<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029, Menko Airlangga Ungkap Bauran Strategi Nasional</title><description>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggarisbawahi bahwa perekonomian dunia saat ini masih dilingkupi tingkat ketidakpastian yang tinggi, terutama yang bersumber dari tiga saluran risiko utama, yaitu sektor energi dan logistik, arus perdagangan dan investasi, serta dinamika pasar keuangan global.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/29/320/3244880/bidik-pertumbuhan-ekonomi-8-persen-di-2029-menko-airlangga-ungkap-bauran-strategi-nasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/29/320/3244880/bidik-pertumbuhan-ekonomi-8-persen-di-2029-menko-airlangga-ungkap-bauran-strategi-nasional"/><item><title>Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029, Menko Airlangga Ungkap Bauran Strategi Nasional</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/29/320/3244880/bidik-pertumbuhan-ekonomi-8-persen-di-2029-menko-airlangga-ungkap-bauran-strategi-nasional</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/29/320/3244880/bidik-pertumbuhan-ekonomi-8-persen-di-2029-menko-airlangga-ungkap-bauran-strategi-nasional</guid><pubDate>Selasa 29 September 2026 15:39 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/29/320/3244880/menko_airlangga-DmCT_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/29/320/3244880/menko_airlangga-DmCT_large.png</image><title>Menko Airlangga (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggarisbawahi&amp;nbsp;perekonomian dunia saat ini masih dilingkupi tingkat ketidakpastian yang tinggi, terutama yang bersumber dari tiga saluran risiko utama, yaitu sektor energi dan logistik, arus perdagangan dan investasi, serta dinamika pasar keuangan global.&#13;
&#13;
Dalam situasi tersebut, sejumlah institusi internasional turut memperkirakan laju ekspansi ekonomi dunia berpotensi mengalami perlambatan akibat rentetan tantangan yang belum kunjung mereda.&#13;
&#13;
Kondisi tersebut mempertegas bahwa penguatan fundamental di dalam negeri serta pengelolaan risiko yang terukur tetap menjadi tumpuan utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Kendati berada di bawah tekanan dinamika eksternal, performa ekonomi Indonesia terpantau tetap solid. Sepanjang semester I-2026, laju produk domestik bruto nasional tercatat tumbuh 5,45% secara tahunan (year-on-year), menempatkan Indonesia di jajaran negara dengan pertumbuhan tertinggi di antara anggota G20, sementara tingkat inflasi pada Agustus 2026 terjaga di level 3,19%.&#13;
&#13;
Pada indikator kesejahteraan sosial, persentase kemiskinan tercatat sebesar 8,07%, rasio Gini berada di angka 0,368, dan tingkat pengangguran bertengger di posisi 4,65%. Dari sisi penanaman modal, sebanyak 50,2% realisasi investasi semester I-2026 telah terdistribusi ke luar Pulau Jawa, menandai pemerataan aktivitas ekonomi yang kian meluas di berbagai daerah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di tengah gejolak pasar global, Indonesia juga berhasil mempertahankan peringkat utang pada level BBB dengan prospek stabil dari lembaga pemeringkat internasional S&amp;amp;P.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk tahun 2027, kami menargetkan pertumbuhan sebesar 6,0%, inflasi 2,5%. Tiga kondisi harus terpenuhi yakni pertumbuhan investasi yang melampaui pertumbuhan PDB, produktivitas per pekerja yang lebih tinggi, dan ekspor bernilai tambah lebih tinggi dengan dukungan logistik yang efisien,&amp;rdquo; jelas Airlangga dalam keterangan resmi, Selasa (29/9/2026).&#13;
&#13;
