<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenapa Brunei Darussalam Tidak Punya Pasar Saham? Ini Alasannya</title><description>Brunei Darussalam belum memiliki bursa saham domestik karena skala ekonomi yang relatif kecil&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/20/278/3248960/kenapa-brunei-darussalam-tidak-punya-pasar-saham-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/20/278/3248960/kenapa-brunei-darussalam-tidak-punya-pasar-saham-ini-alasannya"/><item><title>Kenapa Brunei Darussalam Tidak Punya Pasar Saham? Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/20/278/3248960/kenapa-brunei-darussalam-tidak-punya-pasar-saham-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/20/278/3248960/kenapa-brunei-darussalam-tidak-punya-pasar-saham-ini-alasannya</guid><pubDate>Selasa 20 Oktober 2026 21:04 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/20/278/3248960/saham-selp_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Kenapa Brunei Darussalam tidak punya pasar saham? Ini alasannya.&amp;nbsp;(Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/20/278/3248960/saham-selp_large.jpg</image><title> Kenapa Brunei Darussalam tidak punya pasar saham? Ini alasannya.&amp;nbsp;(Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Kenapa Brunei Darussalam tidak punya pasar saham? Ini alasannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Brunei Darussalam belum memiliki bursa saham domestik karena skala ekonomi yang relatif kecil, terbatasnya jumlah perusahaan besar, serta minimnya investor dan volume transaksi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meski demikian, negara kaya minyak di Asia Tenggara itu terus mengkaji pembentukan bursa saham untuk memperluas akses pendanaan bagi perusahaan lokal dan membuka peluang investasi bagi masyarakat.&#13;
&#13;
Menteri Keuangan Brunei Darussalam, Mohd Amin Liew Abdullah, menjelaskan bahwa karakteristik pasar keuangan domestik menjadi salah satu tantangan utama dalam mendirikan bursa saham.&#13;
&#13;
Menurut dia, jumlah perusahaan berskala besar di Brunei masih terbatas. Selain itu, jumlah investor domestik relatif sedikit sehingga aktivitas perdagangan saham belum cukup ramai untuk mendukung likuiditas pasar yang kuat.&#13;
&#13;
Kondisi tersebut membuat pembentukan bursa saham tidak cukup hanya dengan menyediakan infrastruktur perdagangan. Pemerintah juga perlu membangun ekosistem pasar modal yang melibatkan lembaga keuangan, perusahaan audit, penasihat hukum dan syariah, serta pialang profesional.&#13;
&#13;
Transaksi saham masih terbatas&#13;
&#13;
Keterbatasan pasar saham di Brunei tidak berarti negara tersebut sama sekali tidak memiliki perusahaan yang sahamnya dapat diperdagangkan. Salah satu contohnya adalah Bank Islam Brunei Darussalam (BIBD), yang sahamnya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme perantara. Demikian dilansir dari berbagai sumber, Selasa (20/10/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, transaksi saham di luar bursa terorganisasi cenderung memiliki keterbatasan dari sisi volume dan likuiditas. Jumlah transaksi yang rendah dapat menyulitkan investor untuk membeli atau menjual saham dengan cepat pada harga yang diharapkan.&#13;
&#13;
Situasi ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mendorong perusahaan lokal menghimpun dana melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO). Kehadiran bursa saham diharapkan dapat menyediakan mekanisme perdagangan yang lebih terstruktur sekaligus memperluas akses perusahaan terhadap pendanaan.&#13;
&#13;
Pemerintah menyiapkan pembentukan bursa saham&#13;
&#13;
Rencana pembentukan bursa saham Brunei bukanlah hal baru. Pada 2015, Autoriti Monetari Brunei Darussalam (AMBD), yang kini dikenal sebagai otoritas moneter negara mengumumkan pembentukan tim untuk mengawasi proyek pendirian bursa efek.&#13;
&#13;
