<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyaluran Bansos Habiskan Rp115,8 Triliun, Ini Daftar Penerimanya</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi belanja bantuan sosial (bansos) sebesar Rp115,8 triliun per 30 September 2026.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/11/320/3247192/penyaluran-bansos-habiskan-rp115-8-triliun-ini-daftar-penerimanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/11/320/3247192/penyaluran-bansos-habiskan-rp115-8-triliun-ini-daftar-penerimanya"/><item><title>Penyaluran Bansos Habiskan Rp115,8 Triliun, Ini Daftar Penerimanya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/11/320/3247192/penyaluran-bansos-habiskan-rp115-8-triliun-ini-daftar-penerimanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/11/320/3247192/penyaluran-bansos-habiskan-rp115-8-triliun-ini-daftar-penerimanya</guid><pubDate>Minggu 11 Oktober 2026 12:25 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/11/320/3247192/bansos-3MTA_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penyaluran Bansos Habiskan Rp115,8 Triliun, Ini Daftar Penerimanya (Foto: Dokumentasi BRI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/11/320/3247192/bansos-3MTA_large.jpg</image><title>Penyaluran Bansos Habiskan Rp115,8 Triliun, Ini Daftar Penerimanya (Foto: Dokumentasi BRI)</title></images><description>JAKATA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi belanja bantuan sosial (bansos) sebesar Rp115,8 triliun per 30 September 2026. Angka ini setara 71,2 persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).&#13;
&#13;
Realisasi penyaluran bansos ini meningkat 2,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp112,7 triliun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Belanja bantuan sosial Rp115,8 triliun, 71,2 persen dari pagu APBN, termasuk untuk seluruh bansos reguler yang berjalan,&amp;rdquo; kata Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam Konferensi Pers APBN KiTa di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/10/2026).&#13;
&#13;
Peningkatan belanja bansos terutama didorong oleh realisasi penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk semester II tahun 2026.&#13;
&#13;
Dari total realisasi tersebut, pemerintah telah menyalurkan anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp21,8 triliun kepada 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar.&#13;
&#13;
Sementara itu, penyaluran Program Kartu Sembako mencapai Rp28,2 triliun yang diberikan kepada 17,6 juta KPM guna mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.&#13;
&#13;
Pada sektor pendidikan, pemerintah telah menyalurkan PIP sebesar Rp11,1 triliun kepada 16 juta siswa dari keluarga miskin dan rentan untuk mendukung akses pendidikan.&#13;
&#13;
Selain itu, penyaluran KIP Kuliah mencapai Rp14,4 triliun kepada 878 ribu mahasiswa dari keluarga miskin dan rentan guna membantu pembiayaan pendidikan tinggi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sektor kesehatan, realisasi bantuan iuran bagi peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) mencapai Rp34,7 triliun dengan cakupan 96,7 juta peserta.&#13;
&#13;
Anggaran tersebut digunakan untuk membantu masyarakat yang memenuhi kriteria penerima bantuan agar tetap memperoleh akses terhadap layanan kesehatan melalui program JKN.&#13;
&#13;
Selain program perlindungan sosial reguler, pemerintah juga telah merealisasikan anggaran sebesar Rp5,6 triliun untuk asistensi, rehabilitasi, dan penanggulangan bencana.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKATA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi belanja bantuan sosial (bansos) sebesar Rp115,8 triliun per 30 September 2026. Angka ini setara 71,2 persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).&#13;
&#13;
Realisasi penyaluran bansos ini meningkat 2,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp112,7 triliun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Belanja bantuan sosial Rp115,8 triliun, 71,2 persen dari pagu APBN, termasuk untuk seluruh bansos reguler yang berjalan,&amp;rdquo; kata Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam Konferensi Pers APBN KiTa di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/10/2026).&#13;
&#13;
Peningkatan belanja bansos terutama didorong oleh realisasi penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk semester II tahun 2026.&#13;
&#13;
Dari total realisasi tersebut, pemerintah telah menyalurkan anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp21,8 triliun kepada 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar.&#13;
&#13;
Sementara itu, penyaluran Program Kartu Sembako mencapai Rp28,2 triliun yang diberikan kepada 17,6 juta KPM guna mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.&#13;
&#13;
Pada sektor pendidikan, pemerintah telah menyalurkan PIP sebesar Rp11,1 triliun kepada 16 juta siswa dari keluarga miskin dan rentan untuk mendukung akses pendidikan.&#13;
&#13;
Selain itu, penyaluran KIP Kuliah mencapai Rp14,4 triliun kepada 878 ribu mahasiswa dari keluarga miskin dan rentan guna membantu pembiayaan pendidikan tinggi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sektor kesehatan, realisasi bantuan iuran bagi peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) mencapai Rp34,7 triliun dengan cakupan 96,7 juta peserta.&#13;
&#13;
Anggaran tersebut digunakan untuk membantu masyarakat yang memenuhi kriteria penerima bantuan agar tetap memperoleh akses terhadap layanan kesehatan melalui program JKN.&#13;
&#13;
Selain program perlindungan sosial reguler, pemerintah juga telah merealisasikan anggaran sebesar Rp5,6 triliun untuk asistensi, rehabilitasi, dan penanggulangan bencana.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
