<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag Buka Suara soal Harga Cabai Rawit Tembus Rp102.250 per Kg</title><description>Harga aneka cabai meroket cukup signifikan. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, harga cabai rawit merah bahkan tembus Rp102.250 per kg pada Kamis (8/10/2026).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/08/320/3246660/mendag-buka-suara-soal-harga-cabai-rawit-tembus-rp102-250-per-kg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/08/320/3246660/mendag-buka-suara-soal-harga-cabai-rawit-tembus-rp102-250-per-kg"/><item><title>Mendag Buka Suara soal Harga Cabai Rawit Tembus Rp102.250 per Kg</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/08/320/3246660/mendag-buka-suara-soal-harga-cabai-rawit-tembus-rp102-250-per-kg</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/08/320/3246660/mendag-buka-suara-soal-harga-cabai-rawit-tembus-rp102-250-per-kg</guid><pubDate>Kamis 08 Oktober 2026 13:15 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/08/320/3246660/mendag-bILd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendag (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/08/320/3246660/mendag-bILd_large.jpg</image><title>Mendag (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Harga aneka cabai meroket cukup signifikan. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, harga cabai rawit merah bahkan tembus Rp102.250 per kg pada Kamis (8/10/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, cabai merah besar mengalami kenaikan sebesar 1,28 persen menjadi Rp63.250 per kg. Lonjakan harga juga berlaku untuk cabai merah keriting yang naik hingga 9,31 persen menjadi Rp81.000 per kg.&#13;
&#13;
Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso atau akrab disapa Busan buka suara. Menurutnya, kenaikan harga cabai dipengaruhi penurunan produksi akibat faktor cuaca dan musiman.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, jadi ada memang kalau kita lihat, kan kita sering sampaikan ya kenapa harga itu bisa naik turun, ada beberapa faktor, yang salah satunya adalah faktor konsumsi dan faktor produksi,&amp;quot; kata Busan saat ditemui di acara opening Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) 2026.&#13;
&#13;
Menurutnya, kenaikan harga cabai saat ini terutama dipengaruhi faktor produksi. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan faktor musiman yang menyebabkan produksi cabai menurun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Cabai ini kan salah satu faktornya adalah faktor produksi, termasuk juga faktor musiman. Pada musim tertentu, apalagi sekarang, ini memang produksinya lagi turun,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Meski demikian, Busan mengatakan harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp70.000 per kg, lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga nasional yang berada di sekitar Rp57.000 per kg. Sementara itu, cabai merah besar juga mengalami kenaikan meski relatif tipis.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia pun menegaskan bahwa pemerintah telah berkomunikasi dengan asosiasi petani cabai untuk mendorong peningkatan produksi. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga pasokan cabai di tengah kondisi cuaca yang berdampak terhadap produksi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sudah berkomunikasi dengan asosiasi petani cabai untuk terus meningkatkan produksinya karena memang cuaca yang membuat produksinya sedikit menurun,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Busan turut menyoroti perkembangan harga telur ayam. Dia menyebut harga rata-rata nasional telur saat ini berada di level Rp26.800 per kg, masih di bawah harga acuan sebesar Rp30.000 per kg.&#13;
&#13;
Menurutnya, harga telur perlu dijaga agar tetap memberikan ruang bagi peternak sekaligus tidak membebani konsumen. Dia mengingatkan harga yang terlalu rendah dapat membuat peternak kesulitan menutup biaya produksi, terutama pembelian pakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan sampai harga terlalu rendah nanti peternak tutup. Kalau peternak tutup ya telur enggak ada, justru telur langka dan telur menjadi mahal,&amp;quot; kata Budi.&#13;
&#13;
Dia menjelaskan harga acuan telur sebesar Rp30.000 per kg telah ditetapkan dengan memperhitungkan biaya produksi, distribusi, serta keterjangkauan harga bagi masyarakat.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Harga aneka cabai meroket cukup signifikan. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, harga cabai rawit merah bahkan tembus Rp102.250 per kg pada Kamis (8/10/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, cabai merah besar mengalami kenaikan sebesar 1,28 persen menjadi Rp63.250 per kg. Lonjakan harga juga berlaku untuk cabai merah keriting yang naik hingga 9,31 persen menjadi Rp81.000 per kg.&#13;
&#13;
Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso atau akrab disapa Busan buka suara. Menurutnya, kenaikan harga cabai dipengaruhi penurunan produksi akibat faktor cuaca dan musiman.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, jadi ada memang kalau kita lihat, kan kita sering sampaikan ya kenapa harga itu bisa naik turun, ada beberapa faktor, yang salah satunya adalah faktor konsumsi dan faktor produksi,&amp;quot; kata Busan saat ditemui di acara opening Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) 2026.&#13;
&#13;
Menurutnya, kenaikan harga cabai saat ini terutama dipengaruhi faktor produksi. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan faktor musiman yang menyebabkan produksi cabai menurun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Cabai ini kan salah satu faktornya adalah faktor produksi, termasuk juga faktor musiman. Pada musim tertentu, apalagi sekarang, ini memang produksinya lagi turun,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Meski demikian, Busan mengatakan harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp70.000 per kg, lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga nasional yang berada di sekitar Rp57.000 per kg. Sementara itu, cabai merah besar juga mengalami kenaikan meski relatif tipis.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia pun menegaskan bahwa pemerintah telah berkomunikasi dengan asosiasi petani cabai untuk mendorong peningkatan produksi. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga pasokan cabai di tengah kondisi cuaca yang berdampak terhadap produksi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sudah berkomunikasi dengan asosiasi petani cabai untuk terus meningkatkan produksinya karena memang cuaca yang membuat produksinya sedikit menurun,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Busan turut menyoroti perkembangan harga telur ayam. Dia menyebut harga rata-rata nasional telur saat ini berada di level Rp26.800 per kg, masih di bawah harga acuan sebesar Rp30.000 per kg.&#13;
&#13;
Menurutnya, harga telur perlu dijaga agar tetap memberikan ruang bagi peternak sekaligus tidak membebani konsumen. Dia mengingatkan harga yang terlalu rendah dapat membuat peternak kesulitan menutup biaya produksi, terutama pembelian pakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan sampai harga terlalu rendah nanti peternak tutup. Kalau peternak tutup ya telur enggak ada, justru telur langka dan telur menjadi mahal,&amp;quot; kata Budi.&#13;
&#13;
Dia menjelaskan harga acuan telur sebesar Rp30.000 per kg telah ditetapkan dengan memperhitungkan biaya produksi, distribusi, serta keterjangkauan harga bagi masyarakat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
