<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Kembali Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Biang Keroknya</title><description>Bank Indonesia (BI) menegaskan pelemahan nilai tukar Rupiah masih terkendali di tengah tekanan pasar keuangan global meski Rp18.000.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/16/278/3248242/rupiah-kembali-melemah-ke-rp18-000-per-dolar-as-bi-ungkap-biang-keroknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/16/278/3248242/rupiah-kembali-melemah-ke-rp18-000-per-dolar-as-bi-ungkap-biang-keroknya"/><item><title>Rupiah Kembali Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Biang Keroknya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/16/278/3248242/rupiah-kembali-melemah-ke-rp18-000-per-dolar-as-bi-ungkap-biang-keroknya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/16/278/3248242/rupiah-kembali-melemah-ke-rp18-000-per-dolar-as-bi-ungkap-biang-keroknya</guid><pubDate>Jum'at 16 Oktober 2026 10:16 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/16/278/3248242/bank_indonesia-Aohx_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah Kembali Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Biang Keroknya (Foto: Bank Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/16/278/3248242/bank_indonesia-Aohx_large.jpg</image><title>Rupiah Kembali Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Biang Keroknya (Foto: Bank Indonesia)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menegaskan pelemahan nilai tukar Rupiah masih terkendali di tengah tekanan pasar keuangan global. Rupiah pada perdagangan hari ini kembali melemah ke level Rp18.000 per dolar AS.&#13;
&#13;
Rupiah tercatat mengalami pelemahan terbatas sebesar 0,28 persen sejak awal kuartal IV 2026, dengan pergerakan yang masih sejalan dengan mata uang negara-negara kawasan.&#13;
&#13;
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya sentimen penghindaran risiko (risk-off) global yang mendorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS).&#13;
&#13;
&amp;quot;Secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan pelemahan terbatas sebesar 0,28 persen secara quarter-to-date (QTD). Cadangan devisa juga tetap terjaga sebesar USD146,3 miliar pada akhir September 2026,&amp;quot; ucapnya dalam keterangan resminya, Jumat (16/10/2026).&#13;
&#13;
Meski pelemahan rupiah masih terbatas, Erwin mengingatkan bahwa tekanan terhadap pasar keuangan domestik berpotensi berlanjut. Hal ini seiring meningkatnya ketidakpastian global yang mendorong investor mengurangi kepemilikan aset berisiko.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di tengah meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan USD dan menekan pasar keuangan domestik, arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Untuk menghadapi kondisi tersebut, BI memastikan akan terus melakukan langkah stabilisasi nilai tukar rupiah agar tetap sesuai dengan fundamental perekonomian Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bank Indonesia berkomitmen untuk terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya dan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik,&amp;quot; sebut Erwin.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, upaya stabilisasi dilakukan melalui intervensi di pasar keuangan, baik di dalam maupun luar negeri. Langkah tersebut mencakup transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri (offshore), serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.&#13;
&#13;
Selain itu, BI juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sebagai bagian dari langkah menjaga stabilitas pasar keuangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bank Indonesia juga menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang, serta terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya,&amp;quot; pungkas Erwin.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, nilai tukar Rupiah melemah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (16/10/2026). Rupiah dibuka melemah 83 poin​ atau 0,46 persen menjadi Rp18.021 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.938 per dolar AS.&#13;
&#13;
Selang beberapa menit kemudian, Rupiah makin melemah. Hingga pukul 09.22, Rupiah melemah 132 poin atau 0,74 persen ke level Rp18.070 per dolar AS.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menegaskan pelemahan nilai tukar Rupiah masih terkendali di tengah tekanan pasar keuangan global. Rupiah pada perdagangan hari ini kembali melemah ke level Rp18.000 per dolar AS.&#13;
&#13;
Rupiah tercatat mengalami pelemahan terbatas sebesar 0,28 persen sejak awal kuartal IV 2026, dengan pergerakan yang masih sejalan dengan mata uang negara-negara kawasan.&#13;
&#13;
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya sentimen penghindaran risiko (risk-off) global yang mendorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS).&#13;
&#13;
&amp;quot;Secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan pelemahan terbatas sebesar 0,28 persen secara quarter-to-date (QTD). Cadangan devisa juga tetap terjaga sebesar USD146,3 miliar pada akhir September 2026,&amp;quot; ucapnya dalam keterangan resminya, Jumat (16/10/2026).&#13;
&#13;
Meski pelemahan rupiah masih terbatas, Erwin mengingatkan bahwa tekanan terhadap pasar keuangan domestik berpotensi berlanjut. Hal ini seiring meningkatnya ketidakpastian global yang mendorong investor mengurangi kepemilikan aset berisiko.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di tengah meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan USD dan menekan pasar keuangan domestik, arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Untuk menghadapi kondisi tersebut, BI memastikan akan terus melakukan langkah stabilisasi nilai tukar rupiah agar tetap sesuai dengan fundamental perekonomian Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bank Indonesia berkomitmen untuk terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya dan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik,&amp;quot; sebut Erwin.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, upaya stabilisasi dilakukan melalui intervensi di pasar keuangan, baik di dalam maupun luar negeri. Langkah tersebut mencakup transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri (offshore), serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.&#13;
&#13;
Selain itu, BI juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sebagai bagian dari langkah menjaga stabilitas pasar keuangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bank Indonesia juga menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang, serta terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya,&amp;quot; pungkas Erwin.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, nilai tukar Rupiah melemah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (16/10/2026). Rupiah dibuka melemah 83 poin​ atau 0,46 persen menjadi Rp18.021 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.938 per dolar AS.&#13;
&#13;
Selang beberapa menit kemudian, Rupiah makin melemah. Hingga pukul 09.22, Rupiah melemah 132 poin atau 0,74 persen ke level Rp18.070 per dolar AS.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