Terkait jangka menengah untuk merealisasikan target pertumbuhan ekonomi hingga 8% pada 2029, Airlangga bilang bakal memaksimalkan bauran kebijakan terpadu. Pendekatan ini menempatkan instrumen fiskal sebagai motor penggerak, kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas moneter sekaligus menstimulasi likuiditas pembiayaan perbankan, serta sinergi entitas Danantara bersama pelaku usaha swasta dalam mengakselerasi penanaman modal.&#13;
&#13;
Arah diversifikasi mesin pertumbuhan difokuskan pada sektor ekosistem kendaraan listrik, digitalisasi ekonomi, rantai pasok semikonduktor, pemanfaatan kecerdasan buatan, ketahanan pertanian, serta sektor energi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk mengawal sasaran tersebut, pemerintah menyusun empat pilar strategis, diawali langkah deregulasi serta pembenahan hambatan operasional berdasarkan payung Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pilar berikutnya mencakup penguatan pembiayaan dan iklim investasi, peningkatan kualitas dan keahlian sumber daya manusia lewat penyediaan kuota magang bagi 150.000 peserta serta pemberdayaan 220.000 lulusan pendidikan vokasi, hingga perluasan penetrasi pasar dan diplomasi ekonomi internasional yang ditopang 25 kesepakatan dagang aktif serta 13 perjanjian dagang lain yang tengah dinegosiasikan.&#13;
&#13;
Lebih jauh, Airlangga memaparkan bahwa stabilitas ketahanan energi dan akselerasi transformasi digital merupakan fondasi krusial penopang kekuatan ekonomi domestik.&#13;
&#13;
Pada lanskap digital, adopsi sistem pembayaran QRIS telah menjangkau 61 juta pengguna serta memfasilitasi 44 juta merchant, dengan valuasi ekonomi digital nasional mendekati USD100 miliar. Penguatan ekosistem teknologi dirancang agar membentuk rantai nilai komprehensif, mulai dari pembangunan pusat data pengembangan AI, industri semikonduktor, hingga penyediaan talenta terampil.&#13;
&#13;
Hingga tahun 2030, Indonesia diproyeksikan membutuhkan 9 juta sumber daya manusia di bidang digital atau berkisar 600 ribu tenaga profesional per tahun, sementara Kawasan Nongsa dipersiapkan guna membuka lebih dari 8.000 lapangan kerja baru di sektor teknologi.&#13;
&#13;
Aktivitas investasi nasional pun mempertahankan tren positif, tecermin dari realisasi penanaman modal pada paruh pertama 2026 yang menyentuh kisaran Rp1.010 triliun, atau terkerek 7,2% dibandingkan realisasi periode yang sama pada tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
Akumulasi modal tersebut sanggup menyerap 1,4 juta tenaga kerja, dengan komposisi Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang 50,2% dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi 49,8%. Pemerintah bakal membenahi iklim usaha lewat pemangkasan birokrasi dan perbaikan standar pelayanan publik, salah satunya melalui implementasi Service Level Agreement (SLA) untuk mempercepat perizinan berusaha terintegrasi berbasis risiko.&#13;
&#13;
Langkah penguraian sumbatan investasi diperkuat peran Satuan Tugas Deregulasi di bawah supervisi pemerintah, yang sejauh ini berhasil merampungkan penyelesaian atas 135 dari total 177 aduan persoalan regulasi dan hambatan proyek di lapangan.&#13;
&#13;
Di sisi lain, ekspansi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus dimatangkan sebagai pusat magnet investasi baru. Saat ini telah beroperasi 25 KEK seluas hampir 24.000 hektare yang bergerak pada klaster industri manufaktur, pariwisata, fasilitas kesehatan, institusi pendidikan, teknologi, digital, hingga sektor jasa komersial.&#13;
&#13;
Di sektor manufaktur, pemerintah konsisten memperkuat industri padat karya sembari membuka pintu perdagangan internasional. Subsektor tekstil dan alas kaki tercatat menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja domestik dan menyumbangkan devisa ekspor hingga USD12 miliar.&#13;
&#13;
