<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BSU Rp900.000 Belum Cair, Awas Jangan Asal Klik Link!</title><description>Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta masyarakat mewaspadai tautan yang beredar dan mengatasnamakan program BSU 2026&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/19/320/3248759/bsu-rp900-000-belum-cair-awas-jangan-asal-klik-link</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/19/320/3248759/bsu-rp900-000-belum-cair-awas-jangan-asal-klik-link"/><item><title>BSU Rp900.000 Belum Cair, Awas Jangan Asal Klik Link!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/19/320/3248759/bsu-rp900-000-belum-cair-awas-jangan-asal-klik-link</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/19/320/3248759/bsu-rp900-000-belum-cair-awas-jangan-asal-klik-link</guid><pubDate>Senin 19 Oktober 2026 13:02 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/19/320/3248759/bsu-W5Vd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp900.000 kepada 13,3 juta pekerja belum dicairkan. (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra Setiawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/19/320/3248759/bsu-W5Vd_large.jpg</image><title>Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp900.000 kepada 13,3 juta pekerja belum dicairkan. (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra Setiawan)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp900.000 kepada 13,3 juta pekerja belum dicairkan. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta masyarakat mewaspadai tautan yang beredar dan mengatasnamakan program BSU 2026.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini laman BSU belum dapat diakses. Mohon tunggu pengumuman resminya, ya,&amp;rdquo; tulis Kemnaker, Senin (19/10/2026).&#13;
&#13;
Kemnaker juga mengingatkan pekerja agar tidak sembarangan mengeklik tautan yang menawarkan layanan pengecekan BSU 2026, terutama jika meminta pengguna memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui situs yang tidak jelas sumbernya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Awas! Jangan buru-buru klik,&amp;rdquo; tegas Kemnaker.&#13;
&#13;
Untuk memastikan kebenaran informasi mengenai BSU, pekerja diminta memantau kanal komunikasi resmi Kemnaker dan mengunjungi situs bsu.kemnaker.go.id. Namun, Kemnaker menegaskan bahwa laman tersebut saat ini belum dapat diakses.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketik alamat situs di browser. Jangan asal membuka tautan dari pesan yang diteruskan orang lain,&amp;rdquo; tulis Kemnaker.&#13;
&#13;
Kemnaker mengimbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi terkait informasi dan penyaluran BSU. Pekerja juga diminta mengikuti akun media sosial serta kanal resmi Kemnaker agar tidak ketinggalan informasi terbaru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pantau terus akun media sosial dan kanal resmi Kemnaker biar enggak ketinggalan update-nya,&amp;rdquo; tulis Kemnaker.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp900.000 kepada 13,3 juta pekerja belum dicairkan. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta masyarakat mewaspadai tautan yang beredar dan mengatasnamakan program BSU 2026.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini laman BSU belum dapat diakses. Mohon tunggu pengumuman resminya, ya,&amp;rdquo; tulis Kemnaker, Senin (19/10/2026).&#13;
&#13;
Kemnaker juga mengingatkan pekerja agar tidak sembarangan mengeklik tautan yang menawarkan layanan pengecekan BSU 2026, terutama jika meminta pengguna memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui situs yang tidak jelas sumbernya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Awas! Jangan buru-buru klik,&amp;rdquo; tegas Kemnaker.&#13;
&#13;
Untuk memastikan kebenaran informasi mengenai BSU, pekerja diminta memantau kanal komunikasi resmi Kemnaker dan mengunjungi situs bsu.kemnaker.go.id. Namun, Kemnaker menegaskan bahwa laman tersebut saat ini belum dapat diakses.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketik alamat situs di browser. Jangan asal membuka tautan dari pesan yang diteruskan orang lain,&amp;rdquo; tulis Kemnaker.&#13;
&#13;
Kemnaker mengimbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi terkait informasi dan penyaluran BSU. Pekerja juga diminta mengikuti akun media sosial serta kanal resmi Kemnaker agar tidak ketinggalan informasi terbaru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pantau terus akun media sosial dan kanal resmi Kemnaker biar enggak ketinggalan update-nya,&amp;rdquo; tulis Kemnaker.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
