<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suahasil Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Program Prioritas Prabowo</title><description>Suahasil Nazara memastikan langkah efisiensi anggaran dalam pelaksanaan APBN tidak akan menghentikan maupun mengurangi alokasi.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/19/320/3248899/suahasil-pastikan-efisiensi-anggaran-tak-ganggu-program-prioritas-prabowo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/19/320/3248899/suahasil-pastikan-efisiensi-anggaran-tak-ganggu-program-prioritas-prabowo"/><item><title>Suahasil Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Program Prioritas Prabowo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/19/320/3248899/suahasil-pastikan-efisiensi-anggaran-tak-ganggu-program-prioritas-prabowo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/19/320/3248899/suahasil-pastikan-efisiensi-anggaran-tak-ganggu-program-prioritas-prabowo</guid><pubDate>Senin 19 Oktober 2026 21:23 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/19/320/3248899/suahasil-WhgF_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suahasil Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Program Prioritas Prabowo (Foto: Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/19/320/3248899/suahasil-WhgF_large.jpg</image><title>Suahasil Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Program Prioritas Prabowo (Foto: Kemenkeu)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan langkah efisiensi anggaran dalam pelaksanaan APBN tidak akan menghentikan maupun mengurangi alokasi program-program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto. Penelaahan anggaran dilakukan untuk memastikan tercapainya target pembangunan dengan penggunaan dana yang lebih optimal.&#13;
&#13;
Menurut Suahasil, pencarian ruang efisiensi merupakan proses rutin yang terus berjalan selama pelaksanaan anggaran hingga penutupan tahun 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya jadi untuk menyelesaikan akhir tahun 2026, yang namanya mencari efisiensi anggaran itu adalah pekerjaan yang continue. Jadi, anggarannya sudah ditetapkan, tetapi dalam pelaksanaan anggarannya kita selalu mencari ruang untuk membuat apakah memang perlu anggaran sedemikian besar,&amp;quot; ujar Suahasil usai melangsungkan pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).&#13;
&#13;
Suahasil menekankan bahwa pembenahan manajemen menjadi kunci utama dalam menciptakan efisiensi tanpa mengorbankan kualitas program. Ia memaparkan contoh perbaikan tata kelola pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah kepemimpinan manajemen baru.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena itu, poinnya adalah bukan tentang potong anggarannya, tetapi bagaimana mencapai (output) dari yang direncanakan dengan pelaksanaan yang efisien. Saya ambil contoh, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kita sekarang sudah mengalami perubahan pengelolaan yang luar biasa. Dan itu dilakukan oleh manajemen Badan Gizi Nasional yang baru,&amp;quot; jelas Suahasil.&#13;
&#13;
Suahasil menambahkan, perbaikan skema pengelolaan tersebut secara otomatis membentuk efisiensi anggaran tanpa mengganggu keberlanjutan program strategis yang diusung Presiden Prabowo Subianto.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga dengan manajemen yang baru, punya pola pengelolaan yang baru, sehingga efisiensinya terbentuk. Nah, dengan demikian nanti kita pahami bahwa akan ada pelaksanaan anggaran yang lebih efisien. Ini yang terus kita cari. Namun, seluruh kegiatan prioritas dari pemerintah dan Bapak Presiden terus kita jalankan,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari sisi penyerapan, belanja negara pada kuartal IV-2026 diproyeksikan menembus Rp1.300 triliun, lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp1.200 triliun. Peningkatan alokasi belanja pemerintah ini diharapkan memberi stimulus positif bagi pertumbuhan ekonomi dan perlindungan sosial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena itu kita yakin bahwa belanjanya akan mencapai Rp1.300 triliun di kuartal IV, dan ini lebih tinggi dari tahun lalu. Dengan belanja pemerintah yang lebih tinggi berarti dorongan dari belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi juga akan ada efek positif ini yang kita cari, sehingga yang namanya APBN itu menumbuhkan ekonomi, namun APBN juga melindungi masyarakat, dan dilaksanakan dengan cara yang efisien sehingga dia kredibel,&amp;quot; ujar Suahasil.&#13;
