<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>El Nino Tak Bikin Produksi Padi Surut, Capai 43,89 Juta Ton</title><description>Produksi padi tumbuh sepanjang delapan bulan 2026, meski sektor pertanian menghadapi tantangan perubahan cuaca dan potensi El Nino.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/04/320/3245868/el-nino-tak-bikin-produksi-padi-surut-capai-43-89-juta-ton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/04/320/3245868/el-nino-tak-bikin-produksi-padi-surut-capai-43-89-juta-ton"/><item><title>El Nino Tak Bikin Produksi Padi Surut, Capai 43,89 Juta Ton</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/04/320/3245868/el-nino-tak-bikin-produksi-padi-surut-capai-43-89-juta-ton</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/04/320/3245868/el-nino-tak-bikin-produksi-padi-surut-capai-43-89-juta-ton</guid><pubDate>Minggu 04 Oktober 2026 18:05 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/04/320/3245868/padi-loUB_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPS mencatat produksi padi pada Januari-Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton gabah kering giling (GKG). (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/04/320/3245868/padi-loUB_large.jpg</image><title>BPS mencatat produksi padi pada Januari-Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton gabah kering giling (GKG). (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Produksi padi tumbuh sepanjang delapan bulan 2026, meski sektor pertanian menghadapi tantangan perubahan cuaca dan potensi El Nino. Hal tersebut diungkapkan Badan Pusat Statistik (BPS).&#13;
&#13;
BPS mencatat produksi padi pada Januari-Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton gabah kering giling (GKG). Capaian tersebut meningkat 0,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengungkapkan angka tersebut merupakan hasil penghitungan berdasarkan luas panen dan produktivitas padi yang telah berstatus angka tetap.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Produksi padi dari Januari sampai dengan Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton GKG atau naik 0,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025,&amp;rdquo; ujar Ateng sebagaimana dilansir dari keterangan resmi, Minggu (4/10/2026).&#13;
&#13;
Kenaikan produksi tersebut juga tercermin dari luas panen. BPS mencatat luas panen padi pada Januari-Agustus 2026 mencapai 8,32 juta hektare, meningkat 0,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Luas panen padi pada Januari sampai dengan Agustus 2026 mencapai 8,32 juta hektare atau naik sebesar 0,11 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025,&amp;rdquo; kata Ateng.&#13;
&#13;
Pertumbuhan produksi padi turut menopang produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat. BPS mencatat produksi beras pada Januari-Agustus 2026 mencapai 25,29 juta ton, meningkat 0,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan demikian, produksi beras pada Januari sampai dengan Agustus 2026 mencapai 25,29 juta ton atau naik sebesar 0,07 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan petani menghadapi tantangan produksi sendirian. Ia menyampaikan pemerintah terus turun langsung untuk memperkuat dukungan sarana produksi sekaligus menjaga ketersediaan air bagi pertanian.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami turun, pasang pompa-pompa, kita tidak boleh menyerah. Kita tidak boleh membiarkan petani jalan sendiri, kita harus turun tangan,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Produksi padi tumbuh sepanjang delapan bulan 2026, meski sektor pertanian menghadapi tantangan perubahan cuaca dan potensi El Nino. Hal tersebut diungkapkan Badan Pusat Statistik (BPS).&#13;
&#13;
BPS mencatat produksi padi pada Januari-Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton gabah kering giling (GKG). Capaian tersebut meningkat 0,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengungkapkan angka tersebut merupakan hasil penghitungan berdasarkan luas panen dan produktivitas padi yang telah berstatus angka tetap.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Produksi padi dari Januari sampai dengan Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton GKG atau naik 0,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025,&amp;rdquo; ujar Ateng sebagaimana dilansir dari keterangan resmi, Minggu (4/10/2026).&#13;
&#13;
Kenaikan produksi tersebut juga tercermin dari luas panen. BPS mencatat luas panen padi pada Januari-Agustus 2026 mencapai 8,32 juta hektare, meningkat 0,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Luas panen padi pada Januari sampai dengan Agustus 2026 mencapai 8,32 juta hektare atau naik sebesar 0,11 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025,&amp;rdquo; kata Ateng.&#13;
&#13;
Pertumbuhan produksi padi turut menopang produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat. BPS mencatat produksi beras pada Januari-Agustus 2026 mencapai 25,29 juta ton, meningkat 0,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan demikian, produksi beras pada Januari sampai dengan Agustus 2026 mencapai 25,29 juta ton atau naik sebesar 0,07 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan petani menghadapi tantangan produksi sendirian. Ia menyampaikan pemerintah terus turun langsung untuk memperkuat dukungan sarana produksi sekaligus menjaga ketersediaan air bagi pertanian.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami turun, pasang pompa-pompa, kita tidak boleh menyerah. Kita tidak boleh membiarkan petani jalan sendiri, kita harus turun tangan,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
