<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bulog Raup Laba Tembus Rp2,4 Triliun hingga September 2026 </title><description>Perum Bulog mencatat laba sebesar Rp2,4 triliun hingga akhir September 2026. Capaian itu diproyeksikan terus meningkat hingga menembus Rp3 triliun pada akhir tahun ini, didukung oleh margin perusahaan dan penghematan biaya bunga pinjaman.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/09/320/3246984/bulog-raup-laba-tembus-rp2-4-triliun-hingga-september-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/09/320/3246984/bulog-raup-laba-tembus-rp2-4-triliun-hingga-september-2026"/><item><title>Bulog Raup Laba Tembus Rp2,4 Triliun hingga September 2026 </title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/09/320/3246984/bulog-raup-laba-tembus-rp2-4-triliun-hingga-september-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/09/320/3246984/bulog-raup-laba-tembus-rp2-4-triliun-hingga-september-2026</guid><pubDate>Jum'at 09 Oktober 2026 19:39 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/09/320/3246984/laba_bulog-twKp_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Bulog (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/09/320/3246984/laba_bulog-twKp_large.jpg</image><title>Laba Bulog (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Perum Bulog mencatat laba sebesar Rp2,4 triliun hingga akhir September 2026. Capaian itu diproyeksikan terus meningkat hingga menembus Rp3 triliun pada akhir tahun ini, didukung oleh margin perusahaan dan penghematan biaya bunga pinjaman.&#13;
&#13;
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengungkap catatan laba didapat berdasarkan hasil peninjauan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ia menyebut pencapaian ini menjadi kabar baik bagi perusahaan sekaligus kado pada tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bulog ini per tanggal 26 September yang lalu di-review BPKP. Ini suatu rasa syukur kami dan membanggakan sebagai kado ulang tahunnya pemerintahan Bapak Presiden di tahun keduanya,&amp;quot; ungkap Rizal dalam konferensi pers, Jumat (9/10/2026).&#13;
&#13;
Rizal menyampaikan, Bulog masih berpeluang meningkatkan perolehan laba hingga akhir tahun. Bahkan, perusahaan memperkirakan laba dapat melampaui Rp3 triliun pada penghujung 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Potensinya di akhir tahun bisa lebih dari 3 triliun rupiah. Insyaallah,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Rizal menjelaskan, salah satu faktor yang menopang laba perusahaan adalah margin sebesar 7 persen. Selain itu, Bulog memperoleh penghematan dari penurunan biaya bunga pinjaman yang sebelumnya berada di kisaran 7-8 persen menjadi 3 persen.&#13;
&#13;
Menurut Rizal, skema pembiayaan tersebut mencakup bunga pinjaman sebesar 5 persen, dengan subsidi pemerintah sebesar 2 persen. Dengan skema itu, Bulog hanya menanggung biaya bunga sebesar 3 persen, sehingga beban keuangan perusahaan dapat ditekan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan penghematan ini, ditambah dengan margin, ini Bulog di bulan September kemarin bisa profit Rp2,4 triliun dan diprediksikan di akhir tahun bisa tembus Rp3 triliun rupiah,&amp;quot; ucap Rizal.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Rizal menilai perolehan laba tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi Bulog. Dia menegaskan, perusahaan belum pernah mencatatkan capaian serupa sepanjang sejarah berdirinya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini sejarah. Sejarah sepanjang Bulog berdiri,&amp;quot; pungkas Rizal.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Perum Bulog mencatat laba sebesar Rp2,4 triliun hingga akhir September 2026. Capaian itu diproyeksikan terus meningkat hingga menembus Rp3 triliun pada akhir tahun ini, didukung oleh margin perusahaan dan penghematan biaya bunga pinjaman.&#13;
&#13;
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengungkap catatan laba didapat berdasarkan hasil peninjauan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ia menyebut pencapaian ini menjadi kabar baik bagi perusahaan sekaligus kado pada tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bulog ini per tanggal 26 September yang lalu di-review BPKP. Ini suatu rasa syukur kami dan membanggakan sebagai kado ulang tahunnya pemerintahan Bapak Presiden di tahun keduanya,&amp;quot; ungkap Rizal dalam konferensi pers, Jumat (9/10/2026).&#13;
&#13;
Rizal menyampaikan, Bulog masih berpeluang meningkatkan perolehan laba hingga akhir tahun. Bahkan, perusahaan memperkirakan laba dapat melampaui Rp3 triliun pada penghujung 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Potensinya di akhir tahun bisa lebih dari 3 triliun rupiah. Insyaallah,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Rizal menjelaskan, salah satu faktor yang menopang laba perusahaan adalah margin sebesar 7 persen. Selain itu, Bulog memperoleh penghematan dari penurunan biaya bunga pinjaman yang sebelumnya berada di kisaran 7-8 persen menjadi 3 persen.&#13;
&#13;
Menurut Rizal, skema pembiayaan tersebut mencakup bunga pinjaman sebesar 5 persen, dengan subsidi pemerintah sebesar 2 persen. Dengan skema itu, Bulog hanya menanggung biaya bunga sebesar 3 persen, sehingga beban keuangan perusahaan dapat ditekan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan penghematan ini, ditambah dengan margin, ini Bulog di bulan September kemarin bisa profit Rp2,4 triliun dan diprediksikan di akhir tahun bisa tembus Rp3 triliun rupiah,&amp;quot; ucap Rizal.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Rizal menilai perolehan laba tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi Bulog. Dia menegaskan, perusahaan belum pernah mencatatkan capaian serupa sepanjang sejarah berdirinya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini sejarah. Sejarah sepanjang Bulog berdiri,&amp;quot; pungkas Rizal.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
