<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suahasil Lapor Ketahanan APBN ke Prabowo, Kuartal IV Belanja Tembus Rp1.300 Triliun</title><description>Suahasil Nazara melaporkan pelaksanaan APBN serta kondisi perekonomian makro nasional dalam pertemuannya bersama Presiden Prabowo Subianto.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/19/320/3248888/suahasil-lapor-ketahanan-apbn-ke-prabowo-kuartal-iv-belanja-tembus-rp1-300-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/19/320/3248888/suahasil-lapor-ketahanan-apbn-ke-prabowo-kuartal-iv-belanja-tembus-rp1-300-triliun"/><item><title>Suahasil Lapor Ketahanan APBN ke Prabowo, Kuartal IV Belanja Tembus Rp1.300 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/19/320/3248888/suahasil-lapor-ketahanan-apbn-ke-prabowo-kuartal-iv-belanja-tembus-rp1-300-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/19/320/3248888/suahasil-lapor-ketahanan-apbn-ke-prabowo-kuartal-iv-belanja-tembus-rp1-300-triliun</guid><pubDate>Senin 19 Oktober 2026 20:26 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/19/320/3248888/suahasil-o4By_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suahasil Lapor Ketahanan APBN ke Prabowo, Kuartal IV Belanja Tembus Rp1.300 Triliun (Foto: Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/19/320/3248888/suahasil-o4By_large.jpg</image><title>Suahasil Lapor Ketahanan APBN ke Prabowo, Kuartal IV Belanja Tembus Rp1.300 Triliun (Foto: Kemenkeu)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan pelaksanaan APBN serta kondisi perekonomian makro nasional dalam pertemuannya bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di tengah volatilitas pasar global, APBN dipastikan tetap bekerja sebagai peredam kejutan (shock absorber) sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi domestik hingga akhir tahun.&#13;
&#13;
Suahasil menyampaikan bahwa gejolak ekonomi di negara-negara maju, seperti laju inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi serta dinamika di Eropa, terus dicermati pengaruhnya terhadap perekonomian dalam negeri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi, satu aspek dari kondisi ekonomi makro yang kita sampaikan adalah bagaimana APBN terus bekerja melihat kondisi di dunia global, impact-nya kepada perekonomian domestik, dan bagaimana penanganan pelaksanaan APBN untuk sisa tahun 2026 ini,&amp;quot; ujar Suahasil usai bertemu Presiden Prabowo.&#13;
&#13;
Suahasil menegaskan bahwa indikator makro dan tingkat konsumsi masyarakat Indonesia masih menunjukkan daya tahan yang sangat baik (resilient).&#13;
&#13;
Untuk memastikan penyerapan anggaran tepat sasaran hingga penutupan tahun anggaran 2026, Kementerian Keuangan terus melakukan penelaahan serta efisiensi belanja secara berkala.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun, kalau kita mengatakan efisiensi anggaran, itu bukan berarti bahwa menyetop anggaran karena untuk kuartal IV ini APBN akan belanja Rp1.300 triliun lebih tinggi dibandingkan kuartal IV tahun 2025, yaitu Rp1.200 triliun,&amp;quot; jelas Suahasil.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Realisasi belanja APBN pada kuartal IV yang melampaui Rp1.300 triliun tersebut dialokasikan untuk menopang layanan publik, memperkuat konsumsi masyarakat, serta menyalurkan bantuan sosial dan bantuan pangan bagi kelompok rentan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi belanja APBN akan terus lebih tinggi dibandingkan kuartal IV tahun lalu dan ini akan mendorong kegiatan ekonomi di masyarakat, termasuk layanan publik pemerintah dan juga perlindungan sosial, bantuan pangan sudah mulai bergulir untuk kuartal IV dan ini akan mendorong kegiatan konsumsi dan pendorong apa namanya kegiatan government expenditure di di perekonomian kita,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Dengan demikian, Kementerian Keuangan menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna menjaga stabilitas sektor keuangan nasional secara berkelanjutan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan pelaksanaan APBN serta kondisi perekonomian makro nasional dalam pertemuannya bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di tengah volatilitas pasar global, APBN dipastikan tetap bekerja sebagai peredam kejutan (shock absorber) sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi domestik hingga akhir tahun.&#13;
&#13;
Suahasil menyampaikan bahwa gejolak ekonomi di negara-negara maju, seperti laju inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi serta dinamika di Eropa, terus dicermati pengaruhnya terhadap perekonomian dalam negeri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi, satu aspek dari kondisi ekonomi makro yang kita sampaikan adalah bagaimana APBN terus bekerja melihat kondisi di dunia global, impact-nya kepada perekonomian domestik, dan bagaimana penanganan pelaksanaan APBN untuk sisa tahun 2026 ini,&amp;quot; ujar Suahasil usai bertemu Presiden Prabowo.&#13;
&#13;
Suahasil menegaskan bahwa indikator makro dan tingkat konsumsi masyarakat Indonesia masih menunjukkan daya tahan yang sangat baik (resilient).&#13;
&#13;
Untuk memastikan penyerapan anggaran tepat sasaran hingga penutupan tahun anggaran 2026, Kementerian Keuangan terus melakukan penelaahan serta efisiensi belanja secara berkala.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun, kalau kita mengatakan efisiensi anggaran, itu bukan berarti bahwa menyetop anggaran karena untuk kuartal IV ini APBN akan belanja Rp1.300 triliun lebih tinggi dibandingkan kuartal IV tahun 2025, yaitu Rp1.200 triliun,&amp;quot; jelas Suahasil.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Realisasi belanja APBN pada kuartal IV yang melampaui Rp1.300 triliun tersebut dialokasikan untuk menopang layanan publik, memperkuat konsumsi masyarakat, serta menyalurkan bantuan sosial dan bantuan pangan bagi kelompok rentan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi belanja APBN akan terus lebih tinggi dibandingkan kuartal IV tahun lalu dan ini akan mendorong kegiatan ekonomi di masyarakat, termasuk layanan publik pemerintah dan juga perlindungan sosial, bantuan pangan sudah mulai bergulir untuk kuartal IV dan ini akan mendorong kegiatan konsumsi dan pendorong apa namanya kegiatan government expenditure di di perekonomian kita,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Dengan demikian, Kementerian Keuangan menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna menjaga stabilitas sektor keuangan nasional secara berkelanjutan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
