<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Fakta Harga Beras Naik hingga Langka, Mentan Singgung Ada Mafia</title><description>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyinggung adanya mafia di balik kenaikan harga beras dan kelangkaan beras premium.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/27/320/3243873/6-fakta-harga-beras-naik-hingga-langka-mentan-singgung-ada-mafia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/27/320/3243873/6-fakta-harga-beras-naik-hingga-langka-mentan-singgung-ada-mafia"/><item><title>6 Fakta Harga Beras Naik hingga Langka, Mentan Singgung Ada Mafia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/27/320/3243873/6-fakta-harga-beras-naik-hingga-langka-mentan-singgung-ada-mafia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/27/320/3243873/6-fakta-harga-beras-naik-hingga-langka-mentan-singgung-ada-mafia</guid><pubDate>Minggu 27 September 2026 07:08 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/24/320/3243873/mentan-S4Ju_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">6 Fakta Harga Beras Naik hingga Langka, Mentan Singgung Ada Mafia (Foto: Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/24/320/3243873/mentan-S4Ju_large.jpg</image><title>6 Fakta Harga Beras Naik hingga Langka, Mentan Singgung Ada Mafia (Foto: Kementan)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyinggung adanya mafia di balik kenaikan harga beras yang terjadi di tengah kondisi stok yang dinilai melimpah. Selain harga naik, peran mafia ini disinyalir membuat beras premium langka di ritel modern.&#13;
&#13;
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya melaporkan harga beras nasional pada pekan ketiga September berada di atas Harga Eceran Pemerintah (HET) atau Harga Acuan Pemerintah (HAP).&#13;
&#13;
&amp;quot;Beras kenapa naik? Kenapa naik padahal stok banyak? Ada mafia. Ini yang bikin ribut,&amp;quot; kata Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (21/9/2026).&#13;
&#13;
Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta harga beras naik hingga langka, Jakarta, Minggu (24/9/2026).&#13;
&#13;
1. Mentan Ungkap Kerugian Rp90 Triliun&#13;
&#13;
Mentan menyebut dugaan praktik tersebut merugikan masyarakat hingga Rp90 triliun. Dia mencontohkan adanya beras yang dibeli dengan harga Rp13.000, namun kemudian dijual hingga Rp57.000 per kg.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tahu nggak? Itu Rp90 triliun diambil haknya rakyat. Itu penipuan. Haknya rakyat kan? Benar nggak? Ya itu yang diberitakan. Benar. Bayangkan harganya Rp13.000. Dia jual Rp57.000. Adil nggak itu? Menurutmu apa dia? Orang baik? Penipu,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Menurut Amran, kenaikan harga beras saat ini tidak seharusnya terjadi karena pemerintah memiliki stok beras dalam jumlah besar. Dia menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi praktik mafia beras.&#13;
&#13;
&amp;quot;Enggak ada ruang bagi mafia beras di Indonesia. Kita berhadapan,&amp;quot; tegas Amran.&#13;
&#13;
2. Upaya Turunkan Harga Beras&#13;
&#13;
Dalam upaya menekan harga beras, pemerintah, kata Amran terus menggelar operasi pasar serta menyalurkan bantuan pangan. Dia menyebut bantuan pangan serta Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus diberikan ke masyarakat di seluruh Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang, kita saya kira dalam waktu dekat. Kita sekarang operasi pasar. Kemudian bantuan pangan untuk 33,4 juta orang seluruh Indonesia. Kemudian SPHP ada 1 juta. Sudah, insyaallah turun (harga),&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Beras Premium Langka&#13;
&#13;
Terkait kelangkaan beras premium di sejumlah ritel akibat temuan beras fortifikasi tak sesuai standar, Amran mengatakan pemerintah telah memerintahkan Perum Bulog untuk menyalurkan beras ke pasar. Ia menyebut stok beras pemerintah saat ini mencapai sekitar 4,6 juta ton.&#13;
&#13;
Amran juga menilai kondisi harga beras di pasar tradisional dapat menjadi pembanding dengan harga di ritel. Menurut dia, ketika stok beras melimpah tetapi harga tetap meningkat, pemerintah perlu mencari penyebab di luar persoalan ketersediaan pasokan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dulu kalau tidak ada stok, harga naik kan? &amp;#39;Wah menterinya salah nih, impor.&amp;#39; Begitu sekarang banyak beras, apa alasannya lagi? Tidak impor, apa alasannya lagi? Berarti memang ada mafia dari dulu. Ini yang harus diberesin,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
4. Mentan Singgung Mafia&#13;
&#13;
Mentan menegaskan adanya mafia yang bermain di balik persoalan beras di pasaran. Pernyataan tersebut disampaikan saat beras premium dilaporkan langka di sejumlah ritel, padahal stok beras nasional berada dalam kondisi melimpah.&#13;
&#13;
