<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Respons Kepala Bakom soal MSCI Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI ke Standalone Market</title><description>Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Syahganda Nainggolan membuka suara soal sikap Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mendadak mempertimbangkan penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/16/278/3248309/respons-kepala-bakom-soal-msci-ancam-turunkan-status-pasar-saham-ri-ke-standalone-market</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/16/278/3248309/respons-kepala-bakom-soal-msci-ancam-turunkan-status-pasar-saham-ri-ke-standalone-market"/><item><title> Respons Kepala Bakom soal MSCI Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI ke Standalone Market</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/16/278/3248309/respons-kepala-bakom-soal-msci-ancam-turunkan-status-pasar-saham-ri-ke-standalone-market</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/16/278/3248309/respons-kepala-bakom-soal-msci-ancam-turunkan-status-pasar-saham-ri-ke-standalone-market</guid><pubDate>Jum'at 16 Oktober 2026 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/16/278/3248309/msci-drAs_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MSCI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/16/278/3248309/msci-drAs_large.jpg</image><title>MSCI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Syahganda Nainggolan membuka suara soal sikap Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mendadak mempertimbangkan penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.&#13;
&#13;
Syahganda pun meminta awak media untuk menunggu pernyataan resmi dari pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Bursa Efek Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mungkin nanti ini ada tanggapan dari pemerintah, OJK, Bursa dan yang terkait,&amp;rdquo; ungkap Syahganda kepada awak media, Jumat (16/10/2026).&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Syahganda mengatakan pemerintah tengah mengamati gejolak pasar saham yang kembali terjadi menyusul isu MSCI. Menurutnya, isu tersebut telah berdampak terhadap pasar sejak April lalu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita tunggu ya. Karena isu MSCI ini kan sudah sejak April lalu efeknya ke pasar. Jadi gejolak pasar kita sedang amati lagi,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Diketahui, sikap MSCI ini seiring dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka anjlok 8,01% atau 469,86 poin ke level 5.393,92 pada Jumat pagi (16/10/2026).&#13;
&#13;
Penurunan ini langsung memicu trading halt, yaitu penghentian sementara seluruh perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 30 menit.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Syahganda Nainggolan membuka suara soal sikap Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mendadak mempertimbangkan penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.&#13;
&#13;
Syahganda pun meminta awak media untuk menunggu pernyataan resmi dari pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Bursa Efek Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mungkin nanti ini ada tanggapan dari pemerintah, OJK, Bursa dan yang terkait,&amp;rdquo; ungkap Syahganda kepada awak media, Jumat (16/10/2026).&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Syahganda mengatakan pemerintah tengah mengamati gejolak pasar saham yang kembali terjadi menyusul isu MSCI. Menurutnya, isu tersebut telah berdampak terhadap pasar sejak April lalu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita tunggu ya. Karena isu MSCI ini kan sudah sejak April lalu efeknya ke pasar. Jadi gejolak pasar kita sedang amati lagi,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Diketahui, sikap MSCI ini seiring dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka anjlok 8,01% atau 469,86 poin ke level 5.393,92 pada Jumat pagi (16/10/2026).&#13;
&#13;
Penurunan ini langsung memicu trading halt, yaitu penghentian sementara seluruh perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 30 menit.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