Pemerintah kemudian mengalokasikan dana sebesar B$21 juta dalam anggaran tahun fiskal 2019/2020 sebagai bagian dari rencana pembangunan bursa saham pertama di negara itu. Total biaya proyek saat itu diperkirakan mencapai B$414 juta, termasuk kebutuhan infrastruktur, teknologi, dan kajian sosial-ekonomi.&#13;
&#13;
Dalam perkembangan selanjutnya, pemerintah kembali menyampaikan rencana pembentukan bursa saham dengan mempertimbangkan kesiapan ekosistem pasar modal dan manfaatnya bagi perekonomian nasional.&#13;
&#13;
Mohd Amin Liew Abdullah menyatakan bahwa bursa saham dapat diluncurkan paling lambat pada akhir kuartal III 2027, dengan catatan seluruh proses yang diperlukan dapat diselesaikan sesuai rencana. Jadwal tersebut bergantung pada kesiapan berbagai institusi dan tenaga profesional yang akan mendukung operasional pasar modal.&#13;
&#13;
Apa manfaat bursa saham bagi Brunei?&#13;
&#13;
Menurut pemerintah, bursa saham dapat memberikan sejumlah manfaat bagi perusahaan dan masyarakat. Bagi perusahaan lokal maupun perusahaan milik pemerintah, pencatatan saham dapat membuka sumber pendanaan tambahan untuk mengembangkan usaha dan memperluas kegiatan bisnis.&#13;
&#13;
Bagi masyarakat, keberadaan bursa saham akan menyediakan lebih banyak pilihan investasi domestik. Selama ini, warga Brunei yang ingin berinvestasi pada saham dapat mengalokasikan dananya ke pasar luar negeri. Dengan adanya pasar saham dalam negeri, dana masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak peluang untuk mendukung pertumbuhan perusahaan lokal.&#13;
&#13;
Selain saham, bursa tersebut berpotensi menjadi tempat pencatatan instrumen pendapatan tetap, termasuk sukuk dengan jangka waktu lebih panjang. Instrumen semacam ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin merencanakan kebutuhan keuangan jangka panjang, seperti pendidikan dan masa pensiun.&#13;
&#13;
Pemerintah juga menilai bursa saham dapat mendorong transparansi dan akuntabilitas perusahaan. Perusahaan yang tercatat di bursa umumnya harus memenuhi persyaratan pelaporan keuangan, audit, tata kelola, dan pengawasan yang lebih ketat.&#13;
&#13;
Dengan demikian, tantangan Brunei Darussalam bukan semata-mata belum adanya tempat untuk memperdagangkan saham, melainkan terbatasnya skala pasar dan kesiapan ekosistem yang mendukung perdagangan tersebut. Pembentukan bursa saham diharapkan menjadi langkah untuk memperluas sumber pembiayaan perusahaan, meningkatkan pilihan investasi masyarakat, dan memperkuat perkembangan pasar modal domestik&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kenapa Brunei Darussalam tidak punya pasar saham? Ini alasannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Brunei Darussalam belum memiliki bursa saham domestik karena skala ekonomi yang relatif kecil, terbatasnya jumlah perusahaan besar, serta minimnya investor dan volume transaksi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meski demikian, negara kaya minyak di Asia Tenggara itu terus mengkaji pembentukan bursa saham untuk memperluas akses pendanaan bagi perusahaan lokal dan membuka peluang investasi bagi masyarakat.&#13;
&#13;
Menteri Keuangan Brunei Darussalam, Mohd Amin Liew Abdullah, menjelaskan bahwa karakteristik pasar keuangan domestik menjadi salah satu tantangan utama dalam mendirikan bursa saham.&#13;
&#13;
Menurut dia, jumlah perusahaan berskala besar di Brunei masih terbatas. Selain itu, jumlah investor domestik relatif sedikit sehingga aktivitas perdagangan saham belum cukup ramai untuk mendukung likuiditas pasar yang kuat.&#13;
&#13;
Kondisi tersebut membuat pembentukan bursa saham tidak cukup hanya dengan menyediakan infrastruktur perdagangan. Pemerintah juga perlu membangun ekosistem pasar modal yang melibatkan lembaga keuangan, perusahaan audit, penasihat hukum dan syariah, serta pialang profesional.&#13;
&#13;
Transaksi saham masih terbatas&#13;