Mentan menilai kelangkaan beras premium di ritel tidak semestinya terjadi ketika ketersediaan beras nasional mencukupi. Ia meminta persoalan tersebut dilihat lebih jauh agar tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk memainkan pasokan dan harga. Hal tersebut disampaikan Mentan ketika merespons kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dan kelangkaan beras premium di sejumlah ritel.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Gimana sih langka beras? Memangnya tidak ada beras?&amp;rdquo; kata Amran.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
5. Temuan Mentan Beras di Pasar Tradisional&#13;
&#13;
Menurut Mentan, kondisi di pasar tradisional justru menunjukkan harga beras cenderung lebih rendah. Karena itu, ia menilai adanya kelangkaan beras premium di ritel perlu ditelusuri, terlebih ketika stok beras secara nasional tersedia dalam jumlah besar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak ada beras premium? Kalau begitu, jangan sampai ada yang memanfaatkan kondisi ini untuk bermain atau berlaku nakal. Padahal, berasnya sama,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Mentan kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan praktik curang dalam tata niaga beras yang sebelumnya ditemukan pemerintah, termasuk dugaan pelanggaran pada produk beras fortifikasi. Ia menegaskan praktik yang mengambil keuntungan dengan merugikan masyarakat harus diberantas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Lah, sebut saja besar-besar di media. Ada mafia yang membuat persoalan ini menjadi ribut. Tahu tidak, Rp89 triliun itu diambil dari hak rakyat. Itu penipuan, karena yang diambil adalah hak rakyat. Benar, kan?&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Mentan Amran mencontohkan adanya perbedaan harga yang sangat besar antara harga yang menurut perhitungannya semestinya dengan harga jual produk tertentu. Ia menyebut produk yang seharusnya berada di kisaran Rp13.000 justru dijual hingga Rp57.000.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bayangkan, harganya Rp13.000, dijual Rp57.000. Adil tidak itu?&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
6. Mentan Tak Tinggal Diam&#13;
&#13;
Mentan memastikan pemerintah tidak akan membiarkan pelaku usaha yang terbukti melakukan pelanggaran. Ia menyebut terdapat tiga langkah yang dapat dilakukan pemerintah, yakni moratorium, pencabutan izin, dan proses hukum.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang melanggar kita tindak. Ada tiga proses: izinnya dicabut, dimoratorium, dan diproses secara hukum,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Mentan menegaskan melimpahnya stok beras nasional semestinya menjamin ketersediaan beras bagi masyarakat. Karena itu, kelangkaan di tingkat ritel tidak boleh dijadikan alasan untuk memainkan harga maupun pasokan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nggak ada alasan. Tidak impor, apa alasannya lagi? Berarti memang ada mafia dari dulu. Ini harus diberesin,&amp;rdquo; tegas Mentan Amran.&#13;
&#13;
Dia menegaskan pemerintah akan terus membenahi tata kelola perdagangan beras, memastikan distribusi berjalan, serta menindak praktik yang merugikan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak ada ruang bagi mafia beras di Indonesia. Kita berhadapan,&amp;rdquo; tegas Amran.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyinggung adanya mafia di balik kenaikan harga beras yang terjadi di tengah kondisi stok yang dinilai melimpah. Selain harga naik, peran mafia ini disinyalir membuat beras premium langka di ritel modern.&#13;
&#13;
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya melaporkan harga beras nasional pada pekan ketiga September berada di atas Harga Eceran Pemerintah (HET) atau Harga Acuan Pemerintah (HAP).&#13;
&#13;
&amp;quot;Beras kenapa naik? Kenapa naik padahal stok banyak? Ada mafia. Ini yang bikin ribut,&amp;quot; kata Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (21/9/2026).&#13;
&#13;
Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta harga beras naik hingga langka, Jakarta, Minggu (24/9/2026).&#13;
&#13;
1. Mentan Ungkap Kerugian Rp90 Triliun&#13;
&#13;
Mentan menyebut dugaan praktik tersebut merugikan masyarakat hingga Rp90 triliun. Dia mencontohkan adanya beras yang dibeli dengan harga Rp13.000, namun kemudian dijual hingga Rp57.000 per kg.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tahu nggak? Itu Rp90 triliun diambil haknya rakyat. Itu penipuan. Haknya rakyat kan? Benar nggak? Ya itu yang diberitakan. Benar. Bayangkan harganya Rp13.000. Dia jual Rp57.000. Adil nggak itu? Menurutmu apa dia? Orang baik? Penipu,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Menurut Amran, kenaikan harga beras saat ini tidak seharusnya terjadi karena pemerintah memiliki stok beras dalam jumlah besar. Dia menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi praktik mafia beras.&#13;
&#13;
&amp;quot;Enggak ada ruang bagi mafia beras di Indonesia. Kita berhadapan,&amp;quot; tegas Amran.&#13;
&#13;
2. Upaya Turunkan Harga Beras&#13;
&#13;
