<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impor RI Tembus USD23,06 Miliar di Agustus 2026, Meroket 19,09 Persen</title><description>Realisasi ini mengalami peningkatan sebesar 19,09 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/01/320/3245316/impor-ri-tembus-usd23-06-miliar-di-agustus-2026-meroket-19-09-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/01/320/3245316/impor-ri-tembus-usd23-06-miliar-di-agustus-2026-meroket-19-09-persen"/><item><title>Impor RI Tembus USD23,06 Miliar di Agustus 2026, Meroket 19,09 Persen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/01/320/3245316/impor-ri-tembus-usd23-06-miliar-di-agustus-2026-meroket-19-09-persen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/01/320/3245316/impor-ri-tembus-usd23-06-miliar-di-agustus-2026-meroket-19-09-persen</guid><pubDate>Kamis 01 Oktober 2026 13:37 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/01/320/3245316/pelabuhan-9iqk_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia mencapai USD23,06 miliar pada Agustus 2026. (Foto: Okezone.com/Pelindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/01/320/3245316/pelabuhan-9iqk_large.jpg</image><title> Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia mencapai USD23,06 miliar pada Agustus 2026. (Foto: Okezone.com/Pelindo)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia mencapai USD23,06 miliar pada Agustus 2026. Realisasi ini mengalami peningkatan sebesar 19,09 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa lonjakan kinerja impor tersebut paling dominan ditopang oleh masuknya komoditas nonminyak dan gas (nonmigas) yang nilainya mencapai USD19,53 miliar atau tumbuh 17,20 persen YoY. Sementara itu, nilai impor migas Indonesia tercatat sebesar USD3,53 miliar atau melonjak 30,73 persen YoY.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Total impor mengalami peningkatan secara tahunan, utamanya didorong oleh impor nonmigas dengan andil peningkatan 14,57 persen,&amp;rdquo; kata Ateng dalam konferensi pers, Kamis (1/10/2026).&#13;
&#13;
Berdasarkan kategori penggunaannya, seluruh kelompok barang impor mencatatkan pertumbuhan positif, mulai dari barang konsumsi, bahan baku/penolong, hingga barang modal.&#13;
&#13;
Rinciannya, nilai impor barang konsumsi mencapai USD2,10 miliar atau naik 11,93 persen YoY. Kemudian, impor bahan baku/penolong mencatatkan porsi terbesar senilai USD16,67 miliar atau melesat 22,48 persen YoY.&#13;
&#13;
Adapun impor barang modal tercatat sebesar USD4,28 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 10,53 persen.&#13;
&#13;
Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Agustus 2026, total nilai impor Indonesia telah mencapai USD186,39 miliar atau meningkat 19,84 persen secara tahunan.&#13;
&#13;
Akselerasi impor nasional sepanjang delapan bulan pertama 2026 tersebut didominasi oleh pasokan bahan baku/penolong yang memberikan andil peningkatan sebesar 14,69 persen.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia mencapai USD23,06 miliar pada Agustus 2026. Realisasi ini mengalami peningkatan sebesar 19,09 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa lonjakan kinerja impor tersebut paling dominan ditopang oleh masuknya komoditas nonminyak dan gas (nonmigas) yang nilainya mencapai USD19,53 miliar atau tumbuh 17,20 persen YoY. Sementara itu, nilai impor migas Indonesia tercatat sebesar USD3,53 miliar atau melonjak 30,73 persen YoY.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Total impor mengalami peningkatan secara tahunan, utamanya didorong oleh impor nonmigas dengan andil peningkatan 14,57 persen,&amp;rdquo; kata Ateng dalam konferensi pers, Kamis (1/10/2026).&#13;
&#13;
Berdasarkan kategori penggunaannya, seluruh kelompok barang impor mencatatkan pertumbuhan positif, mulai dari barang konsumsi, bahan baku/penolong, hingga barang modal.&#13;
&#13;
Rinciannya, nilai impor barang konsumsi mencapai USD2,10 miliar atau naik 11,93 persen YoY. Kemudian, impor bahan baku/penolong mencatatkan porsi terbesar senilai USD16,67 miliar atau melesat 22,48 persen YoY.&#13;
&#13;
Adapun impor barang modal tercatat sebesar USD4,28 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 10,53 persen.&#13;
&#13;
Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Agustus 2026, total nilai impor Indonesia telah mencapai USD186,39 miliar atau meningkat 19,84 persen secara tahunan.&#13;
&#13;
Akselerasi impor nasional sepanjang delapan bulan pertama 2026 tersebut didominasi oleh pasokan bahan baku/penolong yang memberikan andil peningkatan sebesar 14,69 persen.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
