<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Turun Lagi, Hari Ini Dibanderol USD89 per Barel</title><description>Pasokan produk olahan seperti bensin dan solar telah mencapai 3 juta barel per hari atau sekitar 58%.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/06/320/3246202/harga-minyak-turun-lagi-hari-ini-dibanderol-usd89-per-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/06/320/3246202/harga-minyak-turun-lagi-hari-ini-dibanderol-usd89-per-barel"/><item><title>Harga Minyak Turun Lagi, Hari Ini Dibanderol USD89 per Barel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/06/320/3246202/harga-minyak-turun-lagi-hari-ini-dibanderol-usd89-per-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/06/320/3246202/harga-minyak-turun-lagi-hari-ini-dibanderol-usd89-per-barel</guid><pubDate>Selasa 06 Oktober 2026 09:32 WIB</pubDate><dc:creator>Rohman Wibowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/06/320/3246202/minyak-IXcf_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak mentah dunia bergerak di level USD89 per barel pada perdagangan hari ini. (Foto: Okezone.com/Feby Novalius)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/06/320/3246202/minyak-IXcf_large.jpg</image><title>Harga minyak mentah dunia bergerak di level USD89 per barel pada perdagangan hari ini. (Foto: Okezone.com/Feby Novalius)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Harga minyak mentah dunia bergerak di level USD89 per barel pada perdagangan hari ini. Harga tersebut melanjutkan tren penurunan selama dua hari berturut-turut akibat indikasi pemulihan pengiriman minyak dari kawasan Timur Tengah yang mendekati level sebelum pecahnya perang.&#13;
&#13;
Mengutip data Trading Economics, Selasa (6/10/2026), laporan JPMorgan menyebutkan volume distribusi minyak mentah kini kembali melonjak menjadi 17,5 juta barel per hari atau setara dengan 98% dari kapasitas sebelum perang. Sementara itu, pasokan produk olahan seperti bensin dan solar telah mencapai 3 juta barel per hari atau sekitar 58%.&#13;
&#13;
Sejumlah negara produsen di kawasan Teluk tetap meningkatkan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz meski dibayangi ancaman keamanan maritim. Irak, misalnya, kini aktif mencarter kapal tambahan untuk mengangkut kargonya melalui koridor perairan strategis tersebut.&#13;
&#13;
Pada saat yang sama, Kuwait menyatakan tingkat produksi minyaknya telah kembali mencapai sekitar 75% dari kapasitas normal sebelum konflik dengan Iran pecah.&#13;
&#13;
Pelonggaran kondisi pasar semakin terlihat setelah Arab Saudi memangkas harga jual resmi minyak mentah andalannya secara signifikan bagi pelanggan di kawasan Asia. Langkah tersebut dilakukan seiring membaiknya kelancaran rantai pasok dan menjadi sinyal meningkatnya ketersediaan minyak mentah global.&#13;
&#13;
Di tengah dinamika pasokan tersebut, pelaku pasar kini menantikan laporan Short-Term Energy Outlook (STEO) dari Badan Informasi Energi (Energy Information Administration/EIA) Amerika Serikat yang dijadwalkan terbit hari ini. Laporan tersebut akan menjadi salah satu acuan pasar untuk melihat arah perkembangan industri energi di Amerika Serikat.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Harga minyak mentah dunia bergerak di level USD89 per barel pada perdagangan hari ini. Harga tersebut melanjutkan tren penurunan selama dua hari berturut-turut akibat indikasi pemulihan pengiriman minyak dari kawasan Timur Tengah yang mendekati level sebelum pecahnya perang.&#13;
&#13;
Mengutip data Trading Economics, Selasa (6/10/2026), laporan JPMorgan menyebutkan volume distribusi minyak mentah kini kembali melonjak menjadi 17,5 juta barel per hari atau setara dengan 98% dari kapasitas sebelum perang. Sementara itu, pasokan produk olahan seperti bensin dan solar telah mencapai 3 juta barel per hari atau sekitar 58%.&#13;
&#13;
Sejumlah negara produsen di kawasan Teluk tetap meningkatkan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz meski dibayangi ancaman keamanan maritim. Irak, misalnya, kini aktif mencarter kapal tambahan untuk mengangkut kargonya melalui koridor perairan strategis tersebut.&#13;
&#13;
Pada saat yang sama, Kuwait menyatakan tingkat produksi minyaknya telah kembali mencapai sekitar 75% dari kapasitas normal sebelum konflik dengan Iran pecah.&#13;
&#13;
Pelonggaran kondisi pasar semakin terlihat setelah Arab Saudi memangkas harga jual resmi minyak mentah andalannya secara signifikan bagi pelanggan di kawasan Asia. Langkah tersebut dilakukan seiring membaiknya kelancaran rantai pasok dan menjadi sinyal meningkatnya ketersediaan minyak mentah global.&#13;
&#13;
Di tengah dinamika pasokan tersebut, pelaku pasar kini menantikan laporan Short-Term Energy Outlook (STEO) dari Badan Informasi Energi (Energy Information Administration/EIA) Amerika Serikat yang dijadwalkan terbit hari ini. Laporan tersebut akan menjadi salah satu acuan pasar untuk melihat arah perkembangan industri energi di Amerika Serikat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
