<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Diibaratkan Bom Waktu, Airlangga: Fundamental Masih Solid</title><description>Airlangga mengatakan, ketidakpastian global memang masih membayangi perekonomian. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak mengubah fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/21/320/3249336/ekonomi-ri-diibaratkan-bom-waktu-airlangga-fundamental-masih-solid</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/10/21/320/3249336/ekonomi-ri-diibaratkan-bom-waktu-airlangga-fundamental-masih-solid"/><item><title>Ekonomi RI Diibaratkan Bom Waktu, Airlangga: Fundamental Masih Solid</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/10/21/320/3249336/ekonomi-ri-diibaratkan-bom-waktu-airlangga-fundamental-masih-solid</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/10/21/320/3249336/ekonomi-ri-diibaratkan-bom-waktu-airlangga-fundamental-masih-solid</guid><pubDate>Rabu 21 Oktober 2026 16:55 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/21/320/3249336/airlangga-8Qyt_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih solid. (Foto: Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/21/320/3249336/airlangga-8Qyt_large.jpg</image><title>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih solid. (Foto: Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih solid di tengah kekhawatiran terhadap kondisi perekonomian global.&#13;
&#13;
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga menyusul gejolak pasar modal baru-baru ini yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok akibat sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI).&#13;
&#13;
Airlangga mengatakan, ketidakpastian global memang masih membayangi perekonomian. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak mengubah fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun, ekonomi Indonesia secara fundamental masih solid dan terbukti di antara berbagai negara, pertumbuhan ekonomi kita juga tertinggi,&amp;rdquo; ujar Airlangga usai menghadiri Rapat Koordinasi Dukungan Kementerian/Lembaga untuk Pengembangan KEK Triwulan III 2026, Rabu (21/10/2026).&#13;
&#13;
Airlangga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia yang berada di kisaran 3 persen. Selain itu, inflasi nasional masih terkendali di kisaran 3 persen.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Termasuk di G20, pertumbuhan ekonomi kita 5,45 persen, sedangkan rata-rata dunia 3 persen. Kemudian, inflasi kita juga masih sekitar 3 persen, jauh lebih rendah dibandingkan dengan berbagai negara lain. Cadangan devisa kita juga relatif kuat untuk lima bulan impor. Indonesia percaya diri,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Airlangga menambahkan, MSCI bukan satu-satunya penyedia indeks yang menjadi acuan investor global dalam menilai pasar modal suatu negara. Masih terdapat lembaga lain, seperti FTSE Russell, yang memiliki metodologi dan hasil penilaian berbeda.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita percaya diri saja dengan tata kelola yang sedang disiapkan. Indonesia tidak bergantung hanya pada satu pemeringkat saja,&amp;rdquo; tegas Airlangga.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih solid di tengah kekhawatiran terhadap kondisi perekonomian global.&#13;
&#13;
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga menyusul gejolak pasar modal baru-baru ini yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok akibat sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI).&#13;
&#13;
Airlangga mengatakan, ketidakpastian global memang masih membayangi perekonomian. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak mengubah fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun, ekonomi Indonesia secara fundamental masih solid dan terbukti di antara berbagai negara, pertumbuhan ekonomi kita juga tertinggi,&amp;rdquo; ujar Airlangga usai menghadiri Rapat Koordinasi Dukungan Kementerian/Lembaga untuk Pengembangan KEK Triwulan III 2026, Rabu (21/10/2026).&#13;
&#13;
Airlangga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia yang berada di kisaran 3 persen. Selain itu, inflasi nasional masih terkendali di kisaran 3 persen.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Termasuk di G20, pertumbuhan ekonomi kita 5,45 persen, sedangkan rata-rata dunia 3 persen. Kemudian, inflasi kita juga masih sekitar 3 persen, jauh lebih rendah dibandingkan dengan berbagai negara lain. Cadangan devisa kita juga relatif kuat untuk lima bulan impor. Indonesia percaya diri,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Airlangga menambahkan, MSCI bukan satu-satunya penyedia indeks yang menjadi acuan investor global dalam menilai pasar modal suatu negara. Masih terdapat lembaga lain, seperti FTSE Russell, yang memiliki metodologi dan hasil penilaian berbeda.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita percaya diri saja dengan tata kelola yang sedang disiapkan. Indonesia tidak bergantung hanya pada satu pemeringkat saja,&amp;rdquo; tegas Airlangga.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
