<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Cara RI Persiapkan Generasi Muda di Industri Migas</title><description>Masa depan Aceh tidak hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam. Di balik potensi migas yang dimiliki daerah tersebut, terdapat modal yang tak kalah penting yaitu generasi muda.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/28/320/3244637/cara-ri-persiapkan-generasi-muda-di-industri-migas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/28/320/3244637/cara-ri-persiapkan-generasi-muda-di-industri-migas"/><item><title> Cara RI Persiapkan Generasi Muda di Industri Migas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/28/320/3244637/cara-ri-persiapkan-generasi-muda-di-industri-migas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/28/320/3244637/cara-ri-persiapkan-generasi-muda-di-industri-migas</guid><pubDate>Senin 28 September 2026 20:08 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/28/320/3244637/migas-y20l_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Cara RI Persiapkan Generasi Muda di Industri Migas (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/28/320/3244637/migas-y20l_large.jpg</image><title> Cara RI Persiapkan Generasi Muda di Industri Migas (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Masa depan Aceh tidak hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam. Di balik potensi migas yang dimiliki daerah tersebut, terdapat modal yang tak kalah penting yaitu generasi muda yang memiliki keberanian bermimpi, kemampuan memimpin, serta wawasan untuk bersaing di tingkat global.&#13;
&#13;
Semangat itulah yang mendorong Mubadala Energy bersama SKK Migas membuka ruang lebih luas bagi pelajar Aceh untuk mengenal dunia kepemimpinan, pendidikan hingga industri energi.&#13;
&#13;
Dukungan tersebut diwujudkan melalui AFS Global Future Leaders Network (AFS GFLN), yang memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mendapatkan pengalaman baru, berinteraksi dengan lingkungan profesional, sekaligus memperluas perspektif mengenai masa depan mereka.&#13;
&#13;
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut Yanin Kholison, mengatakan dukungan Mubadala Energy terhadap program tersebut merupakan bagian dari upaya membangun generasi muda Aceh yang percaya diri, kompeten dan memiliki wawasan global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Melalui dukungan Mubadala Energy terhadap AFS GFLN yang bekerja sama dengan SKK Migas, sektor industri hulu migas bangga dapat turut membina generasi pemimpin yang percaya diri, kompeten, dan berwawasan global,&amp;rdquo; kata Yanin dalam keterangannya, Jakarta, Senin (28/9/2026).&#13;
&#13;
Menurut dia, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh para peserta diharapkan tidak berhenti pada diri mereka sendiri. Dalam jangka panjang, generasi muda tersebut diharapkan mampu membawa manfaat kembali bagi masyarakat Aceh dan lingkungan yang lebih luas.&#13;
&#13;
Persiapkan SDM di Industri Migas&#13;
&#13;
Bagi SKK Migas, program semacam ini memiliki arti lebih luas. Pengembangan sumber daya manusia dipandang sebagai bagian dari upaya memastikan manfaat industri hulu migas dapat terus dirasakan masyarakat, bahkan dalam jangka panjang.&#13;
&#13;
Kepala Kelompok Kerja Pengembangan Masyarakat Divisi Formalitas SKK Migas Roy Widiartha mengatakan, pendidikan dan pengembangan kepemimpinan merupakan investasi sosial jangka panjang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;SKK Migas memandang pendidikan dan pengembangan kepemimpinan sebagai investasi sosial jangka panjang. Melalui AFS GFLN, kami ingin membangun jejaring calon pemimpin bangsa dari wilayah operasi migas yang memiliki wawasan global, berakar pada nilai-nilai lokal, dan siap kembali memberikan kontribusi bagi daerahnya,&amp;rdquo; ujar Roy.&#13;
&#13;
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi salah satu cara untuk memastikan manfaat kehadiran industri hulu migas tidak hanya diukur dari produksi minyak dan gas, tetapi juga dari tumbuhnya kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Inilah salah satu cara kami mempersiapkan agar manfaat kehadiran industri hulu migas tetap tumbuh dan berkelanjutan, bahkan melampaui masa operasi,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Peluang dan Tantangan Industri Migas&#13;
&#13;
Presiden Direktur Mubadala Energy Abdulla Bu Ali turut menyambut para peserta. Dia berbagi pandangan mengenai kepemimpinan, proses pembelajaran, serta pentingnya memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.&#13;
