<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siapakah Pemilik Kopi Kenangan? Ini Sosok dan Profilnya</title><description>Siapakah Pemilik Kopi Kenangan? Ini Sosok dan Profilnya. Kopi Kenangan dikenal sebagai salah satu bisnis kopi ternama di Asia Tenggara. Di Indonesia, gerainya mudah ditemukan di berbagai sudut kota.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/20/455/3248828/siapakah-pemilik-kopi-kenangan-ini-sosok-dan-profilnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/20/455/3248828/siapakah-pemilik-kopi-kenangan-ini-sosok-dan-profilnya"/><item><title>Siapakah Pemilik Kopi Kenangan? Ini Sosok dan Profilnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/20/455/3248828/siapakah-pemilik-kopi-kenangan-ini-sosok-dan-profilnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/20/455/3248828/siapakah-pemilik-kopi-kenangan-ini-sosok-dan-profilnya</guid><pubDate>Selasa 20 Oktober 2026 15:33 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Fadhil Mubarok</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/19/455/3248828/kopi-W2rG_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kopi Kenangan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/19/455/3248828/kopi-W2rG_large.jpg</image><title>Kopi Kenangan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Siapakah pemilik kopi Kenangan? Ini Sosok dan Profilnya. Kopi Kenangan dikenal sebagai salah satu bisnis kopi ternama di Asia Tenggara. Di Indonesia, gerainya mudah ditemukan di berbagai sudut kota.&#13;
&#13;
Kopi Kenangan mengusung konsep grab and go atau ambil dan pergi, sehingga hampir tidak ada area bersantai di sekitar gerainya.&#13;
&#13;
Usaha kopi ini tercatat sebagai unicorn sektor makanan dan minuman pertama di Asia Tenggara, setelah memperoleh pendanaan Seri C tahap pertama senilai 96 juta dolar AS atau setara Rp1,5 triliun. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keberhasilan usaha ini tak lepas dari peran Edward Tirtanata selaku pendirinya. Berikut profil pemilik Kopi Kenangan.&#13;
&#13;
Profil Edward Tirtanata, Pendiri Kopi Kenangan&#13;
&#13;
Edward Tirtanata lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 13 Desember 1988. Ia berasal dari keluarga pengusaha pertambangan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Untuk pendidikan tinggi, ia menempuh program dua jurusan (double major) di Northeast University, Amerika Serikat, yakni Bachelor of Science serta Finance and Accounting.&#13;
&#13;
Sejak kecil, kehidupan Edward tergolong mapan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada masa muda, ia mengaku bukan sosok pekerja keras dan lebih banyak menghabiskan waktu bermain gim. Ia bahkan menyebut dirinya termasuk siswa yang malas saat bersekolah di Jakarta Intercultural School.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Titik balik terjadi ketika Edward merantau ke Amerika Serikat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kala itu, orang tuanya mengabarkan bahwa kondisi keuangan keluarga sedang sulit akibat bisnis yang melesu diterpa krisis ekonomi 2008.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kabar tersebut menyadarkannya untuk lebih bertanggung jawab. Ia pun belajar lebih giat, apalagi mengambil dua jurusan sekaligus. Kerja kerasnya berbuah manis: Edward lulus dengan predikat magna cum laude pada 2010.&#13;
&#13;
Usai menamatkan studi, ia pulang ke Indonesia dan bergabung dengan perusahaan keluarga. Saat itu, tambang batu bara milik sang ayah tengah berjaya hingga mampu membeli tongkang pertama pada September 2011. Namun, kejayaan itu tak bertahan lama. Bisnis keluarga memburuk seiring anjloknya harga batu bara.&#13;
&#13;
Situasi tersebut mendorong Edward untuk merintis usaha sendiri yang tidak bergantung pada fluktuasi harga pasar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia sempat mencoba berbagai bidang, mulai dari berjualan pakaian, menjadi konsultan, menjual produk secara daring, hingga terjun ke dunia komoditas.&#13;
&#13;
Sejarah Kopi Kenangan: Dari Gerai Mungil di Belakang Lift&#13;
&#13;