Pada kancah global, posisi tawar Indonesia dipertegas melalui peran aktif di forum G20, pemenuhan tahapan aksesi OECD yang kini telah melampaui 80%, serta proses pengajuan keanggotaan dalam perjanjian dagang kemitraan trans-pasifik.&#13;
&#13;
Serangkaian kerja sama ekonomi luar negeri tersebut diterapkan demi memperlebar akses pasar ekspor dan mengangkat daya saing produk industri dalam negeri di pasar global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Angka semata tidak menciptakan kemakmuran, yang terpenting adalah mengubah investasi, teknologi, dan reformasi menjadi lapangan kerja, produktivitas, dan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat kita,&amp;rdquo; urai Airlangga.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggarisbawahi&amp;nbsp;perekonomian dunia saat ini masih dilingkupi tingkat ketidakpastian yang tinggi, terutama yang bersumber dari tiga saluran risiko utama, yaitu sektor energi dan logistik, arus perdagangan dan investasi, serta dinamika pasar keuangan global.&#13;
&#13;
Dalam situasi tersebut, sejumlah institusi internasional turut memperkirakan laju ekspansi ekonomi dunia berpotensi mengalami perlambatan akibat rentetan tantangan yang belum kunjung mereda.&#13;
&#13;
Kondisi tersebut mempertegas bahwa penguatan fundamental di dalam negeri serta pengelolaan risiko yang terukur tetap menjadi tumpuan utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Kendati berada di bawah tekanan dinamika eksternal, performa ekonomi Indonesia terpantau tetap solid. Sepanjang semester I-2026, laju produk domestik bruto nasional tercatat tumbuh 5,45% secara tahunan (year-on-year), menempatkan Indonesia di jajaran negara dengan pertumbuhan tertinggi di antara anggota G20, sementara tingkat inflasi pada Agustus 2026 terjaga di level 3,19%.&#13;
&#13;
Pada indikator kesejahteraan sosial, persentase kemiskinan tercatat sebesar 8,07%, rasio Gini berada di angka 0,368, dan tingkat pengangguran bertengger di posisi 4,65%. Dari sisi penanaman modal, sebanyak 50,2% realisasi investasi semester I-2026 telah terdistribusi ke luar Pulau Jawa, menandai pemerataan aktivitas ekonomi yang kian meluas di berbagai daerah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di tengah gejolak pasar global, Indonesia juga berhasil mempertahankan peringkat utang pada level BBB dengan prospek stabil dari lembaga pemeringkat internasional S&amp;amp;P.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk tahun 2027, kami menargetkan pertumbuhan sebesar 6,0%, inflasi 2,5%. Tiga kondisi harus terpenuhi yakni pertumbuhan investasi yang melampaui pertumbuhan PDB, produktivitas per pekerja yang lebih tinggi, dan ekspor bernilai tambah lebih tinggi dengan dukungan logistik yang efisien,&amp;rdquo; jelas Airlangga dalam keterangan resmi, Selasa (29/9/2026).&#13;
&#13;
Terkait jangka menengah untuk merealisasikan target pertumbuhan ekonomi hingga 8% pada 2029, Airlangga bilang bakal memaksimalkan bauran kebijakan terpadu. Pendekatan ini menempatkan instrumen fiskal sebagai motor penggerak, kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas moneter sekaligus menstimulasi likuiditas pembiayaan perbankan, serta sinergi entitas Danantara bersama pelaku usaha swasta dalam mengakselerasi penanaman modal.&#13;
&#13;