&#13;
Keterbatasan pasar saham di Brunei tidak berarti negara tersebut sama sekali tidak memiliki perusahaan yang sahamnya dapat diperdagangkan. Salah satu contohnya adalah Bank Islam Brunei Darussalam (BIBD), yang sahamnya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme perantara. Demikian dilansir dari berbagai sumber, Selasa (20/10/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, transaksi saham di luar bursa terorganisasi cenderung memiliki keterbatasan dari sisi volume dan likuiditas. Jumlah transaksi yang rendah dapat menyulitkan investor untuk membeli atau menjual saham dengan cepat pada harga yang diharapkan.&#13;
&#13;
Situasi ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mendorong perusahaan lokal menghimpun dana melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO). Kehadiran bursa saham diharapkan dapat menyediakan mekanisme perdagangan yang lebih terstruktur sekaligus memperluas akses perusahaan terhadap pendanaan.&#13;
&#13;
Pemerintah menyiapkan pembentukan bursa saham&#13;
&#13;
Rencana pembentukan bursa saham Brunei bukanlah hal baru. Pada 2015, Autoriti Monetari Brunei Darussalam (AMBD), yang kini dikenal sebagai otoritas moneter negara mengumumkan pembentukan tim untuk mengawasi proyek pendirian bursa efek.&#13;
&#13;
Pemerintah kemudian mengalokasikan dana sebesar B$21 juta dalam anggaran tahun fiskal 2019/2020 sebagai bagian dari rencana pembangunan bursa saham pertama di negara itu. Total biaya proyek saat itu diperkirakan mencapai B$414 juta, termasuk kebutuhan infrastruktur, teknologi, dan kajian sosial-ekonomi.&#13;
&#13;
Dalam perkembangan selanjutnya, pemerintah kembali menyampaikan rencana pembentukan bursa saham dengan mempertimbangkan kesiapan ekosistem pasar modal dan manfaatnya bagi perekonomian nasional.&#13;
&#13;
Mohd Amin Liew Abdullah menyatakan bahwa bursa saham dapat diluncurkan paling lambat pada akhir kuartal III 2027, dengan catatan seluruh proses yang diperlukan dapat diselesaikan sesuai rencana. Jadwal tersebut bergantung pada kesiapan berbagai institusi dan tenaga profesional yang akan mendukung operasional pasar modal.&#13;
&#13;
Apa manfaat bursa saham bagi Brunei?&#13;
&#13;
Menurut pemerintah, bursa saham dapat memberikan sejumlah manfaat bagi perusahaan dan masyarakat. Bagi perusahaan lokal maupun perusahaan milik pemerintah, pencatatan saham dapat membuka sumber pendanaan tambahan untuk mengembangkan usaha dan memperluas kegiatan bisnis.&#13;
&#13;
Bagi masyarakat, keberadaan bursa saham akan menyediakan lebih banyak pilihan investasi domestik. Selama ini, warga Brunei yang ingin berinvestasi pada saham dapat mengalokasikan dananya ke pasar luar negeri. Dengan adanya pasar saham dalam negeri, dana masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak peluang untuk mendukung pertumbuhan perusahaan lokal.&#13;
&#13;
Selain saham, bursa tersebut berpotensi menjadi tempat pencatatan instrumen pendapatan tetap, termasuk sukuk dengan jangka waktu lebih panjang. Instrumen semacam ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin merencanakan kebutuhan keuangan jangka panjang, seperti pendidikan dan masa pensiun.&#13;
&#13;
Pemerintah juga menilai bursa saham dapat mendorong transparansi dan akuntabilitas perusahaan. Perusahaan yang tercatat di bursa umumnya harus memenuhi persyaratan pelaporan keuangan, audit, tata kelola, dan pengawasan yang lebih ketat.&#13;
&#13;
Dengan demikian, tantangan Brunei Darussalam bukan semata-mata belum adanya tempat untuk memperdagangkan saham, melainkan terbatasnya skala pasar dan kesiapan ekosistem yang mendukung perdagangan tersebut. Pembentukan bursa saham diharapkan menjadi langkah untuk memperluas sumber pembiayaan perusahaan, meningkatkan pilihan investasi masyarakat, dan memperkuat perkembangan pasar modal domestik&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
