<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada Arus Modal Asing Kabur dari Indonesia</title><description>Bank Indonesia (BI) memperkirakan arus modal asing keluar (capital outflow) dari pasar keuangan domestik masih akan berlanjut. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/16/320/3248248/waspada-arus-modal-asing-kabur-dari-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/16/320/3248248/waspada-arus-modal-asing-kabur-dari-indonesia"/><item><title>Waspada Arus Modal Asing Kabur dari Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/16/320/3248248/waspada-arus-modal-asing-kabur-dari-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/16/320/3248248/waspada-arus-modal-asing-kabur-dari-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 16 Oktober 2026 12:35 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/16/320/3248248/dolar_as-oYVF_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Waspada Arus Modal Asing Kabur dari Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/16/320/3248248/dolar_as-oYVF_large.jpg</image><title>Waspada Arus Modal Asing Kabur dari Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan arus modal asing keluar (capital outflow) dari pasar keuangan domestik masih akan berlanjut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kondisi ini dipicu meningkatnya sentimen penghindaran risiko (risk-off) global yang mendorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan memberikan tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia.&#13;
&#13;
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, ketidakpastian global masih menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan arus modal di pasar keuangan domestik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di tengah meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan USD dan menekan pasar keuangan domestik, arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut,&amp;quot; kata Erwin dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (16/10/2026).&#13;
&#13;
Meski demikian, Erwin menyebut pelemahan nilai tukar Rupiah masih relatif terbatas dan bergerak sejalan dengan mata uang negara-negara di kawasan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan pelemahan terbatas sebesar 0,28 persen secara quarter-to-date (QTD). Cadangan devisa juga tetap terjaga sebesar USD146,3 miliar pada akhir September 2026,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Menghadapi tekanan tersebut, BI memastikan akan terus melakukan langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah agar tetap sesuai dengan fundamental perekonomian nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bank Indonesia berkomitmen untuk terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya dan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik,&amp;quot; sebut Erwin.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, upaya stabilisasi dilakukan melalui intervensi di pasar keuangan, baik di dalam maupun luar negeri. Langkah tersebut mencakup transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri (offshore), serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.&#13;
&#13;
Selain itu, BI juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sebagai bagian dari langkah menjaga stabilitas pasar keuangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bank Indonesia juga menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang, serta terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya,&amp;quot; kata Erwin.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan arus modal asing keluar (capital outflow) dari pasar keuangan domestik masih akan berlanjut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kondisi ini dipicu meningkatnya sentimen penghindaran risiko (risk-off) global yang mendorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan memberikan tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia.&#13;
&#13;
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, ketidakpastian global masih menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan arus modal di pasar keuangan domestik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di tengah meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan USD dan menekan pasar keuangan domestik, arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut,&amp;quot; kata Erwin dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (16/10/2026).&#13;
&#13;
Meski demikian, Erwin menyebut pelemahan nilai tukar Rupiah masih relatif terbatas dan bergerak sejalan dengan mata uang negara-negara di kawasan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan pelemahan terbatas sebesar 0,28 persen secara quarter-to-date (QTD). Cadangan devisa juga tetap terjaga sebesar USD146,3 miliar pada akhir September 2026,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Menghadapi tekanan tersebut, BI memastikan akan terus melakukan langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah agar tetap sesuai dengan fundamental perekonomian nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bank Indonesia berkomitmen untuk terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya dan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik,&amp;quot; sebut Erwin.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, upaya stabilisasi dilakukan melalui intervensi di pasar keuangan, baik di dalam maupun luar negeri. Langkah tersebut mencakup transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri (offshore), serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.&#13;
&#13;
Selain itu, BI juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sebagai bagian dari langkah menjaga stabilitas pasar keuangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bank Indonesia juga menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang, serta terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya,&amp;quot; kata Erwin.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
