<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Tahan Suku Bunga Acuan BI Rate 5,75 Persen!</title><description>Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/21/320/3249259/bi-tahan-suku-bunga-acuan-bi-rate-5-75-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/21/320/3249259/bi-tahan-suku-bunga-acuan-bi-rate-5-75-persen"/><item><title>BI Tahan Suku Bunga Acuan BI Rate 5,75 Persen!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/21/320/3249259/bi-tahan-suku-bunga-acuan-bi-rate-5-75-persen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/21/320/3249259/bi-tahan-suku-bunga-acuan-bi-rate-5-75-persen</guid><pubDate>Rabu 21 Oktober 2026 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/21/320/3249259/bank_indonesia-JcPh_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI Tahan Suku Bunga Acuan BI Rate 5,75 Persen! (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/21/320/3249259/bank_indonesia-JcPh_large.jpg</image><title>BI Tahan Suku Bunga Acuan BI Rate 5,75 Persen! (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 20-21 Oktober 2026.&#13;
&#13;
Gubernur (BI) Destry Damayanti mengatakan, meski BI Rate tetap, namun suku bunga deposit facility naik menjadi 5 persen dan suku bunga lending facility tetap di level 6,50 persen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rapat Gewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 20-21 Oktober 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75 persen,&amp;quot; kata Destry dalam konferensi pers pengumuman hasil RDG BI Bulan Oktober 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026).&#13;
&#13;
Keputusan mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen ini diperkuat dengan peningkatan kebijakan insentif untuk instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) Lindung Nilai kepada Bank Indonesia guna menarik aliran modal asing dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas.&#13;
&#13;
Adapun kebijakan ini tetap konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan di tengah tekanan eksternal yang masih kuat.&#13;
&#13;
Selain itu, lanjut Destry, BI juga menjaga sasaran inflasi 2,5&amp;plusmn;1 persen pada tahun 2026 dan 2027, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan guna menjaga konsistensi dalam menjaga stabilitas perekonomian,&amp;quot; jelas Destry.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 20-21 Oktober 2026.&#13;
&#13;
Gubernur (BI) Destry Damayanti mengatakan, meski BI Rate tetap, namun suku bunga deposit facility naik menjadi 5 persen dan suku bunga lending facility tetap di level 6,50 persen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rapat Gewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 20-21 Oktober 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75 persen,&amp;quot; kata Destry dalam konferensi pers pengumuman hasil RDG BI Bulan Oktober 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026).&#13;
&#13;
Keputusan mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen ini diperkuat dengan peningkatan kebijakan insentif untuk instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) Lindung Nilai kepada Bank Indonesia guna menarik aliran modal asing dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas.&#13;
&#13;
Adapun kebijakan ini tetap konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan di tengah tekanan eksternal yang masih kuat.&#13;
&#13;
Selain itu, lanjut Destry, BI juga menjaga sasaran inflasi 2,5&amp;plusmn;1 persen pada tahun 2026 dan 2027, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan guna menjaga konsistensi dalam menjaga stabilitas perekonomian,&amp;quot; jelas Destry.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
