<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Perbedaan Stock Split dan Reverse Stock Split</title><description>Ini perbedaan stock split dan reverse stock split, dua aksi korporasi yang sama-sama dilakukan emiten untuk mengubah jumlah saham yang beredar di pasar.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/17/278/3248222/ini-perbedaan-stock-split-dan-reverse-stock-split</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/17/278/3248222/ini-perbedaan-stock-split-dan-reverse-stock-split"/><item><title>Ini Perbedaan Stock Split dan Reverse Stock Split</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/17/278/3248222/ini-perbedaan-stock-split-dan-reverse-stock-split</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/17/278/3248222/ini-perbedaan-stock-split-dan-reverse-stock-split</guid><pubDate>Sabtu 17 Oktober 2026 18:02 WIB</pubDate><dc:creator>Niken Wulandari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/16/278/3248222/saham-cX4Y_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ini Perbedaan Stock Split dan Reverse Stock Split (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/16/278/3248222/saham-cX4Y_large.jpg</image><title>Ini Perbedaan Stock Split dan Reverse Stock Split (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ini perbedaan stock split dan reverse stock split, dua aksi korporasi yang sama-sama dilakukan emiten untuk mengubah jumlah saham yang beredar di pasar. Kedua aksi ini kerap diumumkan oleh perusahaan tercatat di bursa dan berkaitan langsung dengan harga per lembar saham.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lantas, apa saja yang membedakan keduanya? Berikut ini Okezone rangkum mengenai perbedaan stock split dan reverse stock split, Jakarta, Jumat (16/10/2026).&#13;
&#13;
Stock Split (Pemecahan Saham)&#13;
&#13;
Dilansir dari Konsep Peraturan Nomor I-I Tentang Pemecahan Saham dan Penggabungan Saham oleh Perusahaan Tercatat Yang Menerbitkan Efek Bersifat Ekuitas, stock split adalah tindakan hukum yang dilakukan oleh perusahaan tercatat dengan membagi satu saham menjadi dua saham atau lebih. Pembagian itu juga bisa mengikuti perbandingan tertentu, sehingga jumlah saham perusahaan tersebut bertambah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebagai contoh, jika seorang pemegang saham memiliki 100 lembar saham dengan harga Rp10.000 per lembar. Maka, jika ditotal nilai investasinya mencapai Rp1.000.000. Apabila perusahaan kemudian melakukan stock split dengan rasio 1:5, maka jumlah saham yang dimiliki menjadi 500 lembar dengan harga Rp2.000 per lembar. Walaupun jumlah lembar bertambah dan harga per lembar turun, total nilai investasi tetap bernilai Rp1.000.000.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Reverse Stock Split (Penggabungan Saham)&#13;
&#13;
Berbeda dengan stock split, reverse stock split bergerak ke arah sebaliknya. Berdasarkan Peraturan Nomor I-I tentang Pemecahan Saham dan Penggabungan Saham oleh Perusahaan Tercatat yang Menerbitkan Efek Bersifat Ekuitas, reverse stock split adalah tindakan hukum perusahaan tercatat dengan menyatukan dua saham atau lebih menjadi satu saham. Penyatuan itu juga bisa mengikuti perbandingan tertentu yang dapat mengakibatkan jumlah saham perusahaan tersebut berkurang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebagai gambaran, seorang pemegang saham memiliki 1.000 lembar saham dengan harga Rp100 per lembar. Maka, total nilai investasinya Rp100.000. Setelah itu, perusahaan melakukan reverse stock split dengan rasio 1:10. Akibatnya, jumlah saham yang dimiliki berkurang menjadi 100 lembar, sedangkan harga per lembar naik menjadi Rp1.000. Meski begitu, total nilai investasi tetap Rp100.000 karena yang berubah hanya jumlah lembar dan harganya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dengan demikian, perbedaan stock split dan reverse stock split terletak pada arah perubahannya. Stock split memecah satu saham menjadi beberapa saham sehingga jumlah lembar bertambah dan harga per lembar turun, sedangkan reverse stock split menggabungkan beberapa saham menjadi satu saham sehingga jumlah lembar berkurang dan harga per lembar naik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada keduanya, total nilai investasi pemegang saham tidak berubah karena yang berbeda hanya komposisi jumlah dan harga sahamnya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Ini perbedaan stock split dan reverse stock split, dua aksi korporasi yang sama-sama dilakukan emiten untuk mengubah jumlah saham yang beredar di pasar. Kedua aksi ini kerap diumumkan oleh perusahaan tercatat di bursa dan berkaitan langsung dengan harga per lembar saham.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lantas, apa saja yang membedakan keduanya? Berikut ini Okezone rangkum mengenai perbedaan stock split dan reverse stock split, Jakarta, Jumat (16/10/2026).&#13;
&#13;
Stock Split (Pemecahan Saham)&#13;
&#13;
Dilansir dari Konsep Peraturan Nomor I-I Tentang Pemecahan Saham dan Penggabungan Saham oleh Perusahaan Tercatat Yang Menerbitkan Efek Bersifat Ekuitas, stock split adalah tindakan hukum yang dilakukan oleh perusahaan tercatat dengan membagi satu saham menjadi dua saham atau lebih. Pembagian itu juga bisa mengikuti perbandingan tertentu, sehingga jumlah saham perusahaan tersebut bertambah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebagai contoh, jika seorang pemegang saham memiliki 100 lembar saham dengan harga Rp10.000 per lembar. Maka, jika ditotal nilai investasinya mencapai Rp1.000.000. Apabila perusahaan kemudian melakukan stock split dengan rasio 1:5, maka jumlah saham yang dimiliki menjadi 500 lembar dengan harga Rp2.000 per lembar. Walaupun jumlah lembar bertambah dan harga per lembar turun, total nilai investasi tetap bernilai Rp1.000.000.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Reverse Stock Split (Penggabungan Saham)&#13;
&#13;
Berbeda dengan stock split, reverse stock split bergerak ke arah sebaliknya. Berdasarkan Peraturan Nomor I-I tentang Pemecahan Saham dan Penggabungan Saham oleh Perusahaan Tercatat yang Menerbitkan Efek Bersifat Ekuitas, reverse stock split adalah tindakan hukum perusahaan tercatat dengan menyatukan dua saham atau lebih menjadi satu saham. Penyatuan itu juga bisa mengikuti perbandingan tertentu yang dapat mengakibatkan jumlah saham perusahaan tersebut berkurang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebagai gambaran, seorang pemegang saham memiliki 1.000 lembar saham dengan harga Rp100 per lembar. Maka, total nilai investasinya Rp100.000. Setelah itu, perusahaan melakukan reverse stock split dengan rasio 1:10. Akibatnya, jumlah saham yang dimiliki berkurang menjadi 100 lembar, sedangkan harga per lembar naik menjadi Rp1.000. Meski begitu, total nilai investasi tetap Rp100.000 karena yang berubah hanya jumlah lembar dan harganya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dengan demikian, perbedaan stock split dan reverse stock split terletak pada arah perubahannya. Stock split memecah satu saham menjadi beberapa saham sehingga jumlah lembar bertambah dan harga per lembar turun, sedangkan reverse stock split menggabungkan beberapa saham menjadi satu saham sehingga jumlah lembar berkurang dan harga per lembar naik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada keduanya, total nilai investasi pemegang saham tidak berubah karena yang berbeda hanya komposisi jumlah dan harga sahamnya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