&#13;
Para siswa kemudian diajak melihat perjalanan industri hulu migas melalui sesi bersama tim eksplorasi. Mereka mendapatkan gambaran bagaimana sumber daya minyak dan gas yang berada di bawah permukaan bumi ditemukan, dikembangkan, hingga akhirnya menjadi energi yang digunakan masyarakat.&#13;
&#13;
Tim proyek juga memperkenalkan Pengembangan Lapangan Gas Tangkulo, sekaligus menunjukkan kompleksitas dalam membangun dan mengelola proyek energi berskala besar. Dari sini, para siswa mendapatkan satu pemahaman baru: industri energi bukan hanya milik ahli geologi atau insinyur.&#13;
&#13;
Di balik satu proyek energi terdapat beragam disiplin ilmu dan profesi. Mulai dari geosains, teknik, teknologi, infrastruktur, komunikasi, keuangan, keberlanjutan hingga berbagai fungsi pendukung lainnya.&#13;
&#13;
Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian yang menarik. Para peserta tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga aktif menyampaikan pertanyaan mengenai industri energi dan perjalanan karier di dalamnya. Tiga siswa yang mewakili Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Bireuen turut menyampaikan kesan mereka setelah mengikuti kegiatan tersebut.&#13;
&#13;
Antusiasme dan pertanyaan kritis yang muncul menjadi gambaran bahwa potensi generasi muda Aceh sangat besar ketika mereka mendapatkan akses langsung terhadap pengetahuan, pengalaman, dan lingkungan profesional.&#13;
&#13;
Bagi Mubadala Energy, pendidikan tidak berhenti pada aktivitas berbagi pengetahuan. Pendidikan dipandang sebagai investasi untuk membuka akses terhadap peluang, membangun kepercayaan diri, sekaligus memberi ruang kepada generasi muda untuk menemukan dan mengembangkan potensinya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setiap perjalanan besar bermula dari sebuah impian. Dengan menghubungkan kaum muda pada pengalaman, pengetahuan, dan sosok panutan baru, Mubadala Energy berharap dapat menginspirasi mereka untuk mengejar cita-cita dan menjadi pemimpin masa depan yang membawa dampak nyata serta berkelanjutan bagi komunitas mereka,&amp;rdquo; demikian pesan yang disampaikan dalam program tersebut.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, pada 2026, sebanyak 15 siswa asal Aceh &amp;nbsp;mengikuti AFS GFLN tersebut. Jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti enam siswa.&#13;
&#13;
Pertambahan peserta menunjukkan semakin terbukanya akses pengembangan kapasitas dan kepemimpinan bagi anak-anak muda di wilayah Aceh.&#13;
&#13;
Kolaborasi antara SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) juga menjadi bagian penting dalam memperluas kesempatan tersebut. Pengalaman para peserta kemudian diperluas melalui kegiatan Quality Time di kantor Mubadala Energy pada 16 September 2026.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Masa depan Aceh tidak hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam. Di balik potensi migas yang dimiliki daerah tersebut, terdapat modal yang tak kalah penting yaitu generasi muda yang memiliki keberanian bermimpi, kemampuan memimpin, serta wawasan untuk bersaing di tingkat global.&#13;
&#13;
Semangat itulah yang mendorong Mubadala Energy bersama SKK Migas membuka ruang lebih luas bagi pelajar Aceh untuk mengenal dunia kepemimpinan, pendidikan hingga industri energi.&#13;
&#13;
Dukungan tersebut diwujudkan melalui AFS Global Future Leaders Network (AFS GFLN), yang memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mendapatkan pengalaman baru, berinteraksi dengan lingkungan profesional, sekaligus memperluas perspektif mengenai masa depan mereka.&#13;
&#13;
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut Yanin Kholison, mengatakan dukungan Mubadala Energy terhadap program tersebut merupakan bagian dari upaya membangun generasi muda Aceh yang percaya diri, kompeten dan memiliki wawasan global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Melalui dukungan Mubadala Energy terhadap AFS GFLN yang bekerja sama dengan SKK Migas, sektor industri hulu migas bangga dapat turut membina generasi pemimpin yang percaya diri, kompeten, dan berwawasan global,&amp;rdquo; kata Yanin dalam keterangannya, Jakarta, Senin (28/9/2026).&#13;
&#13;
Menurut dia, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh para peserta diharapkan tidak berhenti pada diri mereka sendiri. Dalam jangka panjang, generasi muda tersebut diharapkan mampu membawa manfaat kembali bagi masyarakat Aceh dan lingkungan yang lebih luas.&#13;
