<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suahasil Sebut Investasi SDM Kunci Optimalkan Bonus Demografi</title><description>Suahasil mengungkapkan bahwa Indonesia tengah menghadapi transisi demografi yang signifikan&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/13/320/3247726/suahasil-sebut-investasi-sdm-kunci-optimalkan-bonus-demografi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/13/320/3247726/suahasil-sebut-investasi-sdm-kunci-optimalkan-bonus-demografi"/><item><title>Suahasil Sebut Investasi SDM Kunci Optimalkan Bonus Demografi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/13/320/3247726/suahasil-sebut-investasi-sdm-kunci-optimalkan-bonus-demografi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/13/320/3247726/suahasil-sebut-investasi-sdm-kunci-optimalkan-bonus-demografi</guid><pubDate>Selasa 13 Oktober 2026 22:06 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/13/320/3247726/suahasil-QqDP_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan pentingnya investasi pada kualitas sumber daya manusia (SDM). (Foto: Okezone.com/Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/13/320/3247726/suahasil-QqDP_large.jpeg</image><title>Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan pentingnya investasi pada kualitas sumber daya manusia (SDM). (Foto: Okezone.com/Kemenkeu)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan pentingnya investasi pada kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk mengoptimalkan bonus demografi sekaligus mengantisipasi tantangan penuaan penduduk (aging population) pada masa mendatang.&#13;
&#13;
Hal tersebut disampaikan Suahasil dalam World Bank Group Closed-Door Ministerial Roundtable bertema &amp;ldquo;Transforming Demographic Transition into Human Capital Gains and Job Creation&amp;rdquo; di Bangkok, Thailand, Selasa (13/10/2026).&#13;
&#13;
Suahasil mengungkapkan bahwa Indonesia tengah menghadapi transisi demografi yang signifikan. Jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 284 juta jiwa dan diproyeksikan meningkat menjadi 325 juta jiwa dalam 20 tahun mendatang.&#13;
&#13;
Dengan kondisi tersebut, tantangan utama bukan terletak pada jumlah penduduk, melainkan pada kualitas sumber daya manusia dan perubahan struktur demografi yang perlu diantisipasi melalui kebijakan pembangunan jangka panjang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Persoalannya bukan pada jumlah penduduk, melainkan kualitas penduduk. Kita tidak bisa hanya berharap kualitas tersebut akan meningkat dengan sendirinya. Kita harus berinvestasi untuk meningkatkannya,&amp;rdquo; ungkap Suahasil.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini mengalami peningkatan urbanisasi dan perubahan kebutuhan masyarakat.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Indonesia juga mulai menghadapi fenomena aging population. Sebanyak 12 persen penduduk telah berusia 60 tahun ke atas, sedangkan hampir 8 persen berusia 65 tahun ke atas.&#13;
&#13;
Kondisi tersebut perlu diantisipasi agar Indonesia dapat memetik manfaat dari bonus demografi kedua (silver dividend) melalui peningkatan kualitas dan produktivitas penduduk sejak dini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk memperoleh manfaat bonus demografi kedua (silver dividend), kita harus berinvestasi pada kualitas SDM jauh sebelum seseorang memasuki usia lanjut, bahkan sejak sebelum kelahiran, masa anak-anak, pendidikan, hingga memasuki dunia kerja,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Suahasil menekankan pentingnya investasi pada SDM sejak dini, meskipun dampaknya baru akan terasa dalam jangka panjang. Langkah antisipatif ini diperlukan untuk mencegah risiko penuaan penduduk dengan tingkat produktivitas rendah yang berpotensi meningkatkan belanja negara dan menekan penerimaan fiskal.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah perlu menetapkan prioritas belanja secara cermat untuk menyeimbangkan kebutuhan saat ini dan jangka panjang.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan pentingnya investasi pada kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk mengoptimalkan bonus demografi sekaligus mengantisipasi tantangan penuaan penduduk (aging population) pada masa mendatang.&#13;
&#13;
Hal tersebut disampaikan Suahasil dalam World Bank Group Closed-Door Ministerial Roundtable bertema &amp;ldquo;Transforming Demographic Transition into Human Capital Gains and Job Creation&amp;rdquo; di Bangkok, Thailand, Selasa (13/10/2026).&#13;
&#13;
Suahasil mengungkapkan bahwa Indonesia tengah menghadapi transisi demografi yang signifikan. Jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 284 juta jiwa dan diproyeksikan meningkat menjadi 325 juta jiwa dalam 20 tahun mendatang.&#13;
&#13;
Dengan kondisi tersebut, tantangan utama bukan terletak pada jumlah penduduk, melainkan pada kualitas sumber daya manusia dan perubahan struktur demografi yang perlu diantisipasi melalui kebijakan pembangunan jangka panjang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Persoalannya bukan pada jumlah penduduk, melainkan kualitas penduduk. Kita tidak bisa hanya berharap kualitas tersebut akan meningkat dengan sendirinya. Kita harus berinvestasi untuk meningkatkannya,&amp;rdquo; ungkap Suahasil.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini mengalami peningkatan urbanisasi dan perubahan kebutuhan masyarakat.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Indonesia juga mulai menghadapi fenomena aging population. Sebanyak 12 persen penduduk telah berusia 60 tahun ke atas, sedangkan hampir 8 persen berusia 65 tahun ke atas.&#13;
&#13;
Kondisi tersebut perlu diantisipasi agar Indonesia dapat memetik manfaat dari bonus demografi kedua (silver dividend) melalui peningkatan kualitas dan produktivitas penduduk sejak dini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk memperoleh manfaat bonus demografi kedua (silver dividend), kita harus berinvestasi pada kualitas SDM jauh sebelum seseorang memasuki usia lanjut, bahkan sejak sebelum kelahiran, masa anak-anak, pendidikan, hingga memasuki dunia kerja,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Suahasil menekankan pentingnya investasi pada SDM sejak dini, meskipun dampaknya baru akan terasa dalam jangka panjang. Langkah antisipatif ini diperlukan untuk mencegah risiko penuaan penduduk dengan tingkat produktivitas rendah yang berpotensi meningkatkan belanja negara dan menekan penerimaan fiskal.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah perlu menetapkan prioritas belanja secara cermat untuk menyeimbangkan kebutuhan saat ini dan jangka panjang.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
