<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mulai Investasi Jangan Tunggu Uang Sisa, Wajib Kendalikan Self-Reward</title><description>Anak muda disarankan mulai berinvestasi sejak memiliki penghasilan dan tidak menunggu uang tersisa di akhir bulan.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/30/320/3245105/mulai-investasi-jangan-tunggu-uang-sisa-wajib-kendalikan-self-reward</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/30/320/3245105/mulai-investasi-jangan-tunggu-uang-sisa-wajib-kendalikan-self-reward"/><item><title>Mulai Investasi Jangan Tunggu Uang Sisa, Wajib Kendalikan Self-Reward</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/30/320/3245105/mulai-investasi-jangan-tunggu-uang-sisa-wajib-kendalikan-self-reward</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/30/320/3245105/mulai-investasi-jangan-tunggu-uang-sisa-wajib-kendalikan-self-reward</guid><pubDate>Rabu 30 September 2026 15:33 WIB</pubDate><dc:creator>Mei Sada Sirait</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/30/320/3245105/inews-qp5y_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rangkaian iNews Campus Connect 2026 di Universitas Tarumanagara (Untar). (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/30/320/3245105/inews-qp5y_large.jpg</image><title>Rangkaian iNews Campus Connect 2026 di Universitas Tarumanagara (Untar). (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)</title></images><description>JAKARTA - Anak muda disarankan mulai berinvestasi sejak memiliki penghasilan dan tidak menunggu uang tersisa di akhir bulan. Di sisi lain, keinginan melakukan self-reward tetap dapat dipenuhi selama porsinya ditentukan sejak awal dan tidak mengganggu alokasi investasi.&#13;
&#13;
Head of Product Management Community and Partnership MNC Sekuritas Luqman El Hakiem mengatakan pengelolaan keuangan perlu membagi penghasilan untuk kebutuhan saat ini dan persiapan masa depan.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Luqman dalam sesi &amp;ldquo;Next Gen Playbook: Money, Tech, Creator, Future&amp;rdquo; pada rangkaian iNews Campus Connect 2026 di Universitas Tarumanagara (Untar), Rabu (30/9/2026).&#13;
&#13;
Menurut Luqman, seseorang perlu membiasakan diri menyisihkan sebagian penghasilan untuk investasi sebelum memenuhi berbagai keinginan konsumtif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menahan desire today untuk benefit the future,&amp;rdquo; ujar Luqman.&#13;
&#13;
Meski demikian, ia menilai self-reward bukan sesuatu yang harus dihindari. Menurutnya, seseorang tetap dapat menikmati hasil kerja selama memiliki batas pengeluaran yang jelas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Beli matcha enggak ada yang salah,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Persoalannya, kata Luqman, bukan pada boleh atau tidaknya melakukan self-reward, melainkan bagaimana menentukan porsi penghasilan untuk kebutuhan tersebut dan investasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hal yang untuk diinvestasikan jangan sebagai residual atau jangan sebagai sisa,&amp;rdquo; ujar Luqman.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, investasi yang hanya mengandalkan uang tersisa pada akhir bulan berisiko tidak terlaksana karena seluruh penghasilan sudah habis untuk kebutuhan dan keinginan lainnya.&#13;
&#13;
Karena itu, Luqman menyarankan masyarakat menentukan alokasi investasi sejak awal menerima penghasilan. Sebagai ilustrasi, seseorang yang memperoleh penghasilan Rp20 juta per bulan dapat langsung menyisihkan 10 persen untuk investasi.&#13;
&#13;
Sementara itu, sebagian penghasilan lainnya tetap dapat digunakan untuk kebutuhan pribadi maupun self-reward.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Walaupun nanti 20 persennya dibuat self-reward, itu enggak masalah. Yang penting start dari sekarang, mau porsinya 10 persen, 20 persen, 30 persen, it&amp;rsquo;s up to your judgment,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Dengan menentukan porsi sejak awal, investasi dan self-reward dapat berjalan beriringan tanpa harus memilih salah satunya secara ekstrem. Kuncinya adalah konsistensi dalam menjalankan alokasi yang telah ditetapkan.&#13;
&#13;
Mumpung Muda, Mulai Investasi&#13;
&#13;
