<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bulog Bakal Tambah Gudang Jagung, Target Stok 250 Ribu Ton </title><description>Perum Bulog akan menambah gudang jagung untuk mendukung pemenuhan kebutuhan peternak ayam dengan target pasokan minimal 250 ribu ton per triwulan. Hal ini disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/09/320/3246949/bulog-bakal-tambah-gudang-jagung-target-stok-250-ribu-ton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/09/320/3246949/bulog-bakal-tambah-gudang-jagung-target-stok-250-ribu-ton"/><item><title>Bulog Bakal Tambah Gudang Jagung, Target Stok 250 Ribu Ton </title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/09/320/3246949/bulog-bakal-tambah-gudang-jagung-target-stok-250-ribu-ton</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/09/320/3246949/bulog-bakal-tambah-gudang-jagung-target-stok-250-ribu-ton</guid><pubDate>Jum'at 09 Oktober 2026 18:25 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/09/320/3246949/produksi_jagung-8wvA_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Produksi Jagung (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/09/320/3246949/produksi_jagung-8wvA_large.jpg</image><title>Produksi Jagung (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Perum Bulog akan menambah gudang jagung untuk mendukung pemenuhan kebutuhan peternak ayam dengan target pasokan minimal 250 ribu ton per triwulan. Hal ini disampaikan&amp;nbsp;Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.&#13;
&#13;
Rizal menyebut pembangunan gudang jagung yang dilengkapi fasilitas pengolahan tersebut kini masih dalam proses lelang. Menurutnya, pembangunan gudang akan diprioritaskan di sejumlah daerah sentra produksi jagung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang pertama pasti di Gorontalo, kedua di Nusa Tenggara Barat, yang ketiga di Lampung, yang keempat di NTT, itu yang prioritas, itu yang diperbanyak. Kemudian di provinsi-provinsi lain juga ada sebagian yang kita taruh bagi daerah-daerahnya yang punya potensi penghasil jagung, contoh di Jawa Timur,&amp;quot; kata Rizal, Jumat (9/10/2026).&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, gudang jagung nantinya akan dilengkapi dengan corn drying center (CDC) dan mesin pengering atau dryer. Fasilitas ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengolahan jagung sehingga pasokan untuk kebutuhan peternak bisa lebih terjamin.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tujuannya apa? Untuk membackup, mendukung kebutuhan pengolahan jagung supaya lebih optimal. Kedepan kita akan tambah lagi supaya apa? Supaya kebutuhan jagung peternak itu betul-betul tercukupi. Minimal per triwulan itu harapannya dari teman-teman pengusaha peternak ayam 250 ribu ton,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Rizal menyebut, kebutuhan jagung untuk peternak tersebut sebenarnya tidak begitu besar. Namun, penyerapan jagung oleh Bulog masih menghadapi kendala dari sisi kualitas hasil panen petani. Menurutnya, Bulog tidak dibatasi dalam jumlah pembelian jagung, melainkan harus memenuhi persyaratan kualitas yang telah ditetapkan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebetulnya tidak terlalu besar, belum sampai 1 juta ton sebetulnya. Cuma memang satu sisi, kita Bulog itu diberi batasan untuk membeli jagung, batasan kualitas. Bukan batasan jumlah,&amp;quot; tambah Rizal.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, sebagian jagung yang dihasilkan petani belum memenuhi standar tersebut, terutama karena kadar air yang masih terlalu tinggi. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan Bulog dalam menyerap hasil panen jagung untuk memenuhi kebutuhan peternak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di sini kami dibatasi adalah kualitasnya yaitu kadar airnya harus 14 persen dan alfatoksinnya 55 pdb. Nah, inilah yang kadang-kadang para petani tidak mampu untuk mengikuti kebutuhan standarisasinya itu. Rata-rata persentasenya itu kadar airnya lebih tinggi dan lain sebagainya,&amp;quot; tutup Rizal.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Perum Bulog akan menambah gudang jagung untuk mendukung pemenuhan kebutuhan peternak ayam dengan target pasokan minimal 250 ribu ton per triwulan. Hal ini disampaikan&amp;nbsp;Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.&#13;
&#13;
Rizal menyebut pembangunan gudang jagung yang dilengkapi fasilitas pengolahan tersebut kini masih dalam proses lelang. Menurutnya, pembangunan gudang akan diprioritaskan di sejumlah daerah sentra produksi jagung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang pertama pasti di Gorontalo, kedua di Nusa Tenggara Barat, yang ketiga di Lampung, yang keempat di NTT, itu yang prioritas, itu yang diperbanyak. Kemudian di provinsi-provinsi lain juga ada sebagian yang kita taruh bagi daerah-daerahnya yang punya potensi penghasil jagung, contoh di Jawa Timur,&amp;quot; kata Rizal, Jumat (9/10/2026).&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, gudang jagung nantinya akan dilengkapi dengan corn drying center (CDC) dan mesin pengering atau dryer. Fasilitas ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengolahan jagung sehingga pasokan untuk kebutuhan peternak bisa lebih terjamin.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tujuannya apa? Untuk membackup, mendukung kebutuhan pengolahan jagung supaya lebih optimal. Kedepan kita akan tambah lagi supaya apa? Supaya kebutuhan jagung peternak itu betul-betul tercukupi. Minimal per triwulan itu harapannya dari teman-teman pengusaha peternak ayam 250 ribu ton,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Rizal menyebut, kebutuhan jagung untuk peternak tersebut sebenarnya tidak begitu besar. Namun, penyerapan jagung oleh Bulog masih menghadapi kendala dari sisi kualitas hasil panen petani. Menurutnya, Bulog tidak dibatasi dalam jumlah pembelian jagung, melainkan harus memenuhi persyaratan kualitas yang telah ditetapkan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebetulnya tidak terlalu besar, belum sampai 1 juta ton sebetulnya. Cuma memang satu sisi, kita Bulog itu diberi batasan untuk membeli jagung, batasan kualitas. Bukan batasan jumlah,&amp;quot; tambah Rizal.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, sebagian jagung yang dihasilkan petani belum memenuhi standar tersebut, terutama karena kadar air yang masih terlalu tinggi. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan Bulog dalam menyerap hasil panen jagung untuk memenuhi kebutuhan peternak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di sini kami dibatasi adalah kualitasnya yaitu kadar airnya harus 14 persen dan alfatoksinnya 55 pdb. Nah, inilah yang kadang-kadang para petani tidak mampu untuk mengikuti kebutuhan standarisasinya itu. Rata-rata persentasenya itu kadar airnya lebih tinggi dan lain sebagainya,&amp;quot; tutup Rizal.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