&#13;
Mengenai postur fiskal, Suahasil menegaskan bahwa batas aman defisit APBN hingga akhir tahun 2026 tetap terjaga sesuai dengan proyeksi yang telah disampaikan kepada parlemen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Defisit APBN tetap di angka yang kita laporkan kepada Badan Anggaran di bulan Juli yang lalu, yaitu sekitar 2,85 persen dari PDB. Itu outlook yang kita jaga dan menjadi working agenda kita sampai dengan akhir tahun,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan langkah efisiensi anggaran dalam pelaksanaan APBN tidak akan menghentikan maupun mengurangi alokasi program-program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto. Penelaahan anggaran dilakukan untuk memastikan tercapainya target pembangunan dengan penggunaan dana yang lebih optimal.&#13;
&#13;
Menurut Suahasil, pencarian ruang efisiensi merupakan proses rutin yang terus berjalan selama pelaksanaan anggaran hingga penutupan tahun 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya jadi untuk menyelesaikan akhir tahun 2026, yang namanya mencari efisiensi anggaran itu adalah pekerjaan yang continue. Jadi, anggarannya sudah ditetapkan, tetapi dalam pelaksanaan anggarannya kita selalu mencari ruang untuk membuat apakah memang perlu anggaran sedemikian besar,&amp;quot; ujar Suahasil usai melangsungkan pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).&#13;
&#13;
Suahasil menekankan bahwa pembenahan manajemen menjadi kunci utama dalam menciptakan efisiensi tanpa mengorbankan kualitas program. Ia memaparkan contoh perbaikan tata kelola pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah kepemimpinan manajemen baru.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena itu, poinnya adalah bukan tentang potong anggarannya, tetapi bagaimana mencapai (output) dari yang direncanakan dengan pelaksanaan yang efisien. Saya ambil contoh, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kita sekarang sudah mengalami perubahan pengelolaan yang luar biasa. Dan itu dilakukan oleh manajemen Badan Gizi Nasional yang baru,&amp;quot; jelas Suahasil.&#13;
&#13;
Suahasil menambahkan, perbaikan skema pengelolaan tersebut secara otomatis membentuk efisiensi anggaran tanpa mengganggu keberlanjutan program strategis yang diusung Presiden Prabowo Subianto.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga dengan manajemen yang baru, punya pola pengelolaan yang baru, sehingga efisiensinya terbentuk. Nah, dengan demikian nanti kita pahami bahwa akan ada pelaksanaan anggaran yang lebih efisien. Ini yang terus kita cari. Namun, seluruh kegiatan prioritas dari pemerintah dan Bapak Presiden terus kita jalankan,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari sisi penyerapan, belanja negara pada kuartal IV-2026 diproyeksikan menembus Rp1.300 triliun, lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp1.200 triliun. Peningkatan alokasi belanja pemerintah ini diharapkan memberi stimulus positif bagi pertumbuhan ekonomi dan perlindungan sosial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena itu kita yakin bahwa belanjanya akan mencapai Rp1.300 triliun di kuartal IV, dan ini lebih tinggi dari tahun lalu. Dengan belanja pemerintah yang lebih tinggi berarti dorongan dari belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi juga akan ada efek positif ini yang kita cari, sehingga yang namanya APBN itu menumbuhkan ekonomi, namun APBN juga melindungi masyarakat, dan dilaksanakan dengan cara yang efisien sehingga dia kredibel,&amp;quot; ujar Suahasil.&#13;
&#13;
Mengenai postur fiskal, Suahasil menegaskan bahwa batas aman defisit APBN hingga akhir tahun 2026 tetap terjaga sesuai dengan proyeksi yang telah disampaikan kepada parlemen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Defisit APBN tetap di angka yang kita laporkan kepada Badan Anggaran di bulan Juli yang lalu, yaitu sekitar 2,85 persen dari PDB. Itu outlook yang kita jaga dan menjadi working agenda kita sampai dengan akhir tahun,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
