<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif Pekan Depan</title><description>Harga emas logam mulia diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan terakhir September 2026. Dinamika pasar global serta akumulasi aksi borong dari bank sentral sejumlah negara menjadi faktor penentu arah pergerakan harga komoditas ini.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/27/320/3244490/harga-emas-logam-mulia-diprediksi-fluktuatif-pekan-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/27/320/3244490/harga-emas-logam-mulia-diprediksi-fluktuatif-pekan-depan"/><item><title>Harga Emas Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif Pekan Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/27/320/3244490/harga-emas-logam-mulia-diprediksi-fluktuatif-pekan-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/27/320/3244490/harga-emas-logam-mulia-diprediksi-fluktuatif-pekan-depan</guid><pubDate>Minggu 27 September 2026 14:24 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/27/320/3244490/harga_emas-zH15_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Emas (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/27/320/3244490/harga_emas-zH15_large.jpg</image><title>Harga Emas (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Harga emas logam mulia diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan terakhir September 2026. Dinamika pasar global serta akumulasi aksi borong dari bank sentral sejumlah negara menjadi faktor penentu arah pergerakan harga komoditas ini.&#13;
&#13;
Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa harga logam mulia pada Sabtu pagi berada di level Rp2.653.000 per gram. Ia menilai harga emas masih berpotensi mengalami koreksi terbatas pada perdagangan pekan depan. Apabila terjadi pelemahan, harga logam mulia diperkirakan turun sekitar Rp10.000 menuju posisi Rp2.643.000 per gram.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai hari Sabtu pagi, kemungkinan di Rp 2.720.000 per gram. Jadi untuk logam mulia, dalam perdagangan pekan depan, kemungkinan besar range-nya itu di Rp 2.520.000 per gram sampai di Rp 2.720.000 per gram,&amp;rdquo; ujar Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).&#13;
&#13;
Sementara untuk emas dunia, Ibrahim memproyeksikan level support berada di kisaran Rp3.948.000 per troy ounce, sedangkan batas resistance berada di posisi Rp4.654.000 per troy ounce.&#13;
&#13;
Ibrahim menjelaskan bahwa penurunan harga emas dunia maupun logam mulia justru membuka peluang strategis bagi bank sentral global untuk menambah porsi kepemilikan emasnya.&#13;
&#13;
Momen penurunan harga ini dimanfaatkan untuk diversifikasi cadangan devisa dengan mengalihkan aset berbasis dolar AS ke emas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena dengan harga yang relatif lebih murah ini akan diuntungkan dari selisih harga. Nah di sini kita melihat bahwa yang aktif dalam melakukan pembelian ini adalah salah satunya Bank Central China,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ibrahim menyebut Bank Sentral China sebagai salah satu lembaga moneter yang paling agresif memborong emas sepanjang tahun 2026. Pembelian konsisten tercatat sejak awal tahun hingga Juli, sementara akumulasi periode Agustus dan September terus dicermati oleh pelaku pasar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada Agustus, akumulasi pembelian emas oleh Bank Sentral China dilaporkan melesat dengan penambahan sekitar 20 ton dibandingkan bulan sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nah ada kemungkinan besar bahwa dengan menurunnya harga emas dunia,&amp;rdquo; kata dia.&#13;
&#13;
Selain China, Bank Sentral Polandia juga tercatat sebagai salah satu otoritas moneter di kawasan Eropa yang aktif menambah cadangan emas. Tingginya minat pembelian dari bank sentral global ini diyakini menjadi bantalan kuat yang menahan kejatuhan harga emas lebih dalam saat terjadi koreksi teknis.&#13;
&#13;
&amp;quot;Permintaan untuk harga emas dunia maupun logam mulia dalam kondisi harga rendah ini dimanfaatkan oleh bank sentral global maupun perusahaan-perusahaan besar untuk melakukan pembelian guna mengganti cadangan devisanya dari dolar ke emas,&amp;quot; pungkas Ibrahim.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Harga emas logam mulia diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan terakhir September 2026. Dinamika pasar global serta akumulasi aksi borong dari bank sentral sejumlah negara menjadi faktor penentu arah pergerakan harga komoditas ini.&#13;
&#13;
Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa harga logam mulia pada Sabtu pagi berada di level Rp2.653.000 per gram. Ia menilai harga emas masih berpotensi mengalami koreksi terbatas pada perdagangan pekan depan. Apabila terjadi pelemahan, harga logam mulia diperkirakan turun sekitar Rp10.000 menuju posisi Rp2.643.000 per gram.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai hari Sabtu pagi, kemungkinan di Rp 2.720.000 per gram. Jadi untuk logam mulia, dalam perdagangan pekan depan, kemungkinan besar range-nya itu di Rp 2.520.000 per gram sampai di Rp 2.720.000 per gram,&amp;rdquo; ujar Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).&#13;
&#13;
Sementara untuk emas dunia, Ibrahim memproyeksikan level support berada di kisaran Rp3.948.000 per troy ounce, sedangkan batas resistance berada di posisi Rp4.654.000 per troy ounce.&#13;
&#13;
Ibrahim menjelaskan bahwa penurunan harga emas dunia maupun logam mulia justru membuka peluang strategis bagi bank sentral global untuk menambah porsi kepemilikan emasnya.&#13;
&#13;
Momen penurunan harga ini dimanfaatkan untuk diversifikasi cadangan devisa dengan mengalihkan aset berbasis dolar AS ke emas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena dengan harga yang relatif lebih murah ini akan diuntungkan dari selisih harga. Nah di sini kita melihat bahwa yang aktif dalam melakukan pembelian ini adalah salah satunya Bank Central China,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ibrahim menyebut Bank Sentral China sebagai salah satu lembaga moneter yang paling agresif memborong emas sepanjang tahun 2026. Pembelian konsisten tercatat sejak awal tahun hingga Juli, sementara akumulasi periode Agustus dan September terus dicermati oleh pelaku pasar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada Agustus, akumulasi pembelian emas oleh Bank Sentral China dilaporkan melesat dengan penambahan sekitar 20 ton dibandingkan bulan sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nah ada kemungkinan besar bahwa dengan menurunnya harga emas dunia,&amp;rdquo; kata dia.&#13;
&#13;
Selain China, Bank Sentral Polandia juga tercatat sebagai salah satu otoritas moneter di kawasan Eropa yang aktif menambah cadangan emas. Tingginya minat pembelian dari bank sentral global ini diyakini menjadi bantalan kuat yang menahan kejatuhan harga emas lebih dalam saat terjadi koreksi teknis.&#13;
&#13;
&amp;quot;Permintaan untuk harga emas dunia maupun logam mulia dalam kondisi harga rendah ini dimanfaatkan oleh bank sentral global maupun perusahaan-perusahaan besar untuk melakukan pembelian guna mengganti cadangan devisanya dari dolar ke emas,&amp;quot; pungkas Ibrahim.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