&#13;
Persiapkan SDM di Industri Migas&#13;
&#13;
Bagi SKK Migas, program semacam ini memiliki arti lebih luas. Pengembangan sumber daya manusia dipandang sebagai bagian dari upaya memastikan manfaat industri hulu migas dapat terus dirasakan masyarakat, bahkan dalam jangka panjang.&#13;
&#13;
Kepala Kelompok Kerja Pengembangan Masyarakat Divisi Formalitas SKK Migas Roy Widiartha mengatakan, pendidikan dan pengembangan kepemimpinan merupakan investasi sosial jangka panjang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;SKK Migas memandang pendidikan dan pengembangan kepemimpinan sebagai investasi sosial jangka panjang. Melalui AFS GFLN, kami ingin membangun jejaring calon pemimpin bangsa dari wilayah operasi migas yang memiliki wawasan global, berakar pada nilai-nilai lokal, dan siap kembali memberikan kontribusi bagi daerahnya,&amp;rdquo; ujar Roy.&#13;
&#13;
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi salah satu cara untuk memastikan manfaat kehadiran industri hulu migas tidak hanya diukur dari produksi minyak dan gas, tetapi juga dari tumbuhnya kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Inilah salah satu cara kami mempersiapkan agar manfaat kehadiran industri hulu migas tetap tumbuh dan berkelanjutan, bahkan melampaui masa operasi,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Peluang dan Tantangan Industri Migas&#13;
&#13;
Presiden Direktur Mubadala Energy Abdulla Bu Ali turut menyambut para peserta. Dia berbagi pandangan mengenai kepemimpinan, proses pembelajaran, serta pentingnya memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.&#13;
&#13;
Para siswa kemudian diajak melihat perjalanan industri hulu migas melalui sesi bersama tim eksplorasi. Mereka mendapatkan gambaran bagaimana sumber daya minyak dan gas yang berada di bawah permukaan bumi ditemukan, dikembangkan, hingga akhirnya menjadi energi yang digunakan masyarakat.&#13;
&#13;
Tim proyek juga memperkenalkan Pengembangan Lapangan Gas Tangkulo, sekaligus menunjukkan kompleksitas dalam membangun dan mengelola proyek energi berskala besar. Dari sini, para siswa mendapatkan satu pemahaman baru: industri energi bukan hanya milik ahli geologi atau insinyur.&#13;
&#13;
Di balik satu proyek energi terdapat beragam disiplin ilmu dan profesi. Mulai dari geosains, teknik, teknologi, infrastruktur, komunikasi, keuangan, keberlanjutan hingga berbagai fungsi pendukung lainnya.&#13;
&#13;
Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian yang menarik. Para peserta tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga aktif menyampaikan pertanyaan mengenai industri energi dan perjalanan karier di dalamnya. Tiga siswa yang mewakili Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Bireuen turut menyampaikan kesan mereka setelah mengikuti kegiatan tersebut.&#13;
&#13;
Antusiasme dan pertanyaan kritis yang muncul menjadi gambaran bahwa potensi generasi muda Aceh sangat besar ketika mereka mendapatkan akses langsung terhadap pengetahuan, pengalaman, dan lingkungan profesional.&#13;
&#13;
Bagi Mubadala Energy, pendidikan tidak berhenti pada aktivitas berbagi pengetahuan. Pendidikan dipandang sebagai investasi untuk membuka akses terhadap peluang, membangun kepercayaan diri, sekaligus memberi ruang kepada generasi muda untuk menemukan dan mengembangkan potensinya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setiap perjalanan besar bermula dari sebuah impian. Dengan menghubungkan kaum muda pada pengalaman, pengetahuan, dan sosok panutan baru, Mubadala Energy berharap dapat menginspirasi mereka untuk mengejar cita-cita dan menjadi pemimpin masa depan yang membawa dampak nyata serta berkelanjutan bagi komunitas mereka,&amp;rdquo; demikian pesan yang disampaikan dalam program tersebut.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, pada 2026, sebanyak 15 siswa asal Aceh &amp;nbsp;mengikuti AFS GFLN tersebut. Jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti enam siswa.&#13;
&#13;
Pertambahan peserta menunjukkan semakin terbukanya akses pengembangan kapasitas dan kepemimpinan bagi anak-anak muda di wilayah Aceh.&#13;
&#13;
Kolaborasi antara SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) juga menjadi bagian penting dalam memperluas kesempatan tersebut. Pengalaman para peserta kemudian diperluas melalui kegiatan Quality Time di kantor Mubadala Energy pada 16 September 2026.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
