<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Kredit Tumbuh 17,6 Persen</title><description>Kebijakan pembagian dividen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dinilai tetap menjadi salah satu yang menarik di antara bank-bank besar,&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/02/320/3245615/bank-mandiri-bagikan-dividen-interim-rp6-16-triliun-kredit-tumbuh-17-6-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/02/320/3245615/bank-mandiri-bagikan-dividen-interim-rp6-16-triliun-kredit-tumbuh-17-6-persen"/><item><title>Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Kredit Tumbuh 17,6 Persen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/02/320/3245615/bank-mandiri-bagikan-dividen-interim-rp6-16-triliun-kredit-tumbuh-17-6-persen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/02/320/3245615/bank-mandiri-bagikan-dividen-interim-rp6-16-triliun-kredit-tumbuh-17-6-persen</guid><pubDate>Jum'at 02 Oktober 2026 16:00 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/02/320/3245615/dividen-wpTy_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Mandiri membagikan dividen sekitar Rp44,47 triliun dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp56,3 triliun. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/02/320/3245615/dividen-wpTy_large.jpg</image><title>Bank Mandiri membagikan dividen sekitar Rp44,47 triliun dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp56,3 triliun. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Bank Mandiri membagikan dividen sekitar Rp44,47 triliun dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp56,3 triliun. Selain itu, perseroan telah menetapkan dividen interim 2026 sebesar Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dengan demikian, total dividen yang telah dibayarkan atau ditetapkan untuk kalender 2026 mencapai sekitar Rp50,63 triliun.&#13;
&#13;
Kebijakan pembagian dividen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dinilai tetap menjadi salah satu yang menarik di antara bank-bank besar, seiring kemampuan perseroan menjaga pertumbuhan bisnis dan fundamental yang kuat.&#13;
&#13;
Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan tingkat pembayaran dividen Bank Mandiri tergolong ramah bagi pemegang saham, dengan payout ratio tahun buku 2025 mencapai sekitar 79% dari laba bersih.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Payout BMRI termasuk yang paling ramah bagi pemegang saham di bank besar,&amp;rdquo; kata Wawan, Jumat (2/10/2026).&#13;
&#13;
Menurut Wawan, besarnya dividen tersebut juga tercermin pada dividend yield BMRI yang masih berada di level dua digit. Di sisi lain, pembagian dividen interim sebesar Rp66 per saham menunjukkan keyakinan manajemen terhadap kekuatan fundamental perseroan.&#13;
&#13;
Keyakinan tersebut, ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang masih solid. Hingga Agustus 2026, kredit dan dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri masing-masing tumbuh sekitar 17,6% secara tahunan, sementara laba bersih selama delapan bulan pertama 2026 meningkat 22,3%.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Interim Rp66 per saham ini sinyal bahwa manajemen yakin fundamental kuat. Kredit dan DPK bank hingga Agustus tumbuh 17,6%, laba delapan bulan 22,3%. Modal dan likuiditas masih longgar, jadi ruang tumbuh tetap ada,&amp;rdquo; ujar Wawan.&#13;
&#13;
Menurutnya, kondisi tersebut membuat Bank Mandiri dinilai mampu menjalankan dua strategi sekaligus, yakni memberikan imbal hasil yang besar kepada pemegang saham dan tetap mempertahankan ruang untuk ekspansi bisnis.&#13;
&#13;
Dari sisi valuasi, Wawan menilai harga saham BMRI juga belum tergolong mahal jika dibandingkan dengan konsensus analis. Kombinasi antara potensi dividen yang besar, pertumbuhan laba, serta ruang ekspansi tersebut menjadi faktor yang membuat saham BMRI masih menarik untuk dicermati.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau mencari saham bank yang memberikan dividen jumbo sambil tetap ekspansi, BMRI masih menarik,&amp;rdquo; pungkas Wawan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Bank Mandiri membagikan dividen sekitar Rp44,47 triliun dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp56,3 triliun. Selain itu, perseroan telah menetapkan dividen interim 2026 sebesar Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dengan demikian, total dividen yang telah dibayarkan atau ditetapkan untuk kalender 2026 mencapai sekitar Rp50,63 triliun.&#13;
&#13;
Kebijakan pembagian dividen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dinilai tetap menjadi salah satu yang menarik di antara bank-bank besar, seiring kemampuan perseroan menjaga pertumbuhan bisnis dan fundamental yang kuat.&#13;
&#13;
Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan tingkat pembayaran dividen Bank Mandiri tergolong ramah bagi pemegang saham, dengan payout ratio tahun buku 2025 mencapai sekitar 79% dari laba bersih.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Payout BMRI termasuk yang paling ramah bagi pemegang saham di bank besar,&amp;rdquo; kata Wawan, Jumat (2/10/2026).&#13;
&#13;
Menurut Wawan, besarnya dividen tersebut juga tercermin pada dividend yield BMRI yang masih berada di level dua digit. Di sisi lain, pembagian dividen interim sebesar Rp66 per saham menunjukkan keyakinan manajemen terhadap kekuatan fundamental perseroan.&#13;
&#13;
Keyakinan tersebut, ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang masih solid. Hingga Agustus 2026, kredit dan dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri masing-masing tumbuh sekitar 17,6% secara tahunan, sementara laba bersih selama delapan bulan pertama 2026 meningkat 22,3%.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Interim Rp66 per saham ini sinyal bahwa manajemen yakin fundamental kuat. Kredit dan DPK bank hingga Agustus tumbuh 17,6%, laba delapan bulan 22,3%. Modal dan likuiditas masih longgar, jadi ruang tumbuh tetap ada,&amp;rdquo; ujar Wawan.&#13;
&#13;
Menurutnya, kondisi tersebut membuat Bank Mandiri dinilai mampu menjalankan dua strategi sekaligus, yakni memberikan imbal hasil yang besar kepada pemegang saham dan tetap mempertahankan ruang untuk ekspansi bisnis.&#13;
&#13;
Dari sisi valuasi, Wawan menilai harga saham BMRI juga belum tergolong mahal jika dibandingkan dengan konsensus analis. Kombinasi antara potensi dividen yang besar, pertumbuhan laba, serta ruang ekspansi tersebut menjadi faktor yang membuat saham BMRI masih menarik untuk dicermati.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau mencari saham bank yang memberikan dividen jumbo sambil tetap ekspansi, BMRI masih menarik,&amp;rdquo; pungkas Wawan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