Luqman juga menekankan pentingnya faktor waktu dalam investasi. Menurutnya, semakin dini seseorang mulai berinvestasi, semakin panjang waktu yang dimiliki untuk mengembangkan investasinya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mumpung masih muda, kita harus start investasi,&amp;rdquo; kata Luqman.&#13;
&#13;
Ia menyebut investasi berkaitan dengan waktu karena semakin cepat dimulai, semakin panjang kesempatan untuk memperoleh manfaat dari compounding.&#13;
&#13;
Meski demikian, Luqman menegaskan bahwa seseorang yang baru mulai berinvestasi ketika sudah lebih tua tetap dapat melakukannya. Hanya saja, waktu yang tersedia untuk mengembangkan investasi menjadi lebih terbatas.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Anak muda disarankan mulai berinvestasi sejak memiliki penghasilan dan tidak menunggu uang tersisa di akhir bulan. Di sisi lain, keinginan melakukan self-reward tetap dapat dipenuhi selama porsinya ditentukan sejak awal dan tidak mengganggu alokasi investasi.&#13;
&#13;
Head of Product Management Community and Partnership MNC Sekuritas Luqman El Hakiem mengatakan pengelolaan keuangan perlu membagi penghasilan untuk kebutuhan saat ini dan persiapan masa depan.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Luqman dalam sesi &amp;ldquo;Next Gen Playbook: Money, Tech, Creator, Future&amp;rdquo; pada rangkaian iNews Campus Connect 2026 di Universitas Tarumanagara (Untar), Rabu (30/9/2026).&#13;
&#13;
Menurut Luqman, seseorang perlu membiasakan diri menyisihkan sebagian penghasilan untuk investasi sebelum memenuhi berbagai keinginan konsumtif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menahan desire today untuk benefit the future,&amp;rdquo; ujar Luqman.&#13;
&#13;
Meski demikian, ia menilai self-reward bukan sesuatu yang harus dihindari. Menurutnya, seseorang tetap dapat menikmati hasil kerja selama memiliki batas pengeluaran yang jelas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Beli matcha enggak ada yang salah,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Persoalannya, kata Luqman, bukan pada boleh atau tidaknya melakukan self-reward, melainkan bagaimana menentukan porsi penghasilan untuk kebutuhan tersebut dan investasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hal yang untuk diinvestasikan jangan sebagai residual atau jangan sebagai sisa,&amp;rdquo; ujar Luqman.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, investasi yang hanya mengandalkan uang tersisa pada akhir bulan berisiko tidak terlaksana karena seluruh penghasilan sudah habis untuk kebutuhan dan keinginan lainnya.&#13;
&#13;
Karena itu, Luqman menyarankan masyarakat menentukan alokasi investasi sejak awal menerima penghasilan. Sebagai ilustrasi, seseorang yang memperoleh penghasilan Rp20 juta per bulan dapat langsung menyisihkan 10 persen untuk investasi.&#13;
&#13;
Sementara itu, sebagian penghasilan lainnya tetap dapat digunakan untuk kebutuhan pribadi maupun self-reward.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Walaupun nanti 20 persennya dibuat self-reward, itu enggak masalah. Yang penting start dari sekarang, mau porsinya 10 persen, 20 persen, 30 persen, it&amp;rsquo;s up to your judgment,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Dengan menentukan porsi sejak awal, investasi dan self-reward dapat berjalan beriringan tanpa harus memilih salah satunya secara ekstrem. Kuncinya adalah konsistensi dalam menjalankan alokasi yang telah ditetapkan.&#13;
&#13;
Mumpung Muda, Mulai Investasi&#13;
&#13;
Luqman juga menekankan pentingnya faktor waktu dalam investasi. Menurutnya, semakin dini seseorang mulai berinvestasi, semakin panjang waktu yang dimiliki untuk mengembangkan investasinya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mumpung masih muda, kita harus start investasi,&amp;rdquo; kata Luqman.&#13;
&#13;
Ia menyebut investasi berkaitan dengan waktu karena semakin cepat dimulai, semakin panjang kesempatan untuk memperoleh manfaat dari compounding.&#13;
&#13;
Meski demikian, Luqman menegaskan bahwa seseorang yang baru mulai berinvestasi ketika sudah lebih tua tetap dapat melakukannya. Hanya saja, waktu yang tersedia untuk mengembangkan investasi menjadi lebih terbatas.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
