<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Temui MSCI Hari Ini, Minta Klarifikasi soal Potensi Penurunan Status ke Standalone Market</title><description>Jeffrey mengatakan bahwa pasar modal Indonesia saat ini telah memenuhi standar Emerging Market&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/19/278/3248770/bei-temui-msci-hari-ini-minta-klarifikasi-soal-potensi-penurunan-status-ke-standalone-market</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/19/278/3248770/bei-temui-msci-hari-ini-minta-klarifikasi-soal-potensi-penurunan-status-ke-standalone-market"/><item><title>BEI Temui MSCI Hari Ini, Minta Klarifikasi soal Potensi Penurunan Status ke Standalone Market</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/19/278/3248770/bei-temui-msci-hari-ini-minta-klarifikasi-soal-potensi-penurunan-status-ke-standalone-market</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/19/278/3248770/bei-temui-msci-hari-ini-minta-klarifikasi-soal-potensi-penurunan-status-ke-standalone-market</guid><pubDate>Senin 19 Oktober 2026 13:44 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/19/278/3248770/dirtu_bi-H6e7_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik Soal Rencana Pertemuan BEI dengan MSI. (Foto: Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/19/278/3248770/dirtu_bi-H6e7_large.jpg</image><title>Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik Soal Rencana Pertemuan BEI dengan MSI. (Foto: Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadwalkan pertemuan dengan penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), pada hari ini. BEI meminta klarifikasi terkait pengumuman mengenai potensi penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.&#13;
&#13;
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa pertemuan tersebut rencananya akan dilakukan secara daring sekitar pukul 15.30 WIB. Pertemuan ini diinisiasi oleh BEI untuk mengetahui lebih jauh alasan MSCI mengeluarkan pengumuman tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami ingin menanyakan klarifikasi terkait latar belakangnya. Karena ini merupakan sesuatu yang tidak terduga, pasar akan bereaksi dalam kondisi panik, bingung, dan penuh ketidakpastian,&amp;quot; ujarnya saat ditemui di Gedung BEI, Senin (19/10/2026).&#13;
&#13;
Jeffrey mengatakan bahwa pasar modal Indonesia saat ini telah memenuhi standar Emerging Market. Pandangan tersebut tidak hanya berasal dari BEI, tetapi juga didukung oleh sejumlah investor global yang telah berdiskusi dengan Bursa.&#13;
&#13;
Ia menambahkan bahwa fundamental perusahaan tercatat dinilai masih cukup baik oleh BEI. Hal ini tecermin dari kemampuan perusahaan membukukan keuntungan dan membagikan dividen kepada pemegang saham. Selain itu, jumlah investor ritel domestik juga telah berkembang signifikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Para partisipan dan investor global yang berdiskusi dengan kami juga sepakat bahwa Indonesia memenuhi seluruh kriteria untuk berada dalam kategori Emerging Market. Bahkan, dalam beberapa poin, Indonesia lebih baik dibandingkan negara-negara Emerging Market lainnya,&amp;quot; sambung Jeffrey.&#13;
&#13;
Ia menambahkan bahwa pertemuan tersebut juga dimanfaatkan BEI untuk meminta penjelasan mengenai aspek-aspek yang masih menjadi perhatian MSCI serta langkah-langkah perbaikan yang diharapkan ke depan. Pasalnya, dalam beberapa pertemuan sebelumnya terkait penyampaian agenda transformasi pasar modal, MSCI juga memberikan respons positif terhadap upaya tersebut.&#13;
&#13;
BEI, lanjutnya, akan terus melakukan pembenahan pasar modal selama proses tersebut berlangsung. Upaya peningkatan transparansi dan tata kelola akan dilanjutkan untuk memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami tidak akan berhenti di situ. Akan ada upaya-upaya lain yang terus kami lakukan dan dari waktu ke waktu akan kami sampaikan kepada publik,&amp;quot; kata Jeffrey.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, pengumuman MSCI mengenai rencana penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia menjadi Standalone Market merupakan bagian dari proses konsultasi yang berlangsung hingga akhir April 2027. Keputusan terkait usulan tersebut dijadwalkan disampaikan pada Juni 2027.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadwalkan pertemuan dengan penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), pada hari ini. BEI meminta klarifikasi terkait pengumuman mengenai potensi penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.&#13;
&#13;
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa pertemuan tersebut rencananya akan dilakukan secara daring sekitar pukul 15.30 WIB. Pertemuan ini diinisiasi oleh BEI untuk mengetahui lebih jauh alasan MSCI mengeluarkan pengumuman tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami ingin menanyakan klarifikasi terkait latar belakangnya. Karena ini merupakan sesuatu yang tidak terduga, pasar akan bereaksi dalam kondisi panik, bingung, dan penuh ketidakpastian,&amp;quot; ujarnya saat ditemui di Gedung BEI, Senin (19/10/2026).&#13;
&#13;
Jeffrey mengatakan bahwa pasar modal Indonesia saat ini telah memenuhi standar Emerging Market. Pandangan tersebut tidak hanya berasal dari BEI, tetapi juga didukung oleh sejumlah investor global yang telah berdiskusi dengan Bursa.&#13;
&#13;
Ia menambahkan bahwa fundamental perusahaan tercatat dinilai masih cukup baik oleh BEI. Hal ini tecermin dari kemampuan perusahaan membukukan keuntungan dan membagikan dividen kepada pemegang saham. Selain itu, jumlah investor ritel domestik juga telah berkembang signifikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Para partisipan dan investor global yang berdiskusi dengan kami juga sepakat bahwa Indonesia memenuhi seluruh kriteria untuk berada dalam kategori Emerging Market. Bahkan, dalam beberapa poin, Indonesia lebih baik dibandingkan negara-negara Emerging Market lainnya,&amp;quot; sambung Jeffrey.&#13;
&#13;
Ia menambahkan bahwa pertemuan tersebut juga dimanfaatkan BEI untuk meminta penjelasan mengenai aspek-aspek yang masih menjadi perhatian MSCI serta langkah-langkah perbaikan yang diharapkan ke depan. Pasalnya, dalam beberapa pertemuan sebelumnya terkait penyampaian agenda transformasi pasar modal, MSCI juga memberikan respons positif terhadap upaya tersebut.&#13;
&#13;
BEI, lanjutnya, akan terus melakukan pembenahan pasar modal selama proses tersebut berlangsung. Upaya peningkatan transparansi dan tata kelola akan dilanjutkan untuk memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami tidak akan berhenti di situ. Akan ada upaya-upaya lain yang terus kami lakukan dan dari waktu ke waktu akan kami sampaikan kepada publik,&amp;quot; kata Jeffrey.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, pengumuman MSCI mengenai rencana penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia menjadi Standalone Market merupakan bagian dari proses konsultasi yang berlangsung hingga akhir April 2027. Keputusan terkait usulan tersebut dijadwalkan disampaikan pada Juni 2027.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