Dalam upaya menekan harga beras, pemerintah, kata Amran terus menggelar operasi pasar serta menyalurkan bantuan pangan. Dia menyebut bantuan pangan serta Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus diberikan ke masyarakat di seluruh Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang, kita saya kira dalam waktu dekat. Kita sekarang operasi pasar. Kemudian bantuan pangan untuk 33,4 juta orang seluruh Indonesia. Kemudian SPHP ada 1 juta. Sudah, insyaallah turun (harga),&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Beras Premium Langka&#13;
&#13;
Terkait kelangkaan beras premium di sejumlah ritel akibat temuan beras fortifikasi tak sesuai standar, Amran mengatakan pemerintah telah memerintahkan Perum Bulog untuk menyalurkan beras ke pasar. Ia menyebut stok beras pemerintah saat ini mencapai sekitar 4,6 juta ton.&#13;
&#13;
Amran juga menilai kondisi harga beras di pasar tradisional dapat menjadi pembanding dengan harga di ritel. Menurut dia, ketika stok beras melimpah tetapi harga tetap meningkat, pemerintah perlu mencari penyebab di luar persoalan ketersediaan pasokan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dulu kalau tidak ada stok, harga naik kan? &amp;#39;Wah menterinya salah nih, impor.&amp;#39; Begitu sekarang banyak beras, apa alasannya lagi? Tidak impor, apa alasannya lagi? Berarti memang ada mafia dari dulu. Ini yang harus diberesin,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
4. Mentan Singgung Mafia&#13;
&#13;
Mentan menegaskan adanya mafia yang bermain di balik persoalan beras di pasaran. Pernyataan tersebut disampaikan saat beras premium dilaporkan langka di sejumlah ritel, padahal stok beras nasional berada dalam kondisi melimpah.&#13;
&#13;
Mentan menilai kelangkaan beras premium di ritel tidak semestinya terjadi ketika ketersediaan beras nasional mencukupi. Ia meminta persoalan tersebut dilihat lebih jauh agar tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk memainkan pasokan dan harga. Hal tersebut disampaikan Mentan ketika merespons kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dan kelangkaan beras premium di sejumlah ritel.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Gimana sih langka beras? Memangnya tidak ada beras?&amp;rdquo; kata Amran.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
5. Temuan Mentan Beras di Pasar Tradisional&#13;
&#13;
Menurut Mentan, kondisi di pasar tradisional justru menunjukkan harga beras cenderung lebih rendah. Karena itu, ia menilai adanya kelangkaan beras premium di ritel perlu ditelusuri, terlebih ketika stok beras secara nasional tersedia dalam jumlah besar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak ada beras premium? Kalau begitu, jangan sampai ada yang memanfaatkan kondisi ini untuk bermain atau berlaku nakal. Padahal, berasnya sama,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Mentan kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan praktik curang dalam tata niaga beras yang sebelumnya ditemukan pemerintah, termasuk dugaan pelanggaran pada produk beras fortifikasi. Ia menegaskan praktik yang mengambil keuntungan dengan merugikan masyarakat harus diberantas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Lah, sebut saja besar-besar di media. Ada mafia yang membuat persoalan ini menjadi ribut. Tahu tidak, Rp89 triliun itu diambil dari hak rakyat. Itu penipuan, karena yang diambil adalah hak rakyat. Benar, kan?&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Mentan Amran mencontohkan adanya perbedaan harga yang sangat besar antara harga yang menurut perhitungannya semestinya dengan harga jual produk tertentu. Ia menyebut produk yang seharusnya berada di kisaran Rp13.000 justru dijual hingga Rp57.000.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bayangkan, harganya Rp13.000, dijual Rp57.000. Adil tidak itu?&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
6. Mentan Tak Tinggal Diam&#13;
&#13;
Mentan memastikan pemerintah tidak akan membiarkan pelaku usaha yang terbukti melakukan pelanggaran. Ia menyebut terdapat tiga langkah yang dapat dilakukan pemerintah, yakni moratorium, pencabutan izin, dan proses hukum.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang melanggar kita tindak. Ada tiga proses: izinnya dicabut, dimoratorium, dan diproses secara hukum,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Mentan menegaskan melimpahnya stok beras nasional semestinya menjamin ketersediaan beras bagi masyarakat. Karena itu, kelangkaan di tingkat ritel tidak boleh dijadikan alasan untuk memainkan harga maupun pasokan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nggak ada alasan. Tidak impor, apa alasannya lagi? Berarti memang ada mafia dari dulu. Ini harus diberesin,&amp;rdquo; tegas Mentan Amran.&#13;
&#13;
Dia menegaskan pemerintah akan terus membenahi tata kelola perdagangan beras, memastikan distribusi berjalan, serta menindak praktik yang merugikan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak ada ruang bagi mafia beras di Indonesia. Kita berhadapan,&amp;rdquo; tegas Amran.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
