<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KRL Kurang 25 Trainset, Menhub Dilema Impor Bekas atau Andalkan INKA</title><description>Saat ini, kebutuhan KRL mencapai sekitar 105 trainset, sementara armada yang tersedia baru sekitar 80 trainset, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 25 trainset.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/04/320/3245887/krl-kurang-25-trainset-menhub-dilema-impor-bekas-atau-andalkan-inka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/04/320/3245887/krl-kurang-25-trainset-menhub-dilema-impor-bekas-atau-andalkan-inka"/><item><title>KRL Kurang 25 Trainset, Menhub Dilema Impor Bekas atau Andalkan INKA</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/04/320/3245887/krl-kurang-25-trainset-menhub-dilema-impor-bekas-atau-andalkan-inka</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/04/320/3245887/krl-kurang-25-trainset-menhub-dilema-impor-bekas-atau-andalkan-inka</guid><pubDate>Minggu 04 Oktober 2026 15:30 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/04/320/3245887/krl-fZwV_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menghadapi tantangan memenuhi kebutuhan kereta rel listrik (KRL) yang terus meningkat. (Foto: Okezone.com/KAI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/04/320/3245887/krl-fZwV_large.jpg</image><title>Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menghadapi tantangan memenuhi kebutuhan kereta rel listrik (KRL) yang terus meningkat. (Foto: Okezone.com/KAI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menghadapi tantangan memenuhi kebutuhan kereta rel listrik (KRL) yang terus meningkat. Saat ini, kebutuhan KRL mencapai sekitar 105 trainset, sementara armada yang tersedia baru sekitar 80 trainset, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 25 trainset.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini bukan perkara yang mudah. Ada kebutuhan, tapi juga ada kendala dari produksi. Jadi saya tidak bisa mengatakan harus impor, harus dalam negeri,&amp;rdquo; kata Dudy di Bandung, Jumat (2/10/2026).&#13;
&#13;
Menurut dia, pemerintah akan mempertemukan Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, PT KAI, PT INKA, hingga Danantara untuk merumuskan skema pemenuhan kebutuhan KRL.&#13;
&#13;
Dudy mengatakan Kemenhub akan melihat aspek teknis dan keselamatan, sementara aturan impor barang bekas menjadi kewenangan Kementerian Perdagangan. Pemerintah juga perlu memastikan pengadaan KRL tetap mendukung penguatan industri dalam negeri.&#13;
&#13;
Salah satu opsi yang masih dibahas adalah impor KRL bekas. Namun, opsi tersebut terbentur ketentuan batas usia maksimal 20 tahun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mengenai usia itu harus diuji sampai seberapa jauh usia kereta yang bisa kita pergunakan. Tapi kita juga terbentur dengan batasan usia yang diperkenankan Kementerian Perdagangan, maksimal 20 tahun,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dudy menegaskan pemerintah tidak akan terburu-buru menentukan pilihan sebelum mengetahui kemampuan INKA memenuhi kebutuhan KAI.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau saya bilang harus impor, bagaimana industrinya? Kalau harus dalam negeri, bagaimana kemampuan dari INKA untuk memproduksi?&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menghadapi tantangan memenuhi kebutuhan kereta rel listrik (KRL) yang terus meningkat. Saat ini, kebutuhan KRL mencapai sekitar 105 trainset, sementara armada yang tersedia baru sekitar 80 trainset, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 25 trainset.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini bukan perkara yang mudah. Ada kebutuhan, tapi juga ada kendala dari produksi. Jadi saya tidak bisa mengatakan harus impor, harus dalam negeri,&amp;rdquo; kata Dudy di Bandung, Jumat (2/10/2026).&#13;
&#13;
Menurut dia, pemerintah akan mempertemukan Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, PT KAI, PT INKA, hingga Danantara untuk merumuskan skema pemenuhan kebutuhan KRL.&#13;
&#13;
Dudy mengatakan Kemenhub akan melihat aspek teknis dan keselamatan, sementara aturan impor barang bekas menjadi kewenangan Kementerian Perdagangan. Pemerintah juga perlu memastikan pengadaan KRL tetap mendukung penguatan industri dalam negeri.&#13;
&#13;
Salah satu opsi yang masih dibahas adalah impor KRL bekas. Namun, opsi tersebut terbentur ketentuan batas usia maksimal 20 tahun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mengenai usia itu harus diuji sampai seberapa jauh usia kereta yang bisa kita pergunakan. Tapi kita juga terbentur dengan batasan usia yang diperkenankan Kementerian Perdagangan, maksimal 20 tahun,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dudy menegaskan pemerintah tidak akan terburu-buru menentukan pilihan sebelum mengetahui kemampuan INKA memenuhi kebutuhan KAI.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau saya bilang harus impor, bagaimana industrinya? Kalau harus dalam negeri, bagaimana kemampuan dari INKA untuk memproduksi?&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
