahaan.&#13;
&#13;
Dari sisi rekam jejak, Trimegah mencatat rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) TUGU secara historis berada di kisaran 40% dari laba. Untuk tahun buku 2025, porsinya meningkat menjadi 50%.&#13;
&#13;
Kenaikan DPR tersebut memperkuat daya tarik dividen TUGU. Meski demikian, besaran dividen pada tahun-tahun berikutnya tetap akan bergantung pada laba yang terealisasi dan keputusan pemegang saham.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
