<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BGN Pantau Dapur MBG Lewat CCTV Berbasis AI</title><description>BGN memantau aktivitas SPPG atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kamera pengawas atau CCTV berbasis kecerdasan buatan AI.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/19/320/3248869/bgn-pantau-dapur-mbg-lewat-cctv-berbasis-ai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/19/320/3248869/bgn-pantau-dapur-mbg-lewat-cctv-berbasis-ai"/><item><title>BGN Pantau Dapur MBG Lewat CCTV Berbasis AI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/19/320/3248869/bgn-pantau-dapur-mbg-lewat-cctv-berbasis-ai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/19/320/3248869/bgn-pantau-dapur-mbg-lewat-cctv-berbasis-ai</guid><pubDate>Senin 19 Oktober 2026 18:49 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/19/320/3248869/sudaryono-anHM_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BGN Pantau Dapur MBG Lewat CCTV Berbasis AI (Foto: Kepala BGN/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/19/320/3248869/sudaryono-anHM_large.jpg</image><title>BGN Pantau Dapur MBG Lewat CCTV Berbasis AI (Foto: Kepala BGN/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) bakal memantau aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kamera pengawas atau CCTV berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).&#13;
&#13;
Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan, langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses operasional dapur MBG berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Menurutnya, BGN tengah melakukan uji coba integrasi CCTV di sekitar 70 SPPG. Nantinya, kamera pengawas yang sudah terpasang di masing-masing dapur akan terhubung dengan sistem pemantauan pusat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sedang pilotting ada sekitar 70-an dapur untuk CCTV-nya kita tarik ke pusat, kita kasih artificial intelligence sehingga kita bisa memonitor SOP,&amp;quot; kata Sudaryono dijumpai di Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (19/10/2026).&#13;
&#13;
Sudaryono menjelaskan, penggunaan teknologi AI tersebut memungkinkan BGN mengawasi berbagai tahapan operasional dapur MBG, mulai dari persiapan bahan makanan, pengolahan, hingga pencucian wadah makanan atau ompreng.&#13;
&#13;
Selain itu, sistem tersebut juga akan digunakan untuk memantau kedisiplinan tenaga kerja dalam menjalankan prosedur yang telah ditetapkan.&#13;
&#13;
Sudaryono menilai, pengawasan ini diperlukan karena masih ditemukan kebiasaan pekerja dapur yang belum sesuai dengan SOP. Salah satunya adalah kebiasaan memotong bahan makanan di lantai, bukan di atas meja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini sederhana tapi ini terjadi, karena tenaga kerjanya adalah berasal dari akamsi, anak kampung sini, ibu-ibu ini, beberapa di antaranya memang tidak terbiasa misalnya nyacah di meja, dia biasa misalnya nyacah di lantai,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sudaryono menambahkan, pengawasan tidak hanya menyasar pekerja dapur, tetapi juga mencakup kepala dapur, relawan, hingga mitra yayasan yang terlibat dalam penyelenggaraan program MBG.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan adanya CCTV kemudian ada pop-up, kemudian kita bisa artinya kita benahi semua ya, ketaatan dari SOP, SOP dari mulai relawannya, SOP dari kepala dapurnya, dari kemudian dari mitra yayasannya, termasuk bagaimana konflik mitra yayasan itu juga kita kita akomodir,&amp;quot; katanya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) bakal memantau aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kamera pengawas atau CCTV berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).&#13;
&#13;
Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan, langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses operasional dapur MBG berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Menurutnya, BGN tengah melakukan uji coba integrasi CCTV di sekitar 70 SPPG. Nantinya, kamera pengawas yang sudah terpasang di masing-masing dapur akan terhubung dengan sistem pemantauan pusat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sedang pilotting ada sekitar 70-an dapur untuk CCTV-nya kita tarik ke pusat, kita kasih artificial intelligence sehingga kita bisa memonitor SOP,&amp;quot; kata Sudaryono dijumpai di Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (19/10/2026).&#13;
&#13;
Sudaryono menjelaskan, penggunaan teknologi AI tersebut memungkinkan BGN mengawasi berbagai tahapan operasional dapur MBG, mulai dari persiapan bahan makanan, pengolahan, hingga pencucian wadah makanan atau ompreng.&#13;
&#13;
Selain itu, sistem tersebut juga akan digunakan untuk memantau kedisiplinan tenaga kerja dalam menjalankan prosedur yang telah ditetapkan.&#13;
&#13;
Sudaryono menilai, pengawasan ini diperlukan karena masih ditemukan kebiasaan pekerja dapur yang belum sesuai dengan SOP. Salah satunya adalah kebiasaan memotong bahan makanan di lantai, bukan di atas meja.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini sederhana tapi ini terjadi, karena tenaga kerjanya adalah berasal dari akamsi, anak kampung sini, ibu-ibu ini, beberapa di antaranya memang tidak terbiasa misalnya nyacah di meja, dia biasa misalnya nyacah di lantai,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sudaryono menambahkan, pengawasan tidak hanya menyasar pekerja dapur, tetapi juga mencakup kepala dapur, relawan, hingga mitra yayasan yang terlibat dalam penyelenggaraan program MBG.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan adanya CCTV kemudian ada pop-up, kemudian kita bisa artinya kita benahi semua ya, ketaatan dari SOP, SOP dari mulai relawannya, SOP dari kepala dapurnya, dari kemudian dari mitra yayasannya, termasuk bagaimana konflik mitra yayasan itu juga kita kita akomodir,&amp;quot; katanya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