Dikutip dari berbagai sumber, awal berdiri gerai Kopi Kenangan berukuran sangat kecil, hanya sekitar 12 meter persegi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lokasinya pun tidak strategis, timnya hanya mendapat tempat di belakang lift yang nyaris tak terlihat pengunjung karena ukuran toko yang sangat terbatas.&#13;
&#13;
Sebelum mendirikan Kopi Kenangan, Edward lebih dulu merintis merek teh bernama Lewis and Carroll.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dari pengalaman itu, ia menyimpulkan bahwa menjual secangkir teh atau kopi seharga sekitar Rp 40 ribu sulit diterima pasar. Jika dikonsumsi setiap hari selama sebulan, pengeluarannya mencapai Rp1,2 juta atau sepertiga upah minimum regional (UMR) pada 2017.&#13;
&#13;
Atas dasar itulah, Kopi Kenangan hadir dengan harga Rp15 ribu per cangkir.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Edward meyakini, harga tersebut lebih terjangkau sehingga bisa dinikmati konsumen setiap hari.&#13;
&#13;
Di Balik Nama dan Logo Kopi Kenangan&#13;
&#13;
Nama Kopi Kenangan lahir dari keinginan para pendirinya untuk menghadirkan merek yang mudah diingat sekaligus memiliki daya tarik emosional.&#13;
&#13;
Adapun logonya terinspirasi dari kenangan akan mantan, yang digambarkan seperti hati yang terluka dan berdarah-darah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Seiring waktu, visual tersebut dimodifikasi menjadi dripping heart atau hati yang meneteskan cairan, yang menjadi logo Kopi Kenangan hingga kini.&#13;
&#13;
Menurut Edward, gambar awal logo memang menyerupai hati yang berdarah akibat kenangan mantan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kini, tampilannya dibuat tidak setragis dahulu.&amp;nbsp;&#13;
Darah yang menetes diplesetkan menjadi tetesan cairan, dan perubahan itu berlangsung tanpa disadari para pelanggan.&#13;
&#13;
Kopi Kenangan Kini Punya Lebih dari 1.300 Gerai&#13;
&#13;
Kopi Kenangan di bawah naungan PT Bumi Berkah Boga kini menjadi salah satu jaringan kedai kopi terbesar di Indonesia. Hingga akhir 2025, jaringan ini mengoperasikan lebih dari 1.300 gerai di enam negara, yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, India, Australia, dan Filipina.&#13;
&#13;
Pada 2026, perusahaan menargetkan sekitar 550 gerai baru dan telah membuka gerai perdana di Taipei pada April. Jangka panjangnya, pendiri sekaligus CEO Edward Tirtanata membidik 4.000 gerai pada 2030.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Perusahaan juga mencatat laba bersih sekitar USD18 juta (Rp324 miliar) pada 2025 dan dikabarkan menjajaki IPO di Bursa Singapura.&#13;
&#13;
Selain itu, Kopi Kenangan memiliki program pelatihan Kenangan Academy yang dibimbing pelatih bersertifikat BNSP, untuk masyarakat yang ingin belajar kopi dari teori dasar hingga teknik pengolahan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Siapakah pemilik kopi Kenangan? Ini Sosok dan Profilnya. Kopi Kenangan dikenal sebagai salah satu bisnis kopi ternama di Asia Tenggara. Di Indonesia, gerainya mudah ditemukan di berbagai sudut kota.&#13;
&#13;
Kopi Kenangan mengusung konsep grab and go atau ambil dan pergi, sehingga hampir tidak ada area bersantai di sekitar gerainya.&#13;
&#13;
Usaha kopi ini tercatat sebagai unicorn sektor makanan dan minuman pertama di Asia Tenggara, setelah memperoleh pendanaan Seri C tahap pertama senilai 96 juta dolar AS atau setara Rp1,5 triliun. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keberhasilan usaha ini tak lepas dari peran Edward Tirtanata selaku pendirinya. Berikut profil pemilik Kopi Kenangan.&#13;
&#13;
Profil Edward Tirtanata, Pendiri Kopi Kenangan&#13;
&#13;
Edward Tirtanata lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 13 Desember 1988. Ia berasal dari keluarga pengusaha pertambangan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Untuk pendidikan tinggi, ia menempuh program dua jurusan (double major) di Northeast University, Amerika Serikat, yakni Bachelor of Science serta Finance and Accounting.&#13;
&#13;