Arah diversifikasi mesin pertumbuhan difokuskan pada sektor ekosistem kendaraan listrik, digitalisasi ekonomi, rantai pasok semikonduktor, pemanfaatan kecerdasan buatan, ketahanan pertanian, serta sektor energi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk mengawal sasaran tersebut, pemerintah menyusun empat pilar strategis, diawali langkah deregulasi serta pembenahan hambatan operasional berdasarkan payung Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pilar berikutnya mencakup penguatan pembiayaan dan iklim investasi, peningkatan kualitas dan keahlian sumber daya manusia lewat penyediaan kuota magang bagi 150.000 peserta serta pemberdayaan 220.000 lulusan pendidikan vokasi, hingga perluasan penetrasi pasar dan diplomasi ekonomi internasional yang ditopang 25 kesepakatan dagang aktif serta 13 perjanjian dagang lain yang tengah dinegosiasikan.&#13;
&#13;
Lebih jauh, Airlangga memaparkan bahwa stabilitas ketahanan energi dan akselerasi transformasi digital merupakan fondasi krusial penopang kekuatan ekonomi domestik.&#13;
&#13;
Pada lanskap digital, adopsi sistem pembayaran QRIS telah menjangkau 61 juta pengguna serta memfasilitasi 44 juta merchant, dengan valuasi ekonomi digital nasional mendekati USD100 miliar. Penguatan ekosistem teknologi dirancang agar membentuk rantai nilai komprehensif, mulai dari pembangunan pusat data pengembangan AI, industri semikonduktor, hingga penyediaan talenta terampil.&#13;
&#13;
Hingga tahun 2030, Indonesia diproyeksikan membutuhkan 9 juta sumber daya manusia di bidang digital atau berkisar 600 ribu tenaga profesional per tahun, sementara Kawasan Nongsa dipersiapkan guna membuka lebih dari 8.000 lapangan kerja baru di sektor teknologi.&#13;
&#13;
Aktivitas investasi nasional pun mempertahankan tren positif, tecermin dari realisasi penanaman modal pada paruh pertama 2026 yang menyentuh kisaran Rp1.010 triliun, atau terkerek 7,2% dibandingkan realisasi periode yang sama pada tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
Akumulasi modal tersebut sanggup menyerap 1,4 juta tenaga kerja, dengan komposisi Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang 50,2% dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi 49,8%. Pemerintah bakal membenahi iklim usaha lewat pemangkasan birokrasi dan perbaikan standar pelayanan publik, salah satunya melalui implementasi Service Level Agreement (SLA) untuk mempercepat perizinan berusaha terintegrasi berbasis risiko.&#13;
&#13;
Langkah penguraian sumbatan investasi diperkuat peran Satuan Tugas Deregulasi di bawah supervisi pemerintah, yang sejauh ini berhasil merampungkan penyelesaian atas 135 dari total 177 aduan persoalan regulasi dan hambatan proyek di lapangan.&#13;
&#13;
Di sisi lain, ekspansi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus dimatangkan sebagai pusat magnet investasi baru. Saat ini telah beroperasi 25 KEK seluas hampir 24.000 hektare yang bergerak pada klaster industri manufaktur, pariwisata, fasilitas kesehatan, institusi pendidikan, teknologi, digital, hingga sektor jasa komersial.&#13;
&#13;
Di sektor manufaktur, pemerintah konsisten memperkuat industri padat karya sembari membuka pintu perdagangan internasional. Subsektor tekstil dan alas kaki tercatat menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja domestik dan menyumbangkan devisa ekspor hingga USD12 miliar.&#13;
&#13;
Pada kancah global, posisi tawar Indonesia dipertegas melalui peran aktif di forum G20, pemenuhan tahapan aksesi OECD yang kini telah melampaui 80%, serta proses pengajuan keanggotaan dalam perjanjian dagang kemitraan trans-pasifik.&#13;
&#13;
Serangkaian kerja sama ekonomi luar negeri tersebut diterapkan demi memperlebar akses pasar ekspor dan mengangkat daya saing produk industri dalam negeri di pasar global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Angka semata tidak menciptakan kemakmuran, yang terpenting adalah mengubah investasi, teknologi, dan reformasi menjadi lapangan kerja, produktivitas, dan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat kita,&amp;rdquo; urai Airlangga.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
