<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Hilirisasi RI Capai USD50 Miliar, Naik 45 Persen dalam 2 Tahun</title><description>Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan dengan nilai ekspor hilirisasi pada 2024 yang sebesar USD34,5 miliar.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/21/320/3249218/ekspor-hilirisasi-ri-capai-usd50-miliar-naik-45-persen-dalam-2-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/21/320/3249218/ekspor-hilirisasi-ri-capai-usd50-miliar-naik-45-persen-dalam-2-tahun"/><item><title>Ekspor Hilirisasi RI Capai USD50 Miliar, Naik 45 Persen dalam 2 Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/21/320/3249218/ekspor-hilirisasi-ri-capai-usd50-miliar-naik-45-persen-dalam-2-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/21/320/3249218/ekspor-hilirisasi-ri-capai-usd50-miliar-naik-45-persen-dalam-2-tahun</guid><pubDate>Rabu 21 Oktober 2026 11:25 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/21/320/3249218/hilirisasi-vNPy_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi Indonesia mencapai USD50 miliar hingga akhir 2026. (Foto: Okezone.com/MIND ID)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/21/320/3249218/hilirisasi-vNPy_large.jpg</image><title>Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi Indonesia mencapai USD50 miliar hingga akhir 2026. (Foto: Okezone.com/MIND ID)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi Indonesia mencapai USD50 miliar hingga akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan dengan nilai ekspor hilirisasi pada 2024 yang sebesar USD34,5 miliar.&#13;
&#13;
Anggota DEN Septian Hario Seto mengatakan, peningkatan ekspor tersebut ditopang oleh perkembangan industri hilirisasi nikel, aluminium, serta komponen baterai litium di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hitungan dari Dewan Ekonomi Nasional, sampai dengan akhir tahun ini, hilirisasi nikel, hilirisasi aluminium, dan komponen baterai litium itu nilainya akan mencapai sekitar USD50 miliar atau naik hampir 45 persen dibandingkan dengan ekspor kita pada 2024,&amp;rdquo; ujar Septian seusai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Rabu (21/10/2026).&#13;
&#13;
Septian menjelaskan, hasil kajian terbaru DEN tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo. Menurut dia, perkembangan industri hilirisasi Indonesia kini tidak hanya bertumpu pada komoditas nikel, tetapi juga mulai meluas ke aluminium dan komponen baterai litium.&#13;
&#13;
Salah satu sektor yang mencatatkan pertumbuhan signifikan adalah hilirisasi aluminium. DEN memperkirakan nilai ekspor produk aluminium Indonesia mencapai USD7 miliar hingga USD7,2 miliar pada 2026, meningkat dari sekitar USD3,5 miliar pada 2024.&#13;
&#13;
Selain aluminium, Septian menyoroti perkembangan industri komponen baterai litium. Indonesia kini telah menjadi salah satu produsen komponen baterai, seperti anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium (lithium refinery).&#13;
&#13;
Menurut dia, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia mulai mampu membangun industri pengolahan berbasis bahan baku yang tidak tersedia di dalam negeri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Artinya, Indonesia sudah bisa melakukan industrialisasi dari sumber daya alam yang tidak kita miliki. Namun, industrialisasi ini merupakan bagian dari ekosistem yang lebih lengkap,&amp;rdquo; kata Septian.&#13;
&#13;
Septian menilai peningkatan ekspor produk hilirisasi tersebut menjadi capaian positif selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo. Selain memperkuat sektor industri, pertumbuhan ekspor juga berpotensi menambah devisa Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi, ini merupakan prestasi yang kami sampaikan kepada Bapak Presiden. Selama dua tahun pemerintahan beliau, ekspor hilirisasi kita meningkat sekitar 45 persen,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ke depan, DEN memperkirakan nilai ekspor produk aluminium masih berpotensi meningkat hingga melampaui USD10 miliar. Proyeksi tersebut sejalan dengan bertambahnya investasi dalam pembangunan smelter aluminium baru di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini juga akan menjadi sumber tambahan devisa yang sangat baik bagi Indonesia. Ke depannya, kami memperkirakan ekspor aluminium bisa melampaui USD10 miliar seiring dengan penambahan investasi pada smelter-smelter aluminium baru di Indonesia,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi Indonesia mencapai USD50 miliar hingga akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan dengan nilai ekspor hilirisasi pada 2024 yang sebesar USD34,5 miliar.&#13;
&#13;
Anggota DEN Septian Hario Seto mengatakan, peningkatan ekspor tersebut ditopang oleh perkembangan industri hilirisasi nikel, aluminium, serta komponen baterai litium di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hitungan dari Dewan Ekonomi Nasional, sampai dengan akhir tahun ini, hilirisasi nikel, hilirisasi aluminium, dan komponen baterai litium itu nilainya akan mencapai sekitar USD50 miliar atau naik hampir 45 persen dibandingkan dengan ekspor kita pada 2024,&amp;rdquo; ujar Septian seusai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Rabu (21/10/2026).&#13;
&#13;
Septian menjelaskan, hasil kajian terbaru DEN tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo. Menurut dia, perkembangan industri hilirisasi Indonesia kini tidak hanya bertumpu pada komoditas nikel, tetapi juga mulai meluas ke aluminium dan komponen baterai litium.&#13;
&#13;
Salah satu sektor yang mencatatkan pertumbuhan signifikan adalah hilirisasi aluminium. DEN memperkirakan nilai ekspor produk aluminium Indonesia mencapai USD7 miliar hingga USD7,2 miliar pada 2026, meningkat dari sekitar USD3,5 miliar pada 2024.&#13;
&#13;
Selain aluminium, Septian menyoroti perkembangan industri komponen baterai litium. Indonesia kini telah menjadi salah satu produsen komponen baterai, seperti anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium (lithium refinery).&#13;
&#13;
Menurut dia, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia mulai mampu membangun industri pengolahan berbasis bahan baku yang tidak tersedia di dalam negeri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Artinya, Indonesia sudah bisa melakukan industrialisasi dari sumber daya alam yang tidak kita miliki. Namun, industrialisasi ini merupakan bagian dari ekosistem yang lebih lengkap,&amp;rdquo; kata Septian.&#13;
&#13;
Septian menilai peningkatan ekspor produk hilirisasi tersebut menjadi capaian positif selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo. Selain memperkuat sektor industri, pertumbuhan ekspor juga berpotensi menambah devisa Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi, ini merupakan prestasi yang kami sampaikan kepada Bapak Presiden. Selama dua tahun pemerintahan beliau, ekspor hilirisasi kita meningkat sekitar 45 persen,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ke depan, DEN memperkirakan nilai ekspor produk aluminium masih berpotensi meningkat hingga melampaui USD10 miliar. Proyeksi tersebut sejalan dengan bertambahnya investasi dalam pembangunan smelter aluminium baru di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini juga akan menjadi sumber tambahan devisa yang sangat baik bagi Indonesia. Ke depannya, kami memperkirakan ekspor aluminium bisa melampaui USD10 miliar seiring dengan penambahan investasi pada smelter-smelter aluminium baru di Indonesia,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