Sejak kecil, kehidupan Edward tergolong mapan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada masa muda, ia mengaku bukan sosok pekerja keras dan lebih banyak menghabiskan waktu bermain gim. Ia bahkan menyebut dirinya termasuk siswa yang malas saat bersekolah di Jakarta Intercultural School.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Titik balik terjadi ketika Edward merantau ke Amerika Serikat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kala itu, orang tuanya mengabarkan bahwa kondisi keuangan keluarga sedang sulit akibat bisnis yang melesu diterpa krisis ekonomi 2008.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kabar tersebut menyadarkannya untuk lebih bertanggung jawab. Ia pun belajar lebih giat, apalagi mengambil dua jurusan sekaligus. Kerja kerasnya berbuah manis: Edward lulus dengan predikat magna cum laude pada 2010.&#13;
&#13;
Usai menamatkan studi, ia pulang ke Indonesia dan bergabung dengan perusahaan keluarga. Saat itu, tambang batu bara milik sang ayah tengah berjaya hingga mampu membeli tongkang pertama pada September 2011. Namun, kejayaan itu tak bertahan lama. Bisnis keluarga memburuk seiring anjloknya harga batu bara.&#13;
&#13;
Situasi tersebut mendorong Edward untuk merintis usaha sendiri yang tidak bergantung pada fluktuasi harga pasar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia sempat mencoba berbagai bidang, mulai dari berjualan pakaian, menjadi konsultan, menjual produk secara daring, hingga terjun ke dunia komoditas.&#13;
&#13;
Sejarah Kopi Kenangan: Dari Gerai Mungil di Belakang Lift&#13;
&#13;
Dikutip dari berbagai sumber, awal berdiri gerai Kopi Kenangan berukuran sangat kecil, hanya sekitar 12 meter persegi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lokasinya pun tidak strategis, timnya hanya mendapat tempat di belakang lift yang nyaris tak terlihat pengunjung karena ukuran toko yang sangat terbatas.&#13;
&#13;
Sebelum mendirikan Kopi Kenangan, Edward lebih dulu merintis merek teh bernama Lewis and Carroll.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dari pengalaman itu, ia menyimpulkan bahwa menjual secangkir teh atau kopi seharga sekitar Rp 40 ribu sulit diterima pasar. Jika dikonsumsi setiap hari selama sebulan, pengeluarannya mencapai Rp1,2 juta atau sepertiga upah minimum regional (UMR) pada 2017.&#13;
&#13;
Atas dasar itulah, Kopi Kenangan hadir dengan harga Rp15 ribu per cangkir.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Edward meyakini, harga tersebut lebih terjangkau sehingga bisa dinikmati konsumen setiap hari.&#13;
&#13;
Di Balik Nama dan Logo Kopi Kenangan&#13;
&#13;
Nama Kopi Kenangan lahir dari keinginan para pendirinya untuk menghadirkan merek yang mudah diingat sekaligus memiliki daya tarik emosional.&#13;
&#13;
Adapun logonya terinspirasi dari kenangan akan mantan, yang digambarkan seperti hati yang terluka dan berdarah-darah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Seiring waktu, visual tersebut dimodifikasi menjadi dripping heart atau hati yang meneteskan cairan, yang menjadi logo Kopi Kenangan hingga kini.&#13;
&#13;
Menurut Edward, gambar awal logo memang menyerupai hati yang berdarah akibat kenangan mantan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kini, tampilannya dibuat tidak setragis dahulu.&amp;nbsp;&#13;
Darah yang menetes diplesetkan menjadi tetesan cairan, dan perubahan itu berlangsung tanpa disadari para pelanggan.&#13;
&#13;
Kopi Kenangan Kini Punya Lebih dari 1.300 Gerai&#13;
&#13;
Kopi Kenangan di bawah naungan PT Bumi Berkah Boga kini menjadi salah satu jaringan kedai kopi terbesar di Indonesia. Hingga akhir 2025, jaringan ini mengoperasikan lebih dari 1.300 gerai di enam negara, yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, India, Australia, dan Filipina.&#13;
&#13;
Pada 2026, perusahaan menargetkan sekitar 550 gerai baru dan telah membuka gerai perdana di Taipei pada April. Jangka panjangnya, pendiri sekaligus CEO Edward Tirtanata membidik 4.000 gerai pada 2030.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Perusahaan juga mencatat laba bersih sekitar USD18 juta (Rp324 miliar) pada 2025 dan dikabarkan menjajaki IPO di Bursa Singapura.&#13;
&#13;
Selain itu, Kopi Kenangan memiliki program pelatihan Kenangan Academy yang dibimbing pelatih bersertifikat BNSP, untuk masyarakat yang ingin belajar kopi dari teori dasar hingga teknik pengolahan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
